MALANG (23/4) – Di tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin mendesak, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang sadar lingkungan melalui gelaran Workshop Green Campus yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah manifestasi nyata dari filosofi fakultas yang menempatkan aspek keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam tata kelola organisasi dan operasional pendidikan.

Rapat penting ini dihadiri langsung oleh jajaran dekanat serta para penanggung jawab teknis dari berbagai kategori utama, mulai dari tim pengelolaan limbah (waste), konservasi air (water), hingga energi dan transportasi. Kehadiran para pimpinan dan penanggung jawab di tiap bidang ini menegaskan bahwa kebijakan hijau di FIA UB disusun secara komprehensif dan mendapatkan dukungan penuh dari level manajemen tertinggi. Kesadaran akan kondisi lingkungan ini dipaparkan dengan jelas oleh Dr. Rosalita, salah satu penggerak utama program, yang menjelaskan bahwa saat ini telah terbentuk tim “Athope”. Tim relawan ini menyatukan semangat mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan dalam satu visi untuk memastikan budaya ramah lingkungan berjalan efektif di setiap lini fakultas.
Dalam diskusinya, Dr. Rosalita menekankan bahwa dengan populasi mencapai 6-7 ribu mahasiswa yang beraktivitas di 7 gedung, FIA UB memiliki tanggung jawab besar untuk meminimalkan dampak lingkungan. Kesadaran institusional ini diwujudkan melalui kebijakan sehari-hari yang mendorong perilaku keberlanjutan, seperti penghematan air melalui teknologi dual flush serta edukasi masif mengenai penggunaan tumbler untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar fakultas untuk membangun sistem baseline karbon yang memungkinkan institusi memonitor dan mengurangi jejak emisi secara sistematis dan berbasis data.

Lebih jauh lagi, FIA UB mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam manajemen sumber dayanya dengan memprioritaskan efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim. Melalui sinergi antara para penanggung jawab tiap kategori, fakultas memastikan bahwa pengelolaan limbah dilakukan sejak dari sumbernya dan penggunaan teknologi cerdas diterapkan untuk mencapai target SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Melalui penguatan program ini, FIA UB tidak hanya mengejar pengakuan global dalam pemeringkatan internasional seperti UI GreenMetric atau QS Sustainability. Lebih dari itu, fakultas berupaya membangun warisan berkelanjutan bagi generasi mendatang, membuktikan bahwa sebