Dari Intervensi ke Profesionalisme: Agenda Reformasi Tata Kelola BUMD

JAKARTA (9/4)– Pengelolaan BUMD saat ini menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan target profitabilitas dengan batasan regulasi birokrasi. Hal ini sering kali membatasi ruang gerak kreativitas manajemen, sehingga aset daerah yang bernilai besar belum teroptimalisasi secara maksimal untuk mendukung ekonomi kerakyatan. ​Menanggapi fenomena tersebut, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) baru saja mengukuhkan Muhammad Willy sebagai … Baca Selengkapnya

Jawab Tantangan Pasar Kerja, Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB Perkuat Kurikulum Lewat Kolaborasi Strategis dengan BKN dan Kampus Top

JAKARTA – Di tengah pesatnya transformasi digital yang mengubah wajah manajemen informasi global, Program Studi Ilmu Perpustakaan (PSIP), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), melakukan langkah proaktif untuk memastikan lulusannya tetap unggul dan kompetitif. Selama tiga hari, pada 6 hingga 8 April 2026, PSIP FIA UB menggelar rangkaian studi tiru dan diskusi akademik tingkat … Baca Selengkapnya

Putus Kemiskinan dari Desa, Riset Doktor UB Tawarkan Strategi Ekonomi Modern Bagi Warga

MALANG – Suasana ruang ujian disertasi di Gedung Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) Universitas Brawijaya Kampus Jakarta tampak khidmat namun penuh energi pada Kamis (2/4/2026). Di hadapan dewan penguji, Sugeng Agus Subekti secara meyakinkan mempertahankan risetnya yang menawarkan solusi konkret memutus rantai kemiskinan langsung dari akar rumput. Sugeng, yang sehari-hari bertugas sebagai Tenaga Ahli di … Baca Selengkapnya

Dosen UB Ambil Peran Strategis di IAPA 2026: Sinergi Menteri PANRB Pastikan Layanan Publik Anti-Ribet

SURAKARTA – Masa depan birokrasi Indonesia kini sedang dirancang oleh tangan-tangan ahli yang adaptif. Pada 9-10 Februari 2026, sejumlah dosen pakar dari Universitas Brawijaya (UB) resmi dilantik sebagai jajaran inti Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) periode 2026-2028. Kehadiran mereka di Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Menteri PANRB RI dan Kepala … Baca Selengkapnya

Gelar Halal Bihalal, Rektor UB Puji Capaian Prestasi Fakultas Ilmu Administrasi

MALANG, 1 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) pada Rabu (1/4). Keluarga besar FIA UB menggelar acara Halal Bihalal sebagai ajang silaturahmi sekaligus merayakan keberhasilan institusi dalam kancah pendidikan global.

Acara dibuka oleh MC yang memandu jalannya prosesi dengan sapaan akrab kepada para undangan. Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang syahdu.

Lantunan kalam Ilahi ini dihadirkan dengan tujuan untuk memberikan ketenangan batin serta memohon keberkahan bagi seluruh sivitas akademika agar langkah fakultas ke depan selalu dalam lindungan Tuhan YME.

Sambutan dari Dekan FIA UB

Dalam sambutannya, Dekan FIA UB menyampaikan bahwa Halal Bihalal ini merupakan momen krusial untuk mempererat kembali tali silaturahmi. Ia berharap semangat persaudaraan ini dapat memperkuat soliditas internal fakultas dalam mencapai target-target strategis ke depan.

Apresiasi tinggi juga datang dari Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. Beliau secara khusus memuji kinerja para alumni FIA yang telah terbukti bekerja dengan sangat baik di berbagai lini industri dan pemerintahan. Menurut Prof. Widodo, kemajuan alumni ini sejalan dengan perkembangan fakultas yang kini telah resmi menyandang predikat Superior Accreditation And Akreditasi Internasional.

Ucapan apresiasi Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.

“Prestasi internasional yang diraih FIA UB adalah bukti nyata kualitas kita. Saya sangat mengapresiasi para alumni yang terus menjaga nama baik almamater melalui dedikasi kerja mereka di berbagai lini” tegas Prof. Widodo dalam pidatonya.

Menjelang puncak acara, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. (Ketua Umum MUI Kota Malang) memberikan tausiah yang mendalam mengenai hakikat spiritual manusia.

penyampaian tausiah dari Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. (Ketua Umum MUI Kota Malang)

Gus Is, sapaan akrab beliau, memaparkan bahwa ibadah puasa yang baru saja dilalui sebenarnya adalah bagian dari kebutuhan hakiki manusia untuk menyucikan diri.

