Malang, 19 Mei 2026 – Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) Kampus Jakarta, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), kembali melahirkan doktor baru melalui pelaksanaan Ujian Akhir Disertasi mahasiswa peminatan Administrasi Bisnis, Juan Kasma. Ujian disertasi yang berlangsung di Ruang A2.2 FIA UB ini mengangkat isu strategis mengenai pengaruh karakteristik CEO terhadap sustainability report dan tax avoidance perusahaan, sebuah topik yang semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan transparansi, tata kelola perusahaan (corporate governance), serta praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Angkat Isu Sustainability Report dan Tax Avoidance Perusahaan
Sidang ujian akhir disertasi dipimpin oleh Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, M.Sc selaku pimpinan sidang, didampingi tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Kadarisman Hidayat, M.Si sebagai Promotor, Dr. Zahroh Z.A, M.Si sebagai Co-Promotor 1, dan Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D sebagai Co-Promotor 2. Ujian juga melibatkan penguji internal dan eksternal dari bidang administrasi bisnis, akuntansi, perpajakan, serta tata kelola organisasi.

Dalam forum akademik tersebut, Juan Kasma menyoroti bagaimana karakteristik CEO seperti usia (CEO age), masa jabatan (CEO tenure), dan latar belakang pendidikan memiliki pengaruh terhadap sustainability report perusahaan serta praktik tax avoidance pada perusahaan-perusahaan yang terindeks SRI KEHATI di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2024. Pembahasan ini menjadi penting karena kualitas kepemimpinan perusahaan dinilai semakin menentukan arah kebijakan bisnis, kepatuhan perusahaan, hingga tingkat akuntabilitas kepada publik.
“Sustainability report tidak lagi hanya dipandang sebagai dokumen pelengkap perusahaan, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membangun transparansi, kepercayaan publik, serta memperlihatkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan,” ungkap Juan Kasma saat memaparkan hasil disertasinya.
Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik CEO, khususnya masa jabatan pimpinan perusahaan, berpengaruh terhadap kualitas sustainability report. Sementara itu, faktor usia dan masa jabatan CEO juga ditemukan memiliki keterkaitan terhadap keputusan perusahaan dalam menjalankan praktik perpajakan.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa kepemimpinan perusahaan tidak hanya memengaruhi performa bisnis, tetapi juga berdampak pada transparansi perusahaan, tata kelola organisasi, dan akuntabilitas pelaporan keberlanjutan. Dalam konteks dunia usaha saat ini, perusahaan dituntut tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, melainkan juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Aspek environmental cost atau biaya lingkungan juga ditemukan memiliki pengaruh dalam memperkuat maupun memperlemah hubungan antara karakteristik pendidikan CEO terhadap praktik tax avoidance. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan perusahaan dapat menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan strategis organisasi, khususnya pada perusahaan yang mulai mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnisnya.
Dampak Bagi Dunia Industri dan Kebijakan Publik
Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, M.Sc, menegaskan bahwa riset pada jenjang doktor di FIA UB diarahkan untuk menghasilkan kontribusi keilmuan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan sektor industri dan kebijakan publik.
“FIA UB terus mendorong lahirnya riset doktoral yang relevan dengan tantangan global serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola organisasi, baik di sektor bisnis maupun sektor publik. Pendekatan berbasis bukti menjadi penting agar hasil akademik dapat diimplementasikan secara lebih luas,” jelasnya.
Berdasarkan hasil sidang, Juan Kasma dinyatakan lulus Ujian Disertasi Tertutup dan resmi menjadi Doktor ke-845 FIA UB. Dengan pengalaman profesional sebagai pimpinan Kantor Akuntan Publik (KAP) Juan Kasma dan Tritax Consulting, keilmuan yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat pengembangan praktik good corporate governance, sustainability report, transparansi pajak perusahaan, serta tata kelola bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Sejalan dengan itu, kajian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, as well as SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan transparansi perusahaan, praktik bisnis berkelanjutan, dan tata kelola organisasi yang lebih akuntabel.