FIA UB Gelar Pelatihan Psychological First Aid

Share to:

MALANG (18/6) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan Psychological First Aid (PFA) Training pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Gedung B Lantai 2. Kegiatan yang difasilitasi oleh Riliv ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika terpilih sebagai bagian dari penguatan literasi kesehatan mental di lingkungan kampus.

Pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang menempatkan isu kesehatan mental sebagai bagian penting dalam tata kelola akademik. Di tengah dinamika aktivitas mahasiswa yang semakin kompleks, kemampuan memahami kondisi psikologis menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari peran pendampingan di lingkungan pendidikan tinggi.

Penguatan Peran Institusi dalam Kesehatan Mental

Acara dibuka oleh Wakil Dekan II FIA UB, Dr. Saparila Worokinasih, S.Sos., M.Si., yang menekankan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda penguatan kapasitas dosen terpilih dalam memahami isu mental health melalui kerja sama dengan Riliv. Dalam sambutannya, beliau yang menekankan bahwa dinamika akademik dan berbagai aktivitas mahasiswa perlu diimbangi dengan kemampuan pengelolaan emosi dan pendampingan yang tepat.

“Banyaknya kegiatan mahasiswa independen yang cukup dominan menunjukkan bahwa terdapat berbagai aktivitas yang sebenarnya dapat dikelola dengan lebih baik. Kondisi kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh aspek akademik, dan sebaliknya dinamika akademik juga dapat berdampak pada kesehatan mental mahasiswa. Karena itu, kami berharap sekretaris program studi dapat memiliki kedekatan emosional dengan mahasiswa sebagai wadah pendampingan dan penguatan mental awareness di lingkungan akademik.”

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran sivitas akademika, khususnya pengelola program studi, sebagai garda terdepan dalam membangun ruang aman dan suportif bagi mahasiswa untuk mengenali serta mengelola tantangan psikologis yang dihadapi selama menjalani proses pendidikan tinggi.

Pembekalan PFA untuk Menguatkan Dukungan Psikososial

Setelah sesi pembukaan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui kondisi kesehatan mental selama satu minggu terakhir. Tes ini menggunakan instrumen DAS-21 yang terdiri atas 21 pertanyaan untuk memetakan kondisi psikologis peserta secara lebih terukur. Tahap ini menjadi bagian awal dari mental health survey yang membantu melihat gambaran umum kondisi mental civitas akademika sebelum memasuki sesi materi utama.

pengisian pretest oleh civitas akademika

Setelah sesi skrining, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking untuk menciptakan suasana yang lebih cair, partisipatif, dan terbuka. Momen ini memperkuat kenyamanan peserta sebelum memasuki materi inti, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan terhadap isu kesehatan mental juga membutuhkan ruang interaksi yang hangat dan tidak kaku.

Prita Yulia Maharaani, M.Psi., Psikolog

Dilanjutkan dengan materi utama yang disampaikan oleh fasilitator Riliv, Prita Yulia Maharaani, M.Psi., Psikolog, yang menjelaskan bahwa Psychological First Aid merupakan pendekatan dukungan psikososial dan psikoedukasi yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi yang berpotensi memunculkan tekanan psikologis. Pendekatan ini berfokus pada upaya membantu individu merasa didengar, memperoleh rasa aman, serta mampu kembali mengenali sumber daya yang dimiliki untuk mengambil keputusan dan menghadapi situasi yang dihadapi.

“PFA bukan tentang menjadi psikolog, tetapi tentang menjadi manusia yang hadir secara tepat ketika orang lain sedang berada dalam kondisi rentan.” terang Prita Yulia.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan mengenali gejala awal gangguan kesehatan mental, memahami prinsip-prinsip pendampingan yang empatik dan non-stigmatis, serta mempraktikkan teknik sederhana seperti latihan pernapasan untuk membantu mengelola emosi dan menurunkan respons stres. Kompetensi tersebut memperkuat peran dosen, tenaga kependidikan, dan sekretaris program studi dalam memberikan respons awal yang tepat sebelum mahasiswa memperoleh pendampingan lebih lanjut dari tenaga profesional. Ibu Prita menegaskan,

Komitmen FIA UB Mewujudkan Kampus yang Peduli Kesejahteraan Mental

Implementation Psychological First Aid Training di FIA UB sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan literasi kesehatan mental, serta SDG 4: Quality Education melalui terciptanya lingkungan akademik yang lebih inklusif, suportif, dan berorientasi pada kesejahteraan sivitas.

Kegiatan ini menegaskan komitmen FIA UB dalam membangun budaya kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap kesehatan mental sebagai fondasi penting bagi ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University