Riset PDIA FIA UB Soroti Sustainable Supply Chain Migas

Bagikan Ke:

Malang, 24 April 2026 – Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) Kampus Jakarta, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), kembali melahirkan doktor baru melalui pelaksanaan Ujian Akhir Disertasi mahasiswa peminatan Administrasi Bisnis, Alex Permana Stendel. Ujian disertasi yang berlangsung di Ruang A2.2 FIA UB ini mengangkat isu strategis mengenai Green Supply Chain Management (GSCM) pada industri hulu minyak dan gas bumi (migas) sebagai upaya memperkuat sustainable performance, tata kelola rantai pasok, serta daya tahan industri energi menghadapi tantangan global.

Sidang ujian dipimpin oleh Wakil Dekan I FIA UB, Dr. Fadilah Amin, M.Si., Ph.D selaku pimpinan sidang, dengan didampingi tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Kadarisman Hidayat, M.Si sebagai Promotor, Cacik Rut Damayanti, S.Sos., M.Prof.Acc., DBA., CSRS sebagai Co-Promotor 1, dan Dr. Dra. Zahroh ZA, M.Si sebagai Co-Promotor 2. Ujian turut melibatkan dewan penguji internal dan eksternal dari bidang administrasi bisnis, tata kelola organisasi, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan industri strategis.

Green Supply Chain Management Industri Migas

Di tengah dinamika industri migas yang dihadapkan pada tuntutan efisiensi, ketidakpastian global, serta isu keberlanjutan lingkungan, pengelolaan rantai pasok hijau dinilai menjadi salah satu pendekatan penting dalam menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial perusahaan. Melalui kajian terhadap 104 perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas di Indonesia, ditemukan bahwa penguatan tata kelola internal perusahaan memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi Green Supply Chain Management (GSCM).

Rapat Dewan Pembimbing Promotor dan Co Promotor Bersama Dewan Penguji Ujian Akhir Disertasi Mahasiswa Alex Permana Stendel

Pembahasan tersebut menjadi relevan mengingat sektor hulu migas memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional, namun sekaligus menghadapi tekanan untuk menerapkan praktik industri yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, keselarasan strategi bisnis, inovasi, kepemimpinan global, serta pengelolaan risiko menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.

“Keberlanjutan industri migas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan kinerja ekonomi, tetapi juga oleh kapasitas organisasi dalam mengelola rantai pasok yang lebih ramah lingkungan, adaptif, dan berbasis manajemen risiko,” ungkap Alex Permana Stendel dalam pemaparan hasil disertasinya.

Manajemen Risiko Perusahaan Perkuat Tata Kelola Rantai Pasok Berkelanjutan

Penguatan risk management juga menunjukkan peran penting dalam mendukung implementasi Green Supply Chain Management di industri migas. Manajemen risiko yang proaktif terbukti mampu memperkuat pengaruh strategi teknologi, kepemimpinan organisasi, dan inovasi terhadap efektivitas rantai pasok hijau. Kondisi ini menegaskan bahwa perusahaan energi membutuhkan kesiapan sistem internal untuk mengantisipasi ketidakpastian bisnis, menjaga efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya tahan organisasi terhadap dinamika industri global.

Sidang Ujian Akhir Disertasi Alex Permana Stendel

Sebaliknya, perspektif pelanggan (customer perspective) belum menunjukkan pengaruh signifikan terhadap implementasi GSCM. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan menuju praktik industri yang lebih hijau pada sektor hulu migas lebih banyak ditentukan oleh kesiapan internal organisasi, komitmen kepemimpinan, dan penguatan kebijakan perusahaan dibandingkan tekanan eksternal dari konsumen.

FIA UB Dorong Riset Doktoral untuk Solusi Tata Kelola Industri Strategis Nasional

FIA UB terus mendorong pengembangan riset doktoral yang tidak hanya memperkuat kontribusi akademik, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis bukti (evidence-based solutions) bagi tantangan sektor strategis nasional. Kajian mengenai green supply chain management, sustainable performance industri migas, tata kelola rantai pasok, dan manajemen risiko perusahaan energi menjadi penting untuk mendukung transformasi industri yang lebih adaptif terhadap perubahan global dan agenda pembangunan berkelanjutan.

“Riset doktoral di FIA UB diarahkan agar mampu menghasilkan kontribusi nyata dalam penguatan tata kelola organisasi dan sektor industri strategis, sehingga hasil akademik tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi dapat memberikan dampak implementatif,” ujar Dr. Fadilah Amin, M.Si., Ph.D.

Berdasarkan hasil sidang, Alex Permana Stendel dinyatakan lulus Ujian Disertasi Tertutup dan resmi menjadi Doktor ke-842 FIA UB. Dengan pengalaman profesional di sektor migas, kontribusi keilmuan yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat implementasi green supply chain management pada industri hulu migas Indonesia, meningkatkan kualitas sustainable performance perusahaan energi, serta mendorong praktik bisnis yang lebih efisien, adaptif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sejalan dengan itu, kajian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, melalui penguatan tata kelola industri energi yang berorientasi pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.

 

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya