MALANG — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat langkah menuju World Class University. Melalui Departemen Administrasi Bisnis, FIA UB mengintegrasikan perspektif global ke dalam standar evaluasi akademik dengan menghadirkan dosen tamu internasional, Dr. Alvin Gino M. Bautista dari Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, sebagai anggota dewan penguji skripsi pada Kamis (16/4) menjadi langkah nyata dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan yang berorientasi global.

Dialog Kritis: Membedah Relevansi Bisnis Melalui Perspektif Global
Suasana akademik di ruang ujian terasa lebih dinamis saat Dr. Alvin bergabung dengan tim penguji internal yang terdiri dari Drs. Wiyata, M.AB., Ph.D. selaku dosen pembimbing, serta Dr. Drs. Riyadi, M.Si., Hanifa Maulani Ramadhan, S.AB., M.AB., dan Zaki Alif Ramadhani, S.Par., M.Par. Kehadiran pakar dari NEUST ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya institusi untuk menyuntikkan standar evaluasi internasional ke dalam kurikulum lokal.
Mahasiswa Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis, Indah Adhania Sriwandini, tampil percaya diri mempresentasikan risetnya yang berjudul “Peran Influencer Credibility dan Parasocial Relationship pada Brand Advocacy melalui Perceived Safety sebagai Variabel Intervening dan Warm Glow sebagai Variabel Moderator”.

Momen paling krusial terjadi saat Dr. Alvin melontarkan pertanyaan tajam yang menguji ketajaman nalar bisnis Indah.
“How does your research contribute to practical business solutions beyond academic theory?” tanya Dr. Alvin.
Pertanyaan ini menantang Indah untuk membuktikan bahwa risetnya bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas, melainkan solusi aplikatif bagi industri kecantikan di Indonesia. Indah pun berhasil menjawab dengan memaparkan implikasi konkret bagi para praktisi pemasaran dalam mengoptimalkan peran influencer.
Pengalaman Tak Terlupakan bagi Mahasiswa
Bagi Indah, menghadapi penguji mancanegara merupakan tantangan yang justru memicu kebanggaan tersendiri. Ia merasa proses evaluasi ini telah bertransformasi menjadi diskusi strategis tingkat tinggi.

“Bagi saya tantangan ini sebagai bentuk kepercayaan dari Fakultas terhadap kualitas riset yang saya kerjakan. Justru karena adanya perspektif internasional ini, saya merasa proses ujian ini naik level dari sekadar evaluasi akademik menjadi diskusi strategis yang sangat berbobot,” ujar Indah dengan antusias. Ia menambahkan bahwa masukan Dr. Alvin memaksanya untuk berpikir lebih kritis, tidak hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai calon profesional yang siap terjun ke industri nyata.
Mendukung SDG 4: Investasi Pendidikan Berkualitas di FIA UB
Drs. Wiyata, M.AB., Ph.D. menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari visi jangka panjang fakultas untuk mewujudkan join supervision dengan mitra luar negeri. “Ke depan kami berharap ada lebih banyak kerjasama internasional dan program exchange ini tidak hanya sebatas mahasiswa saja namun juga join supervision yaitu dosen luar menjadi pembimbing mahasiswa kita, dan sebaliknya dosen UB menjadi pembimbing mahasiswa universitas di luar negeri,” ungkapnya.
Langkah inovatif ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Dengan menghadirkan atmosfer internasional dalam ujian skripsi, FIA UB tidak hanya meningkatkan standar pendidikan, tetapi juga memastikan lulusannya memiliki daya saing dan pola pikir global (global mindset) yang dibutuhkan di era disrupsi saat ini. Kegiatan yang juga merupakan bagian dari program inbound NEUST ke FIA UB ini mempertegas posisi fakultas sebagai lingkungan akademik yang inklusif dan progresif.