Beliau menjelaskan bahwa Ramadhan berfungsi sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang mutaqqin. Melalui momen Halal Bihalal ini, setiap individu diharapkan mampu kembali ke fitrahnya—yakni kondisi yang bersih, tulus, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Gus Is menekankan bahwa esensi puasa adalah mengembalikan kendali diri agar manusia tetap berada dalam kesucian moral di tengah tantangan duniawi.

Setelah tausiah yang meneduhkan tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pimpinan universitas, staf, dan tamu undangan tampak antusias mengabadikan momen kebersamaan di depan panggung utama Aula Lantai 4.

Sebagai penutup yang santai, seluruh hadirin dipersilakan menikmati ramah tamah dan makan bersama. Sambil menyantap hidangan yang disediakan, suasana cair sangat terasa di mana para dosen, alumni, dan staf saling bercengkerama dan berjabat tangan, menutup agenda Halal Bihalal dengan rasa kekeluargaan yang erat.

UB Gandeng Massey University Selandia Baru, Buka Jalan Mahasiswa Raih Gelar Double Degree

MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kian serius memperluas jejaring internasionalnya. Kali ini, kampus biru tersebut memperkuat sinergi dengan Massey University, Selandia Baru, melalui diskusi strategis yang fokus pada pengembangan program Joint dan Double Degree. Pertemuan yang digelar di Lantai 8 Gedung Rektorat UB pada Selasa (31/3/2026) ini menjadi sinyal kuat ambisi UB menembus jajaran universitas … Baca Selengkapnya

Memperkuat Standar Akreditasi Unggul, LPTP FIA UB Pimpin Lokakarya Restrukturisasi Laboratorium di Jember

JEMBER (6/4) — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan taringnya sebagai pemimpin transformasi pendidikan di bidang sosial dan administrasi. Melalui Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan (LPTP), FIA UB hadir untuk mengawal standarisasi laboratorium berbasis kompetensi di tingkat nasional. Sinergi Antar-Kampus: Mengawali Restrukturisasi Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di … Baca Selengkapnya

Ikuti Tren Green Business: Strategi Ampuh UMKM Tembus Pasar Internasional ala FIA UB

MALANG (3/4) — Tantangan pasar global yang semakin menuntut tanggung jawab lingkungan dijawab tuntas dalam rangkaian FUSION 2026: FIA SDG Summer Camp 2026 – Innovation and Impact. Kegiatan yang diinisiasi oleh International Relations Office (IRO) dan Departemen Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) ini menghadirkan solusi konkret bagi UMKM untuk naik kelas melalui model bisnis berkelanjutan.

Pemaparan materi oleh Lilyan Puspita Ningrum, SS, MBA (CEO Necerel Indonesia)

Digelar secara daring pada 2–3 April 2026, kegiatan ini menghadirkan Lilyan Puspita Ningrum, SS, MBA, CEO Necerel Indonesia, sebagai pakar yang membedah strategi integrasi bisnis hijau dan langkah internasionalisasi UMKM.

Ekonomi Sirkular: Mengubah Tantangan Lingkungan Menjadi Peluang

Pada sesi pertama, “Green Business Models for the Next Generation of Entrepreneurs”, Lilyan menekankan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis. Ia menawarkan solusi melalui transisi ekonomi linear menuju ekonomi sirkular yang bertumpu pada prinsip reuse, recycle, And regenerate.

Penerapan Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) diwujudkan melalui langkah teknis seperti:

  • Optimalisasi Bahan Baku Lokal: Mengurangi jejak karbon sekaligus menekan biaya logistik.

  • Sistem Isi Ulang (Refill): Solusi inovatif untuk menekan sampah kemasan yang sangat diminati pasar internasional.

  • Pemanfaatan Limbah: Mengolah sisa produksi menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Di pasar global, konsumen tidak hanya membeli barang; mereka membeli dampak sosial dan lingkungan di baliknya. Jika bisnis Anda mampu menceritakan nilai keberlanjutan yang jujur, itulah kekuatan pembeda yang sulit ditiru kompetitor,” ungkap Lilyan di hadapan para peserta.

Strategi Internasionalisasi: Sertifikasi dan Kolaborasi

Memasuki hari kedua dengan topik “From Local to Global: Internationalization Strategies for MSMEs”, pembahasan menukik pada solusi praktis menembus pasar ekspor. Lilyan menggarisbawahi bahwa internasionalisasi harus dibangun di atas value proposition yang kuat.

Beberapa strategi kunci yang dipaparkan meliputi:

  1. Strategi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi): Sebagai instrumen riset pasar yang efisien bagi UMKM pemula untuk memahami standar global.

  2. Sertifikasi sebagai “Paspor” Bisnis: Menekankan pentingnya standar mutu dan legalitas internasional agar produk lokal dapat diterima di pasar ketat seperti Eropa dan Amerika.

  3. Kolaborasi Ekosistem: Menghadapi kendala kuota ekspor melalui penguatan komunitas atau koperasi UMKM guna memenuhi permintaan pasar skala besar secara kolektif.

