Market Signal MMPT FIA UB: Arah Baru Kurikulum Berbasis Kebutuhan Global

Bagikan Ke:

Malang (17/6) – Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya terus memperkuat arah pengembangan kurikulumnya melalui kegiatan Market Signal yang menghadirkan pakar, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa. Forum ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penyusunan strategi pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi nasional maupun global.

Dalam forum tersebut, berbagai pandangan, masukan, serta refleksi kritis disampaikan oleh para pakar, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa terkait relevansi kurikulum Magister Manajemen Pendidikan Tinggi di tengah dinamika perubahan pendidikan tinggi yang berlangsung cepat. Diskusi tidak hanya menyoroti capaian yang telah ada, tetapi juga mengidentifikasi tantangan strategis yang dihadapi program studi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan mampu merespons kebutuhan global. Beragam perspektif ini kemudian menjadi dasar penting dalam merumuskan arah pengembangan kurikulum ke depan.

Pembaruan Kurikulum Berbasis OBE dan Tantangan Global

Forum Market Signal menghasilkan rekomendasi agar Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT) FIA UB melakukan penyempurnaan kurikulum secara menyeluruh dengan menjadikan Outcome-Based Education (OBE) sebagai landasan utama pengembangan pembelajaran. Penyelarasan visi keilmuan, profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen dipandang menjadi langkah strategis dalam membangun program studi yang responsif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi masa depan.

pemaparan sesi diskusi oleh narasumber

Pakar UPI Bandung, Prof. Dr. Hj. Aan Komariah, M.Pd., menilai bahwa identitas keilmuan MMPT perlu diperkuat agar memiliki karakteristik yang jelas dan mampu menjawab tantangan global pendidikan tinggi.

“Visi keilmuan harus menunjukkan identitas dan kekhasan program studi, berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, memiliki wawasan masa depan, serta relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

Penguatan Mata Kuliah Strategis Pendidikan Tinggi

Ke depan, kurikulum MMPT direkomendasikan untuk memasukkan mata kuliah yang lebih spesifik terhadap isu-isu strategis pendidikan tinggi, seperti Higher Education Governance, Quality Assurance and Accreditation, Internationalization of Higher Education, Digital Transformation in Higher Education, Sustainability in Higher Education, pemanfaatan AI dalam pengelolaan perguruan tinggi, serta pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).

Pakar UNY, Dwi Esti Andriani, S.Pd., M.Pd., M.EdSt., Ed.D., menegaskan bahwa lulusan magister pendidikan tinggi tidak lagi cukup hanya memahami aspek administrasi konvensional.

“Pengembangan kurikulum harus berorientasi pada kebutuhan pasar kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan tuntutan global pendidikan tinggi. Profil lulusan perlu diarahkan menjadi pemimpin, pengelola, konsultan, dan peneliti pendidikan tinggi yang mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan tantangan masa depan,” jelasnya.

Menghasilkan Agen Transformasi Perguruan Tinggi

Melalui pengembangan kurikulum tersebut, MMPT FIA UB menargetkan lahirnya lulusan yang memiliki kemampuan memimpin perubahan organisasi pendidikan tinggi, mengembangkan inovasi kelembagaan, memperkuat sistem penjaminan mutu, mengelola internasionalisasi perguruan tinggi, serta mengambil keputusan strategis berbasis data dan bukti.

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mendukung perguruan tinggi Indonesia dalam menghadapi dinamika global sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 4 (Quality Education), SDGs 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya