MALANG (9/6) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) mengikuti kegiatan Asesmen Lomba Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi budaya keselamatan kerja dan lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi dalam mendukung terciptanya tata kelola kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemutaran video K3L yang memberikan pengantar terkait pentingnya penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam aktivitas akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan FIA UB, Saparila worokinasih, S.Sos, M.Si, Ph.D., menegaskan bahwa pelaksanaan K3L memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap pentingnya budaya kerja yang aman.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah bagaimana kita ikut serta berperan dalam menghidupkan semangat kerja dan budaya kerja yang penuh dengan awareness keselamatan kerja,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa FIA UB secara berkelanjutan terus melakukan berbagai upaya perbaikan, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan serta penguatan sarana dan prasarana penunjang keselamatan kerja di lingkungan fakultas.
Penilaian dan Penguatan Sistem K3L di Lingkungan Kampus
Kegiatan asesmen juga melibatkan proses penilaian dan verifikasi oleh tim Universitas Brawijaya. Dalam proses tersebut, aspek yang dinilai tidak hanya mencakup kelengkapan dokumen, tetapi juga implementasi budaya keselamatan kerja dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan fakultas.

Kepala Divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan. Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes., ASEAN Eng., IPU., menekankan bahwa kegiatan asesmen merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kampus. Beliau juga menegaskan pentingnya konsistensi antara dokumen, prosedur, dan implementasi di lapangan sebagai bagian dari standar pengelolaan K3 di perguruan tinggi.

Hasil asesmen menunjukkan adanya peningkatan capaian yang signifikan dalam implementasi K3L di lingkungan FIA UB. Beberapa indikator yang sebelumnya berada pada kategori mayor dan minor telah berhasil ditingkatkan menjadi sesuai standar.
Dari total 49 indikator yang dievaluasi, sebanyak 45 indikator telah dinyatakan memenuhi standar atau melampaui target yang ditetapkan. Capaian tersebut menunjukkan adanya penguatan sistem manajemen K3L yang semakin terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan FIA UB.
Selain itu, berbagai aspek pendukung seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) serta pengelolaan fasilitas penyimpanan juga telah dinyatakan sesuai standar dalam asesmen lapangan. Peningkatan ini menjadi indikator penting dalam penguatan budaya keselamatan kerja di lingkungan fakultas.
Capaian tersebut menegaskan komitmen FIA UB dalam memperkuat implementasi sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi di lingkungan kampus. Penguatan K3L tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan standar institusional, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam membangun budaya kerja yang aman dan berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola.
Upaya ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), melalui penguatan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.