Malang (17/6) — Program Studi Sarjana Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menegaskan komitmennya untuk memperkuat capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang lebih adaptif terhadap kebutuhan sektor publik modern melalui Market Signal dengan menghadirkan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk memberikan berbagai masukan strategis terkait pengembangan kompetensi lulusan Administrasi Publik di masa depan.
Peninjauan CPL untuk Menjawab Tantangan Sektor Publik
Salah satu fokus utama diskusi adalah evaluasi terhadap 10 Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang saat ini digunakan pada Program Studi Sarjana Administrasi Publik. Para peserta FGD menilai bahwa CPL perlu ditinjau kembali agar mampu merepresentasikan kebutuhan kompetensi yang semakin kompleks, terutama di era pemerintahan digital dan pengambilan keputusan berbasis data.

Masukan yang berkembang dalam forum menekankan pentingnya penguatan kompetensi kuantitatif dan evidence-based policy. Kebutuhan tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya tuntutan terhadap aparatur dan analis kebijakan publik yang mampu mengolah data serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akurat dan terukur.
“Penguatan kompetensi kuantitatif perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum, terutama jika ingin menjawab kebutuhan lembaga seperti Bappenas yang semakin mengedepankan pendekatan berbasis data dan evidence-based policy,” ujar Lina dari Universitas Indonesia/IAPA dalam sesi diskusi.
Selain aspek teknis, forum juga menyoroti pentingnya integrasi nilai etika, moralitas, integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme ke dalam CPL secara lebih eksplisit. Penguatan karakter tersebut dipandang sebagai fondasi utama dalam membentuk lulusan Administrasi Publik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kualitas kepemimpinan dan tata kelola yang baik.
Penguatan Soft Skills dan Praktikum Menjadi Prioritas
Diskusi turut menekankan perlunya pengembangan soft skills mahasiswa secara lebih sistematis melalui kegiatan akademik maupun laboratorium. Kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, serta adaptabilitas dipandang sebagai kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh organisasi publik saat ini.
Optimalisasi laboratorium juga menjadi salah satu agenda penting yang diusulkan. Laboratorium diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang praktik untuk memperkuat keterampilan mahasiswa melalui workshop, simulasi, dan berbagai kegiatan aplikatif yang menjembatani teori dengan kebutuhan dunia kerja.
Kurikulum Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Publik Modern
Hasil FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum Program Studi Sarjana Administrasi Publik FIA UB. Rekomendasi tersebut menitikberatkan pada peninjauan ulang Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) agar lebih responsif terhadap dinamika sektor publik modern yang semakin terdigitalisasi dan berbasis data.
Penguatan kompetensi kuantitatif dan literasi data menjadi prioritas utama dalam revisi kurikulum mendatang. Selain itu, kemampuan kolaboratif, komunikasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy) juga akan diperkuat untuk menjawab kebutuhan organisasi publik masa depan.

Di sisi lain, peserta FGD menegaskan bahwa pengembangan karakter profesional tetap menjadi fondasi penting dalam pendidikan Administrasi Publik. Oleh karena itu, aspek etika, moralitas, integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme akan diintegrasikan secara lebih kuat dalam CPL maupun proses pembelajaran. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Melalui rekomendasi tersebut, Program Studi Sarjana Administrasi Publik FIA UB berupaya memastikan kurikulum yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja, perkembangan teknologi, serta tuntutan tata kelola pemerintahan modern.
Upaya peninjauan CPL dan penguatan kompetensi lulusan ini menjadi bagian dari komitmen FIA UB dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Langkah tersebut sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan mutu pembelajaran dan kompetensi lulusan, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan menyiapkan calon aparatur dan pemimpin sektor publik yang kompeten, profesional, dan berintegritas.