Memperkuat Standar Akreditasi Unggul, LPTP FIA UB Pimpin Lokakarya Restrukturisasi Laboratorium di Jember

Bagikan Ke:

JEMBER (6/4) — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan taringnya sebagai pemimpin transformasi pendidikan di bidang sosial dan administrasi. Melalui Laboratorium Politik dan Tata Pemerintahan (LPTP), FIA UB hadir untuk mengawal standarisasi laboratorium berbasis kompetensi di tingkat nasional.

Sinergi Antar-Kampus: Mengawali Restrukturisasi

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Kampus Vokasi Universitas Jember, Jubung. Acara bertajuk Lokakarya Restrukturisasi Laboratorium Administrasi Negara dan Bisnis ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNEJ, Suyani Indriastuti, S.Sos., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan fungsi laboratorium yang kini tidak lagi hanya berbasis Program Studi (Prodi), melainkan harus beralih ke orientasi kompetensi guna memenuhi syarat Akreditasi Unggul. Sebanyak 34 peserta yang terdiri dari jajaran Ketua Program Studi, Kepala Laboratorium, hingga dosen di lingkungan FISIP UNEJ hadir mengikuti agenda intensif selama empat jam tersebut.

LPTP FIA UB sebagai Pusat Perhatian dan Role Model

Memasuki sesi utama, Kepala LPTP FIA UB, Dr. Ike Wanusmawatie, S.Sos., M.AP., hadir sebagai narasumber tunggal yang membedah strategi pengelolaan laboratorium. Kehadiran FIA UB dalam forum ini menjadi pusat perhatian utama karena dua alasan krusial:

  1. Syarat Akreditasi: Laboratorium merupakan kunci pemenuhan indikator ke-5 dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).

  2. Transformasi Tata Kelola: Banyak institusi yang masih memerlukan panduan dalam mengubah struktur laboratorium dari berbasis administratif prodi menjadi pusat pengembangan kompetensi mahasiswa.

“Kami di FIA UB berkomitmen bahwa laboratorium harus menjadi ekosistem yang hidup. Restrukturisasi bukan sekadar mengubah bagan organisasi, tapi memastikan ketersediaan modul, standar instrumen, hingga pelibatan aktif mahasiswa sebagai asisten praktikum (ASPRAK) yang kompeten,” jelas Dr. Ike Wanusmawatie di hadapan para peserta.

Rekam Jejak Unggul dan Dampak Nasional

Kehadiran FIA UB untuk kedua kalinya di Jember ini semakin mempertegas kepercayaan publik terhadap kualitas manajerial universitas ini. Sebagai laboratorium yang menyandang predikat Unggul, LPTP FIA UB kini telah menjadi kiblat bagi 12 perguruan tinggi besar di Indonesia—termasuk IPDN, Universitas Diponegoro, hingga Universitas Riau—yang menjadikannya tujuan benchmarking utama.

Kekuatan LPTP FIA UB terletak pada strukturnya yang solid, yang sejak tahun 2022 di bawah kepemimpinan Dr. Ike, telah menghasilkan VI angkatan ASPRAK serta didukung oleh empat divisi Asisten Laboratorium (ASLAB).

Mendukung Agenda Global SDGs 4

Melalui pendampingan dan penyebaran ilmu ini, FIA UB secara nyata berkontribusi pada pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 yaitu Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Dengan tata kelola laboratorium yang baik dan capaian pembelajaran yang terukur, FIA UB tidak hanya unggul secara internal, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara nasional.

Dukungan penuh dari pimpinan fakultas serta koordinasi lintas departemen menjadikan FIA UB sebagai institusi yang siap mencetak lulusan kompetitif di ranah Ilmu Administrasi dan Politik.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya