Tingkatkan Capaian IKU, FIA UB Gelar Rapat Pimpinan Bahas Perjanjian Kinerja 2026 dan Manajemen Risiko

SURABAYA, 27 Maret 2026 – Dalam upaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) pada Jumat, 27 Maret 2026. Mengambil tempat di Four Points Surabaya, agenda strategis ini difokuskan pada penyelarasan Perjanjian Kinerja (PK) tahun 2026 sekaligus mempertegas komitmen jajaran pimpinan fakultas dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Brawijaya.

Fokus Rapat Pimpinan FIA UB 2026: Sinergi dan Komitmen IKU

Keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi sangat bergantung pada sinergi antar lini. Rapat pimpinan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh jajaran pimpinan fakultas, departemen, hingga program studi di lingkungan FIA UB.

Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., yang memimpin langsung jalannya rapat, menegaskan bahwa pemenuhan IKU bukan sekadar target administratif, melainkan wujud nyata komitmen institusi terhadap kualitas pendidikan.

“Perjanjian Kinerja tahun 2026 ini adalah wujud nyata dari komitmen pimpinan untuk secara proaktif mendukung capaian IKU UB. Kita harus memastikan bahwa setiap langkah dan inovasi yang dilakukan di tingkat departemen hingga program studi selaras dengan visi besar universitas,” tegas Prof. Hamidah di sela-sela pembukaan Rapim.

Implementasi Aplikasi SEMAR dan Distribusi 30 Indikator Kinerja

Lebih detail dari segi teknis pelaksanaannya, rapat kerja ini secara khusus membahas implementasi Manajemen Risiko melalui pemanfaatan Aplikasi SEMAR. Digitalisasi manajemen risiko ini dinilai krusial untuk memitigasi kendala dalam pencapaian target kinerja.

Dalam pembahasan dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2026, telah disepakati bahwa pemenuhan target akan difokuskan pada empat sasaran strategis utama. Keempat sasaran tersebut kemudian dijabarkan ke dalam 30 indikator kinerja yang didistribusikan secara proporsional hingga ke tingkat departemen dan program studi.

Prof. Hamidah juga menyoroti titik-titik krusial yang perlu menjadi perhatian bersama. “Pemahaman yang komprehensif terhadap manual indikator sangatlah penting. Saya mendorong seluruh unit kerja untuk terus berinovasi guna meningkatkan capaian, khususnya pada indikator kelulusan tepat waktu, peningkatan sertifikasi mahasiswa, serta produktivitas publikasi ilmiah,” tambahnya.

Kontribusi FIA UB Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Langkah strategis FIA UB dalam merumuskan Perjanjian Kinerja 2026 ini tidak terlepas dari komitmen global institusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Fokus pada kelulusan tepat waktu, sertifikasi kompetensi mahasiswa, dan publikasi ilmiah berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education). Dengan memastikan mahasiswa lulus tepat waktu dan memiliki sertifikasi, FIA UB turut menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing, yang juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).

Di sisi lain, implementasi manajemen risiko melalui Aplikasi SEMAR dan komitmen pada tata kelola IKU yang transparan merupakan wujud dukungan FIA UB terhadap SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions). Melalui sistem kelembagaan yang adaptif dan akuntabel, FIA UB terus melangkah maju sebagai institusi yang berintegritas.

Rapat Pimpinan ini ditutup dengan kesepakatan pembagian target yang jelas bagi masing-masing unit, membawa optimisme baru bagi FIA UB untuk mengukir prestasi gemilang di tahun 2026.