OTTAWA, Kanada – Reputasi akademik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali memperoleh pengakuan di panggung internasional. Akademisi FIA UB, Fadillah Putra, Ph.D., tampil sebagai satu-satunya akademisi dari Indonesia yang mempresentasikan hasil riset pada International Workshops on Public Policy (IWPP) 2026, forum ilmiah yang diselenggarakan oleh International Public Policy Association (IPPA) di Ottawa, Kanada, pada 6–8 Juli 2026.
Penyelenggaraan tahun 2026 menghadirkan 439 peserta dari berbagai negara yang terbagi dalam 27 workshop tematik, membahas isu-isu strategis mulai dari tata kelola pemerintahan, transformasi digital sektor publik, hingga kapasitas kebijakan dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan global.
IWPP bukan sekadar konferensi akademik internasional. Forum ini merupakan salah satu agenda ilmiah paling prestisius dalam bidang administrasi dan kebijakan publik, yang menjadi ruang bertemunya para ilmuwan, peneliti, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan teori, metodologi, serta solusi atas berbagai tantangan kebijakan publik global. Sejak pertama kali diselenggarakan, IWPP telah menjadi rujukan penting dalam melahirkan berbagai gagasan dan kolaborasi riset yang memengaruhi perkembangan studi kebijakan publik di tingkat internasional. Kehadiran akademisi FIA UB di forum tersebut menempatkan Indonesia dalam percakapan ilmiah yang selama ini didominasi oleh berbagai universitas dan lembaga riset dunia.
Riset FIA UB Hadirkan Perspektif Indonesia dalam Percakapan Global

Pada kesempatan tersebut, Fadillah Putra mempresentasikan penelitian mengenai penguatan kapasitas kebijakan (policy capacity) dalam menghadapi tantangan pembangunan di negara berkembang. Penelitian tersebut mengangkat pengalaman Indonesia sebagai pijakan untuk menjelaskan bagaimana kualitas kebijakan publik dapat diperkuat melalui pendekatan yang lebih inklusif, adaptif, dan mampu menjawab dinamika sosial yang terus berkembang.
“Forum ini memberikan kesempatan untuk mempertemukan pengalaman Indonesia dengan berbagai perspektif internasional sehingga pengembangan kebijakan publik dapat diperkaya melalui pembelajaran lintas negara,” ujar Fadillah Putra, Ph.D.
Lebih dari sekadar memaparkan hasil penelitian, keikutsertaan tersebut membuka ruang pertukaran gagasan dengan para pakar kebijakan publik dunia. Berbagai masukan yang diperoleh memperkaya pengembangan riset FIA UB sekaligus memperluas peluang kolaborasi akademik internasional yang berorientasi pada penyelesaian persoalan kebijakan publik secara komparatif.
Kontribusi Akademisi FIA UB Perkuat Reputasi Riset di Tingkat Internasional
Partisipasi dalam IWPP 2026 menjadi indikator bahwa riset yang dikembangkan akademisi FIA UB memiliki relevansi dan daya saing pada level internasional. Kehadiran FIA UB dalam forum ilmiah bergengsi tersebut mempertegas kapasitas fakultas dalam menghasilkan kajian yang tidak hanya berkontribusi bagi pengembangan ilmu administrasi publik di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan akademik global mengenai tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik.
Eksposur terhadap jejaring akademik internasional memperluas peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan inovasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dampaknya tidak berhenti pada penguatan reputasi institusi, tetapi juga memperkaya ekosistem akademik FIA UB melalui transfer pengetahuan, metodologi riset mutakhir, serta perspektif global yang relevan dengan tantangan pembangunan nasional.
Lebih dari itu, Keikutsertaan Fadillah Putra, Ph.D. dalam IWPP 2026 didukung melalui Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya Tahun 2026, sebagai bagian dari komitmen Universitas Brawijaya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui program ini, dosen didorong untuk mendiseminasikan hasil riset pada forum ilmiah bereputasi dunia, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan kontribusi keilmuan Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Komitmen tersebut selaras dengan upaya FIA UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi berbasis riset, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pengembangan tata kelola dan kebijakan publik yang efektif, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui perluasan kemitraan akademik internasional yang mendorong lahirnya inovasi dan solusi bagi pembangunan berkelanjutan.






