Malang, 20 Desember 2025. Universitas Brawijaya (UB) sukses menggelar acara panggung budaya akbar berupa Kenduri dan Pagelaran Wayang Kulit, pada Jumat malam, 19 Desember 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Pertamina UB ini merupakan salah satu dari rangkaian perayaan DIES Natalis UB ke-63. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan masyarakat sekitar. Pada gelaran tahun ini, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) menjadi motor penggerak sekaligus Ketua Pelaksana rangkaian acara perayaan DIES Natalis UB ke-63 ini, termasuk kegiatan Kenduri dan Pagelaran Wayang Kulit ini.
Wujud Syukur Melalui Kenduri Agung
Acara diawali dengan pagelaran tumpeng dengan berbagai variasi yang dibawa oleh perwakilan seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan UB. Puluhan tumpeng berjajar rapi, menciptakan pemandangan yang sarat akan nilai kebersamaan.
“Kenduri ini bukan sekadar tradisi luhur, melainkan simbol rasa syukur kita atas perjalanan 63 tahun Universitas Brawijaya dalam mengabdi pada bangsa,” ujar Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si, Dekan FIA selaku Ketua Pelaksana dalam sambutannya.

Sambutan selanjutnya adalah dari Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc, yang menyampaikan bahwa pentingnya untuk membangun kepercayaan diri sebagai bangsa besar dengan tidak melupakan kehebatan warisan budaya.
Suasana khidmat menyelimuti kampus saat doa lintas agama dipanjatkan, memohon keselamatan, keberkahan, serta keberlanjutan kemajuan UB di kancah internasional. Setelah doa bersama, prosesi dilanjutkan dengan kembul bujana atau makan bersama, menikmati sajian tumpeng yang melambangkan kemakmuran dan gotong royong.
Pagelaran Wayang Kulit

Memasuki puncak malam, suasana kampus berubah menjadi panggung seni pewayangan megah. Rektor UB secara simbolis menyerahkan tokoh wayang (gunungan) kepada dalang yang diringi oleh alunan gamelan. Pagelaran ini sendiri dibawakan oleh Dalang Ki Riyatno, dengan diiringi oleh karawitan IPUB Gita Raras dan karawitan FIA Raras Mekar Arum, dengan kolaborasi antara UNITANTRI, alumni, serta Sanggar Seni Gumelaring Sasangka Aji.
Antusiasme penonton tidak hanya datang dari warga internal kampus, tetapi juga masyarakat sekitar yang memadati area pertunjukan hingga pagelaran wayang selesai.

Pemberian Hadiah
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hadiah doorprize yang meriah. Hadiah utama adalah sepedah listrik dan sepedah gunung, serta berbagai hadiah hiburan lainnya seperti payung, voucher, dan tumbler.

Kegiatan Kenduri dan Pagelaran Wayang Kulit ini tidak hanya sebagai perayaan ulang tahun dari UB, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga silahturahmi dan solidaritas dari seluruh civitas akademika.