Kegiatan FUSION 2026 ini merupakan wujud nyata kontribusi FIA UB dalam menerjemahkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam aksi pembelajaran yang aplikatif:

  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Mendorong pola produksi efisien dan minim limbah.

  • SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): Memperkuat kapasitas UMKM lokal agar lebih kompetitif dan produktif di kancah internasional.

  • SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure): Memacu inovasi model bisnis berbasis digital dan potensi lokal.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): Membangun sinergi antara akademisi, praktisi bisnis, dan mahasiswa berskala internasional.

Melalui forum ini, FIA UB menegaskan komitmennya untuk mencetak agen perubahan yang tidak hanya mahir secara teknis dalam berbisnis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap dampak sosial dan kelestarian lingkungan demi masa depan ekonomi yang lebih inklusif.

Pakar FIA UB Jadi Penentu Seleksi Beasiswa SSMP Australia 2026: Intip Kriteria Kelulusannya!

BOGOR – Proses seleksi Beasiswa Split-Site Master’s Program (SSMP) Australia 2026 memasuki tahap paling menentukan. Pada pertengahan Maret 2026, kegiatan wawancara intensif digelar di IPB International Convention Center, Bogor, sebagai bagian dari rangkaian seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Pusbindiklatren Kementerian PPN/Bappenas. Agenda ini menjadi gerbang utama bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meraih pendidikan … Baca Selengkapnya

Jadi Pilot Project UB, FIA Gelar Rapat Kerja Implementasi Manajemen Risiko Melalui Aplikasi SEMAR 2026

MALANG, 28 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya sebagai pelopor tata kelola kelembagaan yang adaptif dan terukur. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, FIA UB sukses menyelenggarakan Rapat Kerja bertajuk “Implementasi Manajemen Risiko Melalui Aplikasi SEMAR dan Penyelarasan Perjanjian Kinerja”.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola fakultas, sekaligus mengukuhkan posisi FIA UB sebagai ujung tombak penerapan sistem manajemen risiko digital di tingkat universitas.

Penguatan Tata Kelola Berbasis Risiko: FIA UB Sebagai Pilot Project

Di era disrupsi, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk memiliki mitigasi risiko yang matang agar target kinerja dapat tercapai secara maksimal. Penggunaan Aplikasi SEMAR (Sistem Manajemen Risiko) menjadi jawaban atas tantangan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola berbasis risiko di lingkungan fakultas, sekaligus menegaskan posisi FIA UB sebagai pilot project dalam penerapan sistem SEMAR di tingkat Universitas Brawijaya,” tegas perwakilan pimpinan fakultas dalam forum rapat kerja tersebut.

Penunjukan sebagai pilot project ini membuktikan kepercayaan universitas terhadap kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di lingkungan FIA UB dalam mengadopsi sistem tata kelola digital terintegrasi.

Integrasi Aplikasi SEMAR untuk Inovasi Kinerja dan Akurasi Data Akademik

Lebih dari sekadar pemenuhan sistem, pimpinan fakultas dalam forum tersebut menyoroti pentingnya pemahaman teknis dan konsistensi penggunaan Aplikasi SEMAR oleh seluruh unit kerja. Departemen dan program studi didorong untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

“Sistem ini harus diintegrasikan dengan upaya peningkatan kinerja melalui inovasi dan kolaborasi lintas unit. Selain itu, pembaruan data akademik turut menjadi perhatian utama kita bersama, karena data yang valid adalah fondasi dalam menghasilkan kebijakan yang akurat dan terukur,” lanjut arahan dari pimpinan fakultas.

Dengan pembaruan data akademik yang real-time dan terukur, fakultas dapat memetakan potensi risiko lebih dini, mulai dari risiko penurunan kualitas riset, keterlambatan kelulusan, hingga operasional administratif.

Langkah Nyata FIA UB Mewujudkan SDGs Melalui Tata Kelola Kelembagaan

Implementasi Aplikasi SEMAR dan manajemen risiko di FIA UB ini memiliki benang merah yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Transformasi tata kelola yang transparan, berbasis data akurat, dan mengedepankan mitigasi risiko merupakan implementasi langsung dari SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions). Dengan sistem yang akuntabel, FIA UB menjamin institusi berjalan dengan efektif dan berintegritas.

Selain itu, dorongan pimpinan fakultas agar departemen melahirkan inovasi dan kolaborasi dalam ekosistem SEMAR sangat selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, di mana fakultas membangun infrastruktur digital (Aplikasi SEMAR) yang tangguh untuk mendukung inovasi berkelanjutan di ranah pendidikan tinggi.

Penyelarasan kinerja yang terukur ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa, yang mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Bermutu.