MALANG (2/6) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang tangguh melalui gelaran Bazar Scale Up 2026. Berlangsung pada 2 Juni 2026 di Lobby Gedung E lantai 1, kegiatan tahunan ini menjadi wadah akselerasi bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan teori administrasi bisnis ke dalam praktik riil. Didukung penuh oleh Entrepreneur Innovation (EI) Lab, kegiatan ini tidak hanya sekadar transaksi jual-beli, melainkan sebuah laboratorium hidup di mana mahasiswa diberikan keleluasaan penuh untuk mengelola proyek bisnis, mulai dari pendanaan, perencanaan desain, hingga manajemen operasional produk.

Keseluruhan proses ini didahului dengan sesi mentoring intensif sejak 23 Mei lalu dan pembentukan komunitas diskusi bersama praktisi bisnis, memastikan bahwa setiap kelompok yang terdiri dari 45 tim ini memiliki fondasi yang kuat sebelum terjun ke pasar.
Menciptakan Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Sarjana
Kegiatan ini merepresentasikan perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi di Indonesia, sebagaimana ditegaskan oleh dosen pengampu mata kuliah administrasi bisnis, Bapak Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos., M.A.B. Menurutnya, output pendidikan saat ini harus relevan dengan kebutuhan zaman yang menuntut kemandirian ekonomi.
“Tujuan diadakannya acara ini adalah supaya mahasiswa tidak hanya mencari lapangan pekerjaan tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan spirit kemendikbud sejak 2005 yang menekankan bahwa perguruan tinggi harus mencetak lebih dari sekadar sarjana, namun individu dengan output kompetensi praktis yang siap berdaya saing,” ujarnya.
Melalui uji kelayakan prototipe yang ketat sebelum produk dipasarkan, mahasiswa diajarkan untuk memahami nilai strategis dari sebuah ide bisnis agar layak jual dan memberikan solusi bagi masyarakat.
Sinergi Strategis dan Manajemen Bisnis di Lapangan
Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kemampuan koordinasi dan manajemen prioritas para peserta. Haura Khansa, ketua pelaksana sekaligus mahasiswa angkatan 2024, mengungkapkan bahwa tantangan utama adalah menyelaraskan visi 45 kelompok yang memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda. Namun, hal ini justru menjadi medium pembelajaran yang krusial. Haura menuturkan bahwa benefit terbesar yang dirasakan adalah
“memperluas relasi terutama bisa berkenalan dengan owner FnB yang juga sekaligus alumni FIA, terus meningkatkan kemampuan berbisnis, serta melatih skill bekerjasama dan koordinasi.”
Sebagai bukti efektivitas strategi pemasaran yang diterapkan, produk Mochi Do milik Haura berhasil terjual habis dalam waktu singkat berkat pemanfaatan komunitas daring dan media sosial dalam membangun brand awareness sebelum produk diluncurkan.
Inovasi Produk Berbasis Kesadaran Sosial
Salah satu sorotan menarik dalam Bazar Scale Up tahun ini adalah munculnya produk-produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki misi sosial. Sasa, mahasiswa angkatan 2024 dan pemilik produk Kebab Ubi Ungu, menjadi contoh nyata bagaimana riset pasar dapat melahirkan inovasi. Berangkat dari keresahan mengenai rendahnya konsumsi serat dan tingginya ketergantungan masyarakat pada makanan cepat saji, ia menghadirkan alternatif kudapan yang tinggi serat, kaya protein, serta bebas gluten dengan menggunakan tepung mocaf. Keberhasilan produknya yang hampir habis terjual membuktikan bahwa inovasi produk yang menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat memiliki potensi pasar yang sangat tinggi, melampaui sekadar tren sesaat.

Melalui keberlanjutan program Bazar Scale Up, FIA UB secara konsisten berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini menjadi wahana konkret dalam mendukung SDG 4, yakni penyediaan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri, serta SDG 8 yang berfokus pada pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dengan membekali mahasiswa keterampilan wirausaha yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada pasar, FIA UB tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga membentuk generasi penggerak ekonomi masa depan yang mampu menciptakan kemandirian finansial serta memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.