SURABAYA (6/2) – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui semangat sportivitas yang ditunjukkan oleh mahasiswanya di awal tahun ini. Adalah Eka, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis angkatan 2024, yang sukses menorehkan kontribusi impresif dalam ajang nasional Airlangga Cup yang diselenggarakan pada 5-6 Februari 2026.

Dalam kompetisi bela diri Perisai Diri yang diikuti oleh 1.107 peserta mulai dari tingkat usia dini hingga dewasa tersebut, Eka berhasil membuktikan ketangguhannya dengan membawa pulang tiga gelar juara sekaligus, yakni Juara 2 Berpasangan Senjata Putri Dewasa, Juara 3 Laga Serang Hindar Kelas A Putri Dewasa, serta Juara 3 Solospeel Putri Dewasa. Pencapaian ini tergolong luar biasa mengingat Eka harus melewati seleksi ketat untuk tergabung dalam kontingen berisi 23 orang dengan kriteria khusus bagi mereka yang pernah mengikuti IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)

Sebagai mahasiswa baru, keberhasilan ini tidak didapatkan dengan instan, melainkan melalui manajemen waktu yang sangat disiplin di tengah kesibukan perkuliahan. Eka mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya adalah kepiawaian dalam melihat peluang waktu selama masa studi.
”Persiapan ini saya lakukan dengan manajemen waktu yang ketat. Pada tiga bulan awal perkuliahan, saya memanfaatkan jadwal yang belum terlalu padat untuk mulai berlatih rutin. Kemudian, dua bulan menjelang acara yang bertepatan dengan libur semester, saya gunakan waktu tersebut sepenuhnya untuk fokus latihan intensif agar bisa maksimal saat hari pertandingan,” ungkap Eka menjelaskan strateginya.
Dalam sesi wawancara, Eka menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk berani mengambil inisiatif mandiri dalam berprestasi, Menurutnya, keseimbangan antara kewajiban di ruang kelas dan pengembangan potensi diri di luar kampus sangat bergantung pada skala prioritas individu. Ia percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar asalkan mau bergerak lebih awal dan gigih.
“Tips dari saya untuk teman-teman adalah pandai melihat skala prioritas. Akademik adalah kewajiban utama, namun waktu luang terutama masa libur bisa menjadi peluang besar untuk mengasah potensi non-akademik. Jangan menunggu dukungan datang, tapi mulailah bergerak secara mandiri dengan persiapan yang matang agar hasilnya bisa optimal,” tambah mahasiswa angkatan 24 tersebut.
Capaian gemilang yang diraih oleh Eka ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Keberhasilan mahasiswa Administrasi Bisnis ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari nilai akademis semata, tetapi juga dari lahirnya karakter yang tangguh, disiplin, dan memiliki kemampuan manajemen diri yang unggul. Dengan torehan prestasi ini, diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa FIA lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan sumbangsih nyata bagi almamater melalui jalur yang mereka kuasai.