Mencari
Tutup kotak telusur ini.

Tak Sekedar Pendamping, Brillyanes Sanawiri Didapuk Sebagai Juri di IBMC 2017

Bagikan Ke:

Brillyanes Sanawiri MBA tidak sekedar mendampingi keberangkatan Tim Olride Apps ke International Business Model Competition (IBMC) 2017. Dosen Jurusan Administrasi Bisnis FIA UB itu juga terpilih sebagai salah satu Juri dan Mentor di kompetisi start-up mahasiswa paling bergengsi di dunia itu. Sebagai salah satu motor penting dalam penyelenggaraan Espriex Business Model Competition (BMC) ASEAN yang dihelat oleh FIA UB, Brilly, panggilan akrabnya, mendapat pengakuan dari kalangan pegiat business modelling untuk turut memberikan materi kepada beberapa kelompok peserta IBMC 2017. Selain itu, penyelenggara IBMC 2017 juga mendapuknya menjadi salah satu juri di babak 40 besar sebelum menuju ke babak semifinal. 

Brillyanes Sanawiri (depan, paling kanan) bersama para juri dan mentor IBMC 2017 lainnya

Ditanya kesannya menjadi juri dan mentor pada kompetisi yang tahun ini berpusat di Silicon Valley, California, Amerika Serikat, Brilly mengaku mendapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Brilly merasa takjub menyaksikan bagaimana perusahaan-perusahaan start-up yang didirikan oleh mahasiswa dari berbagai penjuru dunia ini berlomba-lomba menyelesaikan beragam permasalahan sosial. Sebagian dari tim-tim tersebut, lanjut Brilly, berupaya mengangkat isu-isu sosial, sebagian lainnya mengangkat isu-isu komersial yang keduanya sama-sama membutuhkan solusi mendesak melalui pendekatan kewirausahaan. “Hal lain yang membuat saya kagum terhadap karya-karya mereka adalah kemampuan mereka dalam mengeksplorasi perkembangan IPTEK seperti Software Engineering, Neuroscience, Health-Tech, Virtual Reality, dan Drone Technology demi membangun solusi inovatifnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Laboratorium Kewirausahaan dan Inovasi di FIA UB itu.

Meskipun tim Olride Apps yang didampinginya gagal melaju hingga ke Babak 6 besar atau Final, Brilly tidak berkecil hati. Ia menganggap bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh oleh mahasiswa bimbingannya itu jauh lebih berharga daripada sebuah gelar kemenangan. “Dengan lolos ke semifinal kompetisi start-up paling bergengsi di dunia, ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan mahasiswa dari negara-negara lain,” ujar Brilly dengan mantap.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya

Lewati ke konten