MALANG, 4 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menerima kunjungan pimpinan dan tim Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung B. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) mengenai pengembangan tata kelola program studi, strategi internasionalisasi, hingga pencapaian akreditasi unggul dan bereputasi internasional.
Kunjungan diawali dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik FIA UB, Dr. Fadillah Amin M.AP.,Ph.D., yang memaparkan perkembangan Universitas Brawijaya dan FIA UB sebagai fakultas yang seluruh program studinya telah meraih akreditasi unggul sekaligus memperoleh pengakuan internasional. Ia juga memperkenalkan pengembangan akademik terbaru melalui pembukaan dua program studi di Kampus Jakarta, yakni Magister Administrasi Publik (MAP) Jakarta dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik Uniska, Dr. Iswiyati Rahayu, M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperluas wawasan mengenai strategi membangun fakultas yang adaptif, berdaya saing, serta mampu mencapai akreditasi unggul dan internasional.
“Kami ingin memperoleh insight mengenai bagaimana FIA UB membangun fakultas yang kokoh, sekaligus memahami langkah-langkah strategis menuju akreditasi unggul dan pengakuan internasional,” ujar Dr. Iswiyati Rahayu, M.Si.
FIA UB Perkuat Reputasi Melalui Ekosistem Akademik Berstandar Global
Dalam sesi pemaparan, Dr. Fadillah Amin menjelaskan secara komprehensif perkembangan FIA UB mulai dari struktur departemen, program studi, hingga penguatan kapasitas akademik yang terus dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu indikator internasionalisasi yang menjadi perhatian ialah meningkatnya jumlah mahasiswa asing, khususnya pada jenjang Magister Administrasi Publik yang pada tahun ini didominasi sekitar 28 mahasiswa internasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan bahwa kualitas akademik tidak lagi hanya diukur dari akreditasi nasional, tetapi juga dari kemampuan institusi membangun ekosistem pembelajaran yang dipercaya oleh masyarakat global.

Pada sesi berikutnya, Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik FIA UB, Dr. Alfi Haris SAP., M.AP., MMG., memaparkan strategi pengembangan program studi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi lulusan, serta perluasan jejaring internasional.
Paparan tersebut mencakup visi dan misi fakultas, profil lulusan, kebijakan matrikulasi, hingga berbagai capaian akreditasi seperti AQAS, BAN-PT, dan LAMSPAK. Selain itu, dijelaskan pula berbagai strategi peningkatan mutu melalui pembaruan kurikulum secara berkala, pelaksanaan pelatihan dan workshop bagi dosen maupun mahasiswa, pengembangan sertifikasi kompetensi, program magang, field trip akademik, serta pemetaan dan pengembangan keahlian dosen.
Penguatan kualitas akademik juga didukung melalui jejaring internasional yang telah terbangun bersama berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Burapha University (Thailand), Universiti Utara Malaysia, Tohoku University (Jepang), National Graduate Institute for Policy Studies/GRIPS (Jepang), Universidade de Brasília (Brasil), University of Trento (Italia), Bandırma Onyedi Eylül University (Turkiye), Tarlac University (Filipina), hingga Seoul National University (Korea Selatan).
Berbagai kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kelas internasional, program linkage, pertukaran akademik, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga pengiriman mahasiswa setiap tahun sebagai bagian dari implementasi kerja sama internasional. Di samping itu, MAP FIA UB juga mengembangkan berbagai program inovatif seperti Fast Track Program, Affirmative Program, serta skema co-funding And cost sharing bersama institusi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana yang berkualitas.
Berbagi Praktik Baik untuk Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi
Diskusi yang berlangsung secara interaktif memperlihatkan bahwa transformasi pendidikan tinggi memerlukan sinergi antarinstitusi dalam berbagi pengalaman, inovasi tata kelola, serta strategi peningkatan mutu. Pertukaran praktik baik seperti ini mempercepat adopsi kebijakan akademik yang relevan, memperkuat budaya penjaminan mutu, serta mendorong peningkatan daya saing program studi secara berkelanjutan.
Melalui forum kolaboratif tersebut, FIA UB kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi yang terbuka terhadap kemitraan strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi. Semangat berbagi pengetahuan dan penguatan jejaring akademik ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menciptakan inovasi dan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.








