MALANG – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menghadirkan inovasi pembelajaran digital melalui aplikasi permainan edukatif FIA Green Campus Quest. Aplikasi yang dapat diakses melalui laman Maba GRAFIA tersebut dirancang untuk memperkenalkan budaya kampus hijau kepada mahasiswa baru melalui pengalaman belajar yang interaktif, menarik, dan menyenangkan.
Berbeda dengan media sosialisasi konvensional, FIA Green Campus Quest menggunakan konsep permainan petualangan. Mahasiswa tidak hanya membaca informasi mengenai Green Campus, tetapi juga berperan sebagai karakter yang menjelajahi lingkungan virtual FIA UB dan menyelesaikan berbagai misi keberlanjutan.
Sebelum memulai permainan, pengguna diminta memasukkan nama karakter. Pemain kemudian dapat menggerakkan karakter menggunakan tombol WASD, tombol panah, atau joystick pada layar. Ketika berada di dekat benda yang bersinar atau karakter lain, pemain dapat menekan tombol “AKSI” untuk berinteraksi dan menjalankan misi.
Empat Misi Sederhana dengan Pesan Keberlanjutan
FIA Green Campus Quest menyediakan empat misi utama yang ditempatkan di beberapa gedung di lingkungan virtual FIA UB. Setiap misi menggambarkan tindakan sederhana yang dapat diterapkan mahasiswa dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus.
Misi pertama berada di Gedung A, yaitu menggunakan tangga untuk aktivitas perpindahan dalam jarak dekat. Kebiasaan ini tidak hanya dapat mengurangi penggunaan lift dan konsumsi listrik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif bergerak.
Misi kedua terdapat di Gedung B, yaitu mengatur suhu pendingin ruangan atau AC pada 24 derajat Celsius. Melalui misi ini, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya menggunakan energi secara efisien tanpa mengurangi kenyamanan kegiatan belajar dan bekerja.
Misi berikutnya berada di Gedung C, yaitu menghemat air ketika menggunakan wastafel. Pemain diajak memahami bahwa penggunaan air secara bijak dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti tidak membiarkan keran menyala lebih lama daripada yang diperlukan.
Sementara itu, misi keempat berada di Gedung E, tepatnya di area kantin. Pada bagian ini, pemain diminta memilah dan membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Misi tersebut mengajarkan bahwa pemisahan sampah sejak sumber merupakan bagian penting dari pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Setelah menyelesaikan seluruh misi, pemain memperoleh pesan penghargaan dan dinyatakan sebagai “Duta Green Campus FIA UB”. Pemain juga diingatkan untuk terus menerapkan efisiensi energi, menghemat air, serta membuang sampah pada tempat yang sesuai.
Menjadikan Orientasi Mahasiswa Baru Lebih Interaktif
Kehadiran FIA Green Campus Quest menunjukkan bahwa proses pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kreatif. Melalui simulasi permainan, mahasiswa dapat mengenali lokasi gedung sekaligus mempelajari perilaku yang diharapkan ketika beraktivitas di lingkungan fakultas.
Pendekatan gamifikasi membuat proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian aturan. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan, berinteraksi dengan objek, mengambil tindakan, menyelesaikan tantangan, dan memperoleh penghargaan.
Dengan demikian, pesan mengenai keberlanjutan dapat disampaikan melalui pengalaman langsung dalam lingkungan virtual. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengingat dan menerapkan perilaku ramah lingkungan ketika menjalani aktivitas perkuliahan secara nyata.
Aplikasi ini juga relevan dengan karakter mahasiswa yang semakin akrab dengan teknologi digital dan permainan interaktif. Penyampaian materi melalui simulasi memberikan alternatif media edukasi yang lebih partisipatif dibandingkan dengan sosialisasi satu arah.
Mendukung Kebijakan Green Campus FIA UB
Materi yang terdapat dalam FIA Green Campus Quest sejalan dengan kebijakan pelaksanaan budaya Green Campus di lingkungan FIA UB. Kebijakan tersebut disosialisasikan melalui Surat Edaran Nomor 04492/DST/UN10.F0301/B/TU/2026 yang diterbitkan pada 3 Juli 2026.
Surat edaran tersebut mendorong dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam penerapan budaya kampus hijau serta perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa tindakan yang ditekankan antara lain mengatur suhu AC minimal 24°C, menggunakan air secara bijak, memisahkan sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik, berjalan kaki di lingkungan internal fakultas, serta menggunakan tangga untuk perpindahan satu hingga dua lantai.
Keselarasan antara isi aplikasi dan kebijakan fakultas memperlihatkan bahwa FIA Green Campus Quest tidak hanya berfungsi sebagai permainan hiburan. Aplikasi ini menjadi media pendukung implementasi kebijakan dengan menerjemahkan berbagai aturan dan imbauan menjadi aktivitas yang lebih mudah dipahami oleh mahasiswa.
Pengembangan edukasi, kampanye, dan partisipasi sivitas akademika memang menjadi bagian dari misi Green Campus FIA UB. Program Green Campus juga diarahkan untuk mendorong pengelolaan energi, air, limbah, biodiversitas, serta sumber daya kampus secara berkelanjutan.
Berkontribusi terhadap Pencapaian SDGs
FIA Green Campus Quest memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals atau SDGs. Sebagai media edukasi digital, aplikasi ini terutama mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Target 4.7 SDGs menekankan pentingnya memastikan peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan serta gaya hidup berkelanjutan.
Misi penghematan air di Gedung C mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya dalam membangun kesadaran mengenai efisiensi penggunaan air. Sementara itu, pengaturan suhu AC pada 24°C dan penggunaan tangga berkaitan dengan SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, terutama melalui pengurangan konsumsi energi yang tidak diperlukan.
Misi pemilahan sampah di kantin berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Target 12.8 menekankan pentingnya menyediakan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pembangunan berkelanjutan serta gaya hidup yang selaras dengan alam.
Secara lebih luas, pembiasaan perilaku ramah lingkungan di kawasan kampus turut mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Penghematan listrik, pengurangan penggunaan lift, pengelolaan sampah, dan konservasi air merupakan tindakan yang dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas institusi pendidikan.
Membangun Generasi Kampus yang Peduli Lingkungan
FIA Green Campus Quest membawa pesan bahwa keberlanjutan tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Perubahan dapat dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika.
Menggunakan tangga, mengatur suhu AC secara efisien, menutup keran setelah digunakan, dan memilah sampah mungkin terlihat sebagai tindakan kecil. Namun, ketika dilakukan oleh ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, tindakan tersebut dapat menghasilkan dampak yang berarti bagi lingkungan kampus.
Melalui aplikasi ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada gedung dan fasilitas FIA UB, tetapi juga pada nilai-nilai yang menjadi bagian dari budaya fakultas. Sejak awal menjalani kehidupan perkuliahan, mahasiswa diajak memahami bahwa mereka memiliki peran dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, efisiensi sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan kampus.
FIA Green Campus Quest diharapkan menjadi salah satu media pembelajaran yang mampu menghubungkan teknologi digital, pendidikan, dan aksi lingkungan. Kehadirannya sekaligus memperkuat komitmen FIA UB dalam membentuk generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan.
Berikut link aplikasi game tersebut : https://mabagrafia.netlify.app/

