Cara Menentukan Topik Riset Tren Global: FIA UB & BRIN Kupas Tuntas Analisis Bibliometrika

Share to:

MALANG (15/4) – Menentukan kebaruan (novelty) dan memetakan tren riset dunia sering kali menjadi tantangan utama bagi mahasiswa tingkat akhir maupun dosen. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar Visiting Lecture internasional yang berfokus pada penggunaan bibliometrika sebagai solusi riset berbasis data.

Program ini merupakan bagian dari skema hibah Visiting Lecture Universitas Brawijaya yang diraih oleh Bayu Indra Pratama, Sekretaris Departemen Administrasi Publik FIA UB. Berkolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kegiatan ini menghadirkan Dr. Munadhil Abdul Muqisth, Ph.D. sebagai pakar tamu.

Solusi Berbasis Data untuk Riset Berkualitas (SDG 4)

Sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), kegiatan yang berlangsung pada 15 dan 17 April 2026 ini bertujuan meningkatkan literasi data mahasiswa. Dalam sesi pertama, Dr. Munadhil menjelaskan bahwa bibliometric analysis adalah kunci untuk memetakan dinamika ilmu pengetahuan secara kuantitatif.

Dalam paparannya, Dr. Munadhil Abdul Muqisth, Ph.D. menekankan pentingnya objektivitas dalam riset di era digital.

“Bibliometrika menyediakan kerangka objektif untuk memahami dinamika perkembangan ilmu pengetahuan melalui data publikasi. Pendekatan ini memungkinkan kita mengidentifikasi tren, aktor kunci, serta arah masa depan riset secara lebih presisi. Penguatan kompetensi analitik berbasis data menjadi sangat krusial dalam menghadapi ekosistem akademik global yang semakin kompetitif,” jelasnya.

Memperkuat Kapasitas Akademik di Level Global

Bayu Indra Pratama selaku inisiator program menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada kualitas riset di lingkungan universitas. Ia percaya bahwa penguasaan alat analisis yang tepat akan meningkatkan daya saing internasional mahasiswa.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang transfer pengetahuan yang terstruktur dan berbasis praktik riset aktual. Kami ingin memperkuat kapasitas analitik mahasiswa dalam membaca lanskap keilmuan secara sistematis. Ini adalah bagian dari strategi internasionalisasi pembelajaran di Universitas Brawijaya agar lulusan kita memiliki standar riset global,” ungkap Bayu.

Kolaborasi Lintas Sektor (SDG 17)

Kemitraan antara FIA UB dan BRIN ini mencerminkan implementasi nyata SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sesi kedua memperdalam aspek aplikatif, yakni strategi pengembangan riset berbasis data bibliometrik serta integrasinya dalam publikasi ilmiah bereputasi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet ini menjadi model pembelajaran berkelanjutan yang adaptif. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme peserta yang berdiskusi mengenai teknik science mapping untuk mengungkap karya-karya berpengaruh di bidangnya masing-masing.

Dengan adanya kolaborasi ini, Universitas Brawijaya terus mengukuhkan posisinya dalam jaringan akademik internasional sekaligus mencetak peneliti muda yang mahir dalam digital scholarship And open science.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University