Cara Menentukan Topik Riset Tren Global: FIA UB & BRIN Kupas Tuntas Analisis Bibliometrika

MALANG (15/4) – Menentukan kebaruan (novelty) dan memetakan tren riset dunia sering kali menjadi tantangan utama bagi mahasiswa tingkat akhir maupun dosen. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (FIA UB) menggelar Visiting Lecture internasional yang berfokus pada penggunaan bibliometrika sebagai solusi riset berbasis data. Program ini merupakan bagian dari … Baca Selengkapnya

Strategi FIA UB Hadapi Era Digital Melalui Penguatan Kurikulum Berbasis AI dan Sustainability

MALANG (13/4) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat posisinya sebagai pionir pendidikan administrasi bisnis di Indonesia. Melalui Rapat Pleno Silabus dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digelar pada Senin, 13 April 2026, FIA UB resmi mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan prinsip keberlanjutan (sustainability) ke dalam kurikulum Program Studi Administrasi … Baca Selengkapnya

Bisnis Wisata Alam Cuma Viral Lalu Redup? Dirut PT Golden Solution Ungkap Strategi Agar Bisnis Tak “Mati” Tergilas Zaman

JAKARTA (9/4) – Banyak destinasi wisata alam di Indonesia yang hanya mampu bertahan seumur jagung: viral di media sosial, dieksploitasi besar-besaran, lalu ditinggalkan wisatawan dalam kondisi rusak. Masalah utama seringkali bukan pada keindahan alamnya, melainkan pada manajemen yang gagap teknologi dan gaya kepemimpinan yang hanya mengejar profit sesaat. Menjawab tantangan ini, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas … Baca Selengkapnya

BUMD Sering Rugi & Jadi “Sapi Perah” Politik? Dirut PCM Muhammad Willy Raih Gelar Doktor di FIA UB dengan Riset Performa Bisnis

JAKARTA (9/4)– Mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seringkali terasa seperti memakan buah simalakama. Di satu sisi harus mengejar profit, di sisi lain sering terjebak dalam kepentingan politik praktis yang menghambat kreativitas manajemen. Akibatnya, banyak aset bernilai triliunan rupiah milik daerah justru “jalan di tempat” dan gagal memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat. ​Menanggapi fenomena … Baca Selengkapnya

Jawab Tantangan Pasar Kerja, Prodi Ilmu Perpustakaan FIA UB Perkuat Kurikulum Lewat Kolaborasi Strategis dengan BKN dan Kampus Top

JAKARTA – Di tengah pesatnya transformasi digital yang mengubah wajah manajemen informasi global, Program Studi Ilmu Perpustakaan (PSIP), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), melakukan langkah proaktif untuk memastikan lulusannya tetap unggul dan kompetitif. Selama tiga hari, pada 6 hingga 8 April 2026, PSIP FIA UB menggelar rangkaian studi tiru dan diskusi akademik tingkat … Baca Selengkapnya

Putus Kemiskinan dari Desa, Riset Doktor UB Tawarkan Strategi Ekonomi Modern Bagi Warga

MALANG – Suasana ruang ujian disertasi di Gedung Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) Universitas Brawijaya Kampus Jakarta tampak khidmat namun penuh energi pada Kamis (2/4/2026). Di hadapan dewan penguji, Sugeng Agus Subekti secara meyakinkan mempertahankan risetnya yang menawarkan solusi konkret memutus rantai kemiskinan langsung dari akar rumput. Sugeng, yang sehari-hari bertugas sebagai Tenaga Ahli di … Baca Selengkapnya

Dosen UB Ambil Peran Strategis di IAPA 2026: Sinergi Menteri PANRB Pastikan Layanan Publik Anti-Ribet

SURAKARTA – Masa depan birokrasi Indonesia kini sedang dirancang oleh tangan-tangan ahli yang adaptif. Pada 9-10 Februari 2026, sejumlah dosen pakar dari Universitas Brawijaya (UB) resmi dilantik sebagai jajaran inti Dewan Pengurus Pusat (DPP) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) periode 2026-2028. Kehadiran mereka di Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Menteri PANRB RI dan Kepala … Baca Selengkapnya

Gelar Halal Bihalal, Rektor UB Puji Capaian Prestasi Fakultas Ilmu Administrasi

MALANG, 1 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Lantai 4 Gedung Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) pada Rabu (1/4). Keluarga besar FIA UB menggelar acara Halal Bihalal sebagai ajang silaturahmi sekaligus merayakan keberhasilan institusi dalam kancah pendidikan global.

Acara dibuka oleh MC yang memandu jalannya prosesi dengan sapaan akrab kepada para undangan. Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang syahdu.

Lantunan kalam Ilahi ini dihadirkan dengan tujuan untuk memberikan ketenangan batin serta memohon keberkahan bagi seluruh sivitas akademika agar langkah fakultas ke depan selalu dalam lindungan Tuhan YME.

Sambutan dari Dekan FIA UB

Dalam sambutannya, Dekan FIA UB menyampaikan bahwa Halal Bihalal ini merupakan momen krusial untuk mempererat kembali tali silaturahmi. Ia berharap semangat persaudaraan ini dapat memperkuat soliditas internal fakultas dalam mencapai target-target strategis ke depan.

Apresiasi tinggi juga datang dari Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. Beliau secara khusus memuji kinerja para alumni FIA yang telah terbukti bekerja dengan sangat baik di berbagai lini industri dan pemerintahan. Menurut Prof. Widodo, kemajuan alumni ini sejalan dengan perkembangan fakultas yang kini telah resmi menyandang predikat Superior Accreditation And Akreditasi Internasional.

