Jadi Kiblat Ilmu Administrasi, FIA UB Sambut Kunjungan SMA Islam PB Soedirman

Bagikan Ke:

MALANG (18/5) — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali mengukuhkan posisinya sebagai kiblat pendidikan administrasi yang unggul, berdaya saing, dan adaptif. Atmosfer akademik yang dinamis dan interaktif langsung terasa saat FIA UB menyambut hangat kunjungan studi dari 100 siswa-siswi serta guru pendamping SMA Islam PB Soedirman Cijantung, Jakarta Timur, di Aula Gedung C Lantai 3 pada Senin (18/5/2026).

jajaran Staf Ahli Wakil Dekan III dan perwakilan dari SMA Islam PB Soedirman

Langkah awal para siswa ini disambut hangat oleh Ibu Windah Fashihah, S.Pd., MM., selaku Staf Ahli Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan. Kehadiran ratusan pasang mata yang penuh rasa ingin tahu tersebut menjadi bukti nyata bahwa daya tarik FIA UB telah melintasi batas wilayah.

Duta Egi memandu acara kunjungan siswa

Interaksi dinamis mulai terbangun saat Duta FIA UB, Egi dan Defri, para siswa diajak menyelami lebih dalam keunggulan fakultas, khususnya penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang telah berstandar internasional. Kurikulum ini tidak sekadar berfokus pada tumpukan teori di dalam kelas, melainkan pada capaian pembelajaran konkret yang adaptif dengan kebutuhan industri global. Untuk mendukung produktivitas mahasiswa, FIA UB juga memamerkan fasilitas modern yang sangat lekat dengan gaya hidup generasi muda saat ini, salah satunya adalah co-working space internal. Fasilitas ini didesain agar mahasiswa memiliki ruang diskusi yang nyaman tanpa harus merogoh kocek di coffee shop luar kampus.

sesi diskusi terbuka tanya jawab antara siswa dengan Duta FIA

Suasana kunjungan semakin hidup dan interaktif ketika memasuki sesi diskusi terbuka. Banyak siswa secara kritis menanyakan kiat sukses menembus seleksi masuk jalur SNBP (dahulu SNMPTN) serta keunggulan spesifik yang ditawarkan oleh kampus ini. Menanggapi pertanyaan tersebut, Duta Defri memberikan penjabaran komprehensif mengenai pentingnya penguatan pada mata pelajaran sosiologi, ekonomi, dan sejarah, sekaligus menegaskan posisi prestisius FIA UB di ranah nasional.

“Adik-adik perlu bangga karena FIA UB ini bisa dikatakan sebagai kiblatnya ilmu administrasi sekaligus fakultas administrasi tertua di Indonesia. Kualitas kita sangat siap disejajarkan dengan kampus-kampus TOP lainnya. Untuk memastikan kenyamanan belajar, FIA UB juga memiliki BKM (Badan Konseling Mahasiswa) serta ULTKSP (Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan) sebagai wadah protektif demi mencegah tindakan senioritas maupun bullying,” papar Defri meyakinkan para siswa.

Defri juga menekankan pentingnya menyeimbangkan antara prestasi akademik dan keaktifan berorganisasi demi melatih kemampuan public speaking serta memperluas koneksi.

Langkah SMA Islam PB Soedirman mengarahkan radar orientasinya jauh ke Malang tentu bukan tanpa alasan. Pihak sekolah sengaja memajukan jadwal kunjungan rutin tahunan ini ke kelas 11 guna mengantisipasi padatnya jadwal Tes Kompetensi Akademik (TKA) saat mereka menginjak kelas 12 nanti. Ibu Hana, selaku Guru Pendamping mata pelajaran Ekonomi, menegaskan bahwa sekolah ingin membuka cakrawala berpikir siswa agar pilihan karier mereka lebih bervariasi.

“Kami ingin memotivasi anak-anak dan mengenalkan dunia kampus secara lebih luas, sehingga pilihan universitas dan penjurusan karier mereka lebih beragam, tidak hanya terfokus di Jabodetabek saja atau melulu ke UI. Ini adalah kunjungan kedua kami ke Universitas Brawijaya setelah sebelumnya pada November 2025 lalu. UB dipilih karena rekam jejak alumni kami sudah banyak yang sukses menempuh studi di sini. Lokasinya pun masih berada di Pulau Jawa, sehingga orang tua tidak perlu khawatir saat melepas anaknya merantau demi mengejar pendidikan berkualitas,” urai Ibu Hana secara komprehensif.

Paparan yang interaktif dan humanis dari civitas akademika FIA UB terbukti sukses mengubah cara pandang para siswa. Digisya, salah satu perwakilan siswa, tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya setelah mendapatkan banyak insight baru mengenai dunia administrasi modern.

“Kunjungan ini benar-benar membuka mata saya! Akhirnya saya tahu sekaya apa kegiatan kemahasiswaan di sini dan bagaimana sejarah hebat fakultas ini sebagai kiblat kampus lain. Saya pun semakin tertarik karena adanya program OBE. Bagi saya, metode itu sangat penting karena pembelajarannya tidak membosankan dan berbasis praktik, sehingga kami bisa langsung adaptif dengan permintaan pasar kerja setelah lulus nanti,” ungkap Digisya penuh antusias.

Kegiatan kunjungan yang berlangsung dinamis dan penuh dialog ini menjadi refleksi nyata dari komitmen FIA UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Melalui keterbukaan informasi, kurikulum global yang adaptif, serta penyediaan ruang belajar yang aman dan inklusif, FIA UB terus melangkah pasti dalam mencetak generasi emas yang unggul, berkarakter, dan siap berdaya saing di panggung internasional.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya