Delegasi FIA UB Tembus Top 10 Business Case Internasional

Share to:

MALANG (28/4) –Bayangkan berada di tengah kompetisi hackathon bergengsi di Kuala Lumpur, beradu ide dengan talenta muda dari berbagai negara, dan berhasil mengamankan posisi 10 besar. Inilah pengalaman nyata yang dibawa pulang oleh enam mahasiswa Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis (PSAB) FIA Universitas Brawijaya setelah menyelesaikan program Student Mobility di INTI International University, Malaysia.

Perjalanan mereka sejak Januari hingga Mei 2026 bukan hanya soal berpindah ruang kuliah. Ini adalah misi untuk menguji sejauh mana mental dan kompetensi mahasiswa UB bersaing di level dunia.

Uji Nyali di Earth Day 2026 University Hackathon

Puncak dari perjalanan ini adalah ketika Dean Raihan dan timnya berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Earth Day 2026 University Hackathon. Di sini, teori bisnis yang mereka pelajari di Malang diuji secara konkret. Mereka ditantang memecahkan kasus bisnis nyata dengan mengintegrasikan solusi inovatif yang ramah lingkungan.

Capaian Top 10 Business Case ini menjadi bukti valid bahwa mahasiswa FIA UB tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangkas dalam melihat isu keberlanjutan global—sebuah kompetensi yang kini menjadi incaran industri masa depan.

Langkah Strategis Menuju Ekosistem Global

Activity outbound ini merupakan bagian dari komitmen PSAB FIA UB dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui paparan kelas lintas budaya dan jejaring akademik industri, mahasiswa didorong untuk keluar dari zona nyaman dan mengasah kemampuan adaptasi mereka.

Ketua Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis FIA UB, Dr. Anni Rahimah, S.AB. M.AB., Ph.D, menekankan bahwa program ini dirancang agar mahasiswa benar-benar “siap dunia” (world ready).

“Mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik internasional yang konkret, mulai dari pembelajaran berbasis proyek hingga diskusi isu bisnis terkini. Pertumbuhan kompetensi analitik dan kepemimpinan mereka terjadi secara terukur di sana,” ujar Dr. Anni.

Masa Depan: Kolaborasi Tanpa Batas

Kesuksesan enam mahasiswa ini—Dean Raihan, Defiz Ahmad Zhafir, Keira Reskia Suryakanta, Marshall Karubi Brahmantya, Merry Andani Tamba, dan Nur Fathia Khoyroh—hanyalah awal. FIA UB tengah mempersiapkan langkah yang lebih besar untuk memperluas cakrawala internasional bagi mahasiswanya.

“Ke depan, kolaborasi ini akan kami kembangkan menjadi kerja sama yang lebih luas, seperti joint class, riset kolaboratif, hingga peluang magang lintas negara,” pungkas Dr. Anni.

Dengan berakhirnya masa studi di INTI International University, FIA UB kembali membuktikan bahwa internasionalisasi bukan sekadar label, melainkan pengalaman transformatif yang mencetak lulusan dengan daya saing global yang nyata.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University