Ucapan apresiasi Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.

“Prestasi internasional yang diraih FIA UB adalah bukti nyata kualitas kita. Saya sangat mengapresiasi para alumni yang terus menjaga nama baik almamater melalui dedikasi kerja mereka di berbagai lini” tegas Prof. Widodo dalam pidatonya.

Menjelang puncak acara, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. (Ketua Umum MUI Kota Malang) memberikan tausiah yang mendalam mengenai hakikat spiritual manusia.

penyampaian tausiah dari Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. (Ketua Umum MUI Kota Malang)

Gus Is, sapaan akrab beliau, memaparkan bahwa ibadah puasa yang baru saja dilalui sebenarnya adalah bagian dari kebutuhan hakiki manusia untuk menyucikan diri.

Beliau menjelaskan bahwa Ramadhan berfungsi sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang mutaqqin. Melalui momen Halal Bihalal ini, setiap individu diharapkan mampu kembali ke fitrahnya—yakni kondisi yang bersih, tulus, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Gus Is menekankan bahwa esensi puasa adalah mengembalikan kendali diri agar manusia tetap berada dalam kesucian moral di tengah tantangan duniawi.

Setelah tausiah yang meneduhkan tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pimpinan universitas, staf, dan tamu undangan tampak antusias mengabadikan momen kebersamaan di depan panggung utama Aula Lantai 4.

Sebagai penutup yang santai, seluruh hadirin dipersilakan menikmati ramah tamah dan makan bersama. Sambil menyantap hidangan yang disediakan, suasana cair sangat terasa di mana para dosen, alumni, dan staf saling bercengkerama dan berjabat tangan, menutup agenda Halal Bihalal dengan rasa kekeluargaan yang erat.

UB Gandeng Massey University Selandia Baru, Buka Jalan Mahasiswa Raih Gelar Double Degree

MALANG – Universitas Brawijaya (UB) kian serius memperluas jejaring internasionalnya. Kali ini, kampus biru tersebut memperkuat sinergi dengan Massey University, Selandia Baru, melalui diskusi strategis yang fokus pada pengembangan program Joint dan Double Degree. Pertemuan yang digelar di Lantai 8 Gedung Rektorat UB pada Selasa (31/3/2026) ini menjadi sinyal kuat ambisi UB menembus jajaran universitas … Baca Selengkapnya

Ikuti Tren Green Business: Strategi Ampuh UMKM Tembus Pasar Internasional ala FIA UB

Tren green business bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan tiket emas bagi UMKM untuk menembus pasar internasional. Namun, banyak pelaku usaha yang bingung: bagaimana cara memulai bisnis ramah lingkungan tanpa harus rugi di biaya produksi? Menjawab tantangan ini, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) melalui ajang FUSION 2026: FIA SDG Summer Camp membagikan strategi rahasia agar produk lokal bisa kompetitif di kancah global.

Pemaparan materi oleh Lilyan Puspita Ningrum, SS, MBA (CEO Necerel Indonesia)

Kegiatan yang digelar pada 2-3 April 2026 ini menghadirkan Lilyan Puspita Ningrum, SS, MBA (CEO Necerel Indonesia). Bersama International Relations Office (IRO) FIA UB, ia membedah tuntas mengapa pengusaha masa depan wajib beralih ke model bisnis hijau.

Solusi Ekonomi Sirkular: Cara Hemat Biaya Produksi UMKM

Masalah utama yang ditakuti UMKM adalah tingginya biaya bahan baku ramah lingkungan. Solusi ampuhnya adalah menerapkan Ekonomi Sirkular. Dengan prinsip reuse, recycle, And regenerate, pengusaha diajak memanfaatkan limbah atau bahan lokal menjadi produk bernilai tinggi. Strategi ini terbukti mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen global yang kini sangat selektif.

Strategi Internasionalisasi: Menjual “Storytelling” di Pasar Global

Kenapa produk luar negeri bisa mahal? Karena mereka menjual cerita. Dr. Lilyan menekankan bahwa solusi UMKM untuk go internasional adalah penguatan Value Proposition melalui Storytelling.

“Di pasar global, konsumen tidak hanya membeli barang, mereka membeli dampak sosial di baliknya. Gunakan identitas lokal sebagai keunikan yang tidak dimiliki kompetitor luar negeri,” ungkapnya dalam sesi daring tersebut.

Lean Business untuk Lawan Risiko “Greenwashing”

Banyak bisnis gagal karena dicap hanya sekadar “ikut-ikutan” atau greenwashing. Solusinya adalah transparansi dan penerapan Lean Business. Dengan sistem yang ramping dan inovasi berbasis data, UMKM bisa meningkatkan efisiensi tanpa harus mengorbankan kualitas. Inilah cara agar bisnis Anda mendapatkan kepercayaan dari mitra global secara jangka panjang.

Wujud Nyata FIA UB Dukung SDGs 12

Rangkaian FUSION 2026 ini merupakan komitmen FIA UB dalam mendorong SDGs Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui kolaborasi Departemen Administrasi Bisnis, kampus memastikan mahasiswa dan pelaku usaha memiliki bekal strategi yang relevan untuk menciptakan nilai ekonomi lintas batas.

Dipandu moderator Inggang Perwangsa Nuralam, PhD And Alif Ramadhani, M.Par, acara ini sukses menjadi kompas bagi UMKM untuk berani melangkah dari pasar lokal menuju panggung dunia dengan cara yang lebih hijau dan cerdas.