MALANG (23/4) – Memilih jurusan perpajakan kini menjadi langkah strategis bagi calon mahasiswa seiring tingginya kebutuhan ahli pajak di era digital. Merespons dinamika ini, Program Studi Sarjana Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), menyelenggarakan rapat internal pada Kamis (23/04/2026) untuk memperkuat visi keilmuan dan melakukan pembaruan kurikulum.
Menjawab Tantangan Karier di Bidang Perpajakan Digital
Langkah FIA UB dalam memperbarui kurikulum ini didasari oleh perubahan fundamental pada sistem fiskal dunia. Saat ini, kuliah perpajakan tidak lagi hanya bicara soal hitung-menghitung angka, melainkan harus mampu menjawab kompleksitas regulasi internasional dan transformasi digital.

Ketua Program Studi Sarjana Perpajakan, Dr. Astri Warih Anjarwi, SE., MSA, Ak, menjelaskan bahwa kurikulum baru ini dirancang agar lulusan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional maupun global.
“Penting bagi kami untuk memperkuat pendekatan keilmuan yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada analisis kebijakan, perilaku perpajakan, serta pemanfaatan teknologi berbasis data. Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan materi kuliah perpajakan yang adaptif terhadap tantangan sistem perpajakan digital,” ujar Dr. Astri.
Integrasi Kurikulum Internasional dan Inovasi FIA UB
Sebagai salah satu fakultas unggulan, FIA UB menyadari adanya kesenjangan antara praktik pendidikan nasional dengan standar global. Oleh karena itu, pembaruan ini mengintegrasikan perspektif internasional, seperti kebijakan Base Erosion and Profit Shifting (BEPS).
Fokus utama dari pembaruan ini meliputi:
-
Kompetensi Digital & Analitik: Menyiapkan lulusan yang fasih menggunakan tax technology.
-
Pendekatan Interdisipliner: Menggabungkan ilmu administrasi, hukum, dan ekonomi bisnis.
-
Analisis Kebijakan Global: Memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika pajak lintas negara.
Menyikapi dinamika kebijakan fiskal yang terus berkembang di era digital, Program Studi Perpajakan memulai langkah strategis melalui Transformasi Kurikulum Berkelanjutan untuk terus beradaptasi. Inisiasi ini bertujuan untuk merekonstruksi substansi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap kompleksitas regulasi perpajakan global dan kebutuhan talenta profesional yang memiliki integritas serta daya saing tinggi.
Proses transformasi kurikulum masih akan berlanjut sebagai wujud komitmen prodi terus meningkatkan kualitas pendidikan berkelanjutan sesuai dengan semangat SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) And SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui pendidikan yang berkualitas, FIA UB berperan menciptakan tenaga ahli yang mampu mendukung kontribusi fiskal berkelanjutan. Sistem perpajakan yang kuat adalah tulang punggung pembiayaan pembangunan negara guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dengan langkah strategis ini, Prodi Perpajakan FIA UB mempertegas posisinya sebagai pionir institusi pendidikan yang siap mencetak profesional pajak masa depan.