Perkuat Kualitas Pascasarjana, FISIP Untag Surabaya Lakukan Benchmarking ke FIA UB

Share to:

MALANG (27/4) – Pertemuan strategis antara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) dan FISIP Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berlanjut dengan pembahasan mendalam mengenai penguatan tata kelola akademik. Selain fokus pada pengembangan jenjang Doktoral, agenda benchmarking ini turut membedah strategi rekonstruksi kurikulum dan pemenuhan standar sarana prasarana penunjang akreditasi.

Transformasi Doktoral dan Inovasi Kurikulum

Delegasi FISIP Untag Surabaya hadir dengan agenda utama melakukan studi banding terkait pengembangan program doktoral. Saat ini, FISIP Untag memiliki enam program studi, di mana empat di antaranya telah meraih predikat Unggul. Fokus utama mereka adalah rencana transformasi Program Studi S3 Ilmu Administrasi Publik menjadi S3 Ilmu Administrasi guna memperluas cakupan keilmuan, serta keinginan mengembangkan Doktor di bidang Administrasi Niaga atau Bisnis.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik (WD 1) FIA UB memaparkan bagaimana FIA UB mengelola program S3 Ilmu Administrasi Bisnis yang berdiri secara mandiri. Ia menjelaskan bahwa meskipun secara praktis terdapat irisan dengan ilmu manajemen, S3 Administrasi Bisnis di FIA UB memiliki posisi (standing) dan paradigma yang berbeda secara akademis.

Selain itu, dibahas pula mengenai implementasi kurikulum berbasis Student Centered Learning (SCL).

“Rekonstruksi kurikulum dan penerapan SCL yang kita diskusikan hari ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kami ingin memastikan pendidikan tinggi menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan publik dan industri,” ungkap WD 1 dalam penjelasannya.

Optimalisasi Laboratorium dan Tata Kelola Sumber Daya

Pembahasan berlanjut pada aspek manajerial yang dipaparkan oleh Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya (WD 2) FIA UB. Dalam sesi ini, dibahas mengenai pentingnya pemenuhan laboratorium sebagai fasilitas penunjang utama dalam meraih akreditasi tertinggi.

Dr. Fadillah Amin, M.AP.,Ph.D

Pihak FIA UB menekankan bahwa keberadaan laboratorium yang mumpuni sangat krusial sebagai pusat riset dan pengembangan skills mahasiswa. WD 2 menambahkan bahwa kolaborasi ini selaras dengan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Sinergi antara FIA UB dan FISIP Untag Surabaya membuktikan bahwa kemitraan adalah kunci memperkuat ekosistem riset. Dengan berbagi pengalaman dalam pengelolaan laboratorium dan jurnal ilmiah, kita bersama-sama mempercepat pencapaian standar mutu nasional,” jelasnya.

Ekspansi dan Penguatan Kerja Sama Formal

Selain aspek internal kampus, FIA UB juga membagikan pengalaman mengenai pengembangan sayap melalui pembukaan prodi Magister Administrasi Bisnis (MAB) dan Magister Administrasi Publik (MAP) di Kampus UB Jakarta. Hal ini menjadi referensi menarik bagi Untag Surabaya dalam melihat peluang ekspansi akademik di masa depan.

Dalam bidang publikasi, kedua belah pihak menjajaki kerja sama pengelolaan jurnal ilmiah, mengingat jurnal FISIP Untag saat ini berada pada posisi Sinta 3 dan 4. Potensi kolaborasi juga mencakup bidang bimbingan dosen (co-supervising) antar-institusi.

Meski secara budaya dan historis hubungan kedua fakultas ini sudah terjalin sangat lama, kedua pihak sepakat untuk segera memformalkan sinergi ini ke dalam dokumen kerja sama resmi. Langkah ini dipandang perlu guna memenuhi prasyarat administratif yang mendukung akreditasi institusi sekaligus memperkokoh hubungan baik yang telah ada demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University