MALANG (18/5) – Guna merespons dinamika sistem perpajakan global yang kian kompleks dan terdigitalisasi, Program Studi Sarjana Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan Focus Group Discussions (FGD) Stakeholder pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan akademik yang berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung B FIA UB ini difokuskan untuk menghimpun sinyal pasar (market signal) demi menyusun kurikulum adaptif periode 2026–2030.
Langkah strategis ini diambil berdasarkan evaluasi internal yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan konvensional dengan kebutuhan industri modern yang kini lebih menuntut kemampuan analitis, penguasaan teknologi data, serta pemahaman kebijakan komprehensif. Forum yang dibuka langsung oleh pimpinan fakultas ini berjalan taktis.

Diskusi terarah ini menghadirkan perspektif lintas sektor yang sangat kaya. Di antara pemangku kepentingan yang hadir terdapat perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Pusdiklat Pajak serta DPPK Kementerian Keuangan, para praktisi dari DDTC, Artax Consulting, dan MUC Consulting, serta perwakilan sektor pemda melalui Sek. Bapenda Kota Malang dan akademisi Universitas Merdeka Malang. Kontribusi pemikiran juga datang dari alumni yang kini berkiprah di perusahaan nasional dan multinasional seperti PT Phillips Seafoods Indonesia, Aramex, dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Hadir pula Dr. Prianto Budi S. selaku Ketua International Fiscal and Tax Administration Association (IFTAA) yang turut memberikan pandangan konseptualnya dari sudut pandang organisasi profesi yang akhirnya dirangkum menjadi rekomendasi akademik berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Hasil FGD ini melahirkan sejumlah rekomendasi krusial untuk menghadapi era digitalisasi seperti sistem Coretax. Struktur kurikulum baru diproyeksikan untuk memperkuat penguasaan analitik data, integrasi akuntansi-perpajakan, serta penambahan mata kuliah inovatif seperti Psikologi Pajak dan Analisis Ekonomi Global. Selain aspek teknis, forum menyepakati pentingnya penguatan soft skills termasuk critical thinking, problem solving, komunikasi, dan integritas serta penyelarasan dengan skema sertifikasi profesional (Brevet, SAP/ERP Basics, TOEFL/IELTS) demi mendongkrak daya saing lulusan di pasar kerja global.
Ketua IFTAA, Dr. Prianto Budi S., Ak., CA., MBA., menegaskan pentingnya kolaborasi multidimensi ini dalam mencetak SDM unggul.
“Lulusan perpajakan masa kini tidak boleh hanya terpaku pada kompetensi teknis konvensional, tetapi harus mampu menguasai analitik data dan beradaptasi cepat dengan ekosistem perpajakan digital yang terintegrasi secara global,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa integrasi aspek multidimensi dalam pembelajaran menjadi kunci utama pembeda lulusan di era modern.
“Kurikulum masa depan wajib mempertemukan aspek teknis fiskal dengan pondasi soft skills yang kuat seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah secara strategis, hingga integritas moral yang tinggi. Penambahan instrumen pendukung seperti mata kuliah Analisis Ekonomi Global dan penguatan laboratorium perpajakan akan memastikan mahasiswa kita tidak hanya memahami aturan hukum lokal, melainkan juga mampu menavigasi dinamika kebijakan fiskal internasional yang terus berubah,” tegasnya di sela-sela diskusi.
Restrukturisasi kurikulum ini juga menjadi manifestasi nyata komitmen FIA UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas), forum ini memastikan mutu pembelajaran yang relevan dengan zaman. Selain itu, dengan mencetak ahli fiskal yang kompeten dan berintegritas, institusi berkontribusi pada SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDGs Poin 16 dalam memperkuat kelembagaan yang transparan melalui tata kelola perpajakan yang sehat.
Melalui luaran konkret berupa dokumen rekomendasi ini, FIA UB berkomitmen mutlak mengimplementasikan seluruh masukan ke dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Langkah ini menjadi jaminan mutu bahwa program studi terus bergerak menghasilkan agen perubahan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.