MALANG – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menerima kunjungan edukasi dari institusi pendidikan menengah tanah air. Kali ini, sebanyak 114 siswa dan 10 guru pendamping dari SMA IT Insantama Bogor hadir memadati Aula Gedung A FIA UB pada Rabu (6/5). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Kepemimpinan Manajemen Akhir (LKMA) yang menjadi program unggulan sekolah tersebut dalam mencetak calon pemimpin masa depan.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua LKMA, Bapak Dito Alfarizi, S.Pd. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa pemilihan FIA UB sebagai destinasi kunjungan didasari oleh reputasi besar fakultas ini dalam bidang manajemen dan kebijakan publik.
“Kami datang membawa misi kepemimpinan bagi para siswa. Kami merasa FIA UB adalah tempat yang sangat tepat bagi siswa kami untuk menyerap ilmu kepemimpinan dan manajemen secara langsung dari ahlinya” tutur Bapak Dito.
Menanggapi hal tersebut, Ibu Windah Fashihah, S.Pd., MM., selaku Staf Ahli Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan, menyambut baik antusiasme para siswa. Beliau menegaskan komitmen FIA UB sebagai fakultas ilmu administrasi tertua dan pionir di Indonesia untuk terus membuka pintu bagi talenta muda.

“Kami sangat senang dengan kehadiran adik-adik dari SMA IT Insantama. Melalui kunjungan ini, kami berharap para siswa bisa lebih mengenal lingkungan akademik kami dan mempersiapkan diri dengan matang untuk menjadi bagian dari keluarga besar FIA UB di masa depan,” tutur Ibu Windah dalam sambutannya.
Mengenal Keunggulan Akademik: Dari OBE hingga Diferensiasi Ilmu
Sesi inti acara dipandu oleh Duta FIA, Birgita Joy Clarissa, yang memaparkan materi detail mengenai keunggulan fakultas. Birgita menjelaskan mengenai penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menjadi standar internasional di FIA UB. OBE merupakan sistem pendidikan yang fokus pada capaian pembelajaran konkret, memastikan lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang siap pakai di industri global.

Selain itu, Birgita meluruskan persepsi umum yang sering menyamakan Ilmu Administrasi dengan Manajemen secara sempit. Ia menekankan bahwa di FIA, cakupan studinya jauh lebih luas, mencakup kebijakan publik, tata kelola organisasi, hingga bisnis internasional dengan fondasi administrasi yang kuat. Sesi ini juga menampilkan profil alumni sukses yang telah berkiprah di level nasional maupun internasional, semakin memicu minat siswa untuk melanjutkan studi di UB.
Antusiasme Siswa dan Komitmen terhadap SDGs & Green Campus

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis ketika para siswa mulai menanyakan kaitan antara kurikulum sekolah mereka yang mengusung tema pengolahan limbah (waste management) dengan kebijakan di kampus FIA. Menanggapi hal tersebut, Birgita menjelaskan komitmen FIA dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
“FIA UB secara aktif telah menerapkan prinsip UB Green Campus. Kami meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan fakultas, menyediakan titik-titik pengelolaan sampah yang terintegrasi, serta mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam operasional harian kampus. Hal ini sejalan dengan komitmen global SDGs untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan,” tegas Birgita di hadapan para siswa.
Kegiatan ditutup dengan presentasi singkat dari perwakilan siswa mengenai program LKMA mereka, diikuti dengan sesi Campus Tour. Didampingi oleh Duta FIA, para siswa berkeliling melihat fasilitas modern yang dimiliki FIA UB.

Melalui kunjungan ini, FIA UB kembali membuktikan perannya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi lintas generasi untuk mencetak pemimpin masa depan yang berwawasan global dan peduli pada keberlanjutan lingkungan.