FIA UB Holds Coaching Clinic on Article Writing for Scopus-Indexed Journals with Assoc. Prof. Ferry Jie, PhD

Share to:

Kegiatan Coaching Clinic bertajuk “Writing Articles for Scopus Indexed Journals”

Malang, 30 Desember 2025 – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas riset dan publikasi internasional melalui kegiatan Coaching Clinic bertajuk “Writing Articles for Scopus Indexed Journals”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa (30/12/2025) ini bertempat di Auditorium Lantai 11 FIA UB dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa pascasarjana dari berbagai program studi.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembekalan sekaligus pendampingan akademik guna meningkatkan kualitas naskah ilmiah, baik dari sisi substansi, sistematika penulisan, maupun kesesuaian dengan standar jurnal internasional bereputasi. Melalui coaching clinic ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses penulisan dan publikasi artikel pada jurnal terindeks Scopus.

Acara dibuka oleh Agung Nugroho Luthfi Imam Fahrudi, M.Bus.Sys.Pro., Ph.D., selaku Ketua Pelaksana sekaligus Sekretaris Departemen FIA UB. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan narasumber serta menyampaikan alur kegiatan coaching clinic yang dirancang interaktif dan aplikatif.

Sebagai narasumber utama, kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Ferry Jie, PhD dari Edith Cowan University (ECU), Australia. Pada sesi pemaparan, narasumber menyampaikan strategi penyusunan naskah ilmiah agar selaras dengan standar jurnal internasional bereputasi, khususnya jurnal terindeks Scopus hingga kuartil Q1. Peserta diajak memahami pentingnya menyesuaikan topik penelitian dengan scope jurnal, serta mengenali ekspektasi editor dan reviewer dalam menilai sebuah artikel.

Narasumber menekankan bahwa artikel yang kuat berangkat dari latar belakang penelitian yang jelas dan fokus, didukung oleh tinjauan pustaka yang relevan dan mutakhir, desain dan metode penelitian yang solid, kualitas data yang memadai, serta kontribusi teoritis dan praktis yang tegas. Selain aspek substansi, cara penyajian tulisan juga menjadi perhatian penting, karena artikel yang disusun secara logis, jelas, dan ringkas akan lebih mudah dipahami dan dinilai meyakinkan.

Pada sesi berikutnya, dibahas secara khusus mengenai konsep novelty atau kebaruan dalam riset. Dijelaskan bahwa kebaruan tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi dapat diwujudkan melalui pengembangan teori atau model, penerapan metodologi baru, penggunaan konteks atau data empiris yang berbeda, maupun penggabungan gagasan yang sudah ada secara inovatif. Kebaruan tersebut perlu ditunjukkan secara konsisten mulai dari latar belakang, perumusan masalah, hingga pembahasan dan implikasi penelitian.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai faktor-faktor yang kerap memicu desk rejection, seperti ketidaksesuaian topik dengan scope jurnal, lemahnya pengembangan teori dan literatur, kelemahan pada metode dan analisis, serta implikasi penelitian yang belum tergambar jelas. Oleh karena itu, peserta didorong untuk menuliskan kontribusi penelitian secara eksplisit dan memastikan naskah benar-benar relevan dengan jurnal yang dituju.

Pada bagian tips submission, narasumber memberikan arahan praktis mulai dari penentuan target jurnal yang tepat, mempelajari panduan penulisan dan artikel-artikel terbaru pada jurnal tujuan, hingga memastikan kerapian format dan kualitas bahasa sebelum pengiriman naskah. Langkah-langkah ini ditekankan sebagai upaya strategis untuk meminimalkan penolakan dini yang sebetulnya dapat dihindari.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Beberapa isu yang dibahas antara lain peluang diskon biaya publikasi, pemilihan data yang layak untuk diolah menjadi artikel, serta etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan ilmiah. Narasumber menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan proses berpikir ilmiah atau pembuatan data, namun dapat dimanfaatkan secara terbatas untuk membantu perbaikan bahasa, pengecekan tata bahasa, dan proses terjemahan. Selain itu, dibahas pula etika penarikan naskah dari jurnal, yang pada prinsipnya dimungkinkan selama dilakukan secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan coaching clinic ini, FIA UB berharap peserta semakin siap menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas dan kompetitif di tingkat internasional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FIA UB dalam membangun budaya riset dan publikasi yang unggul, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas akademisi, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi akademik internasional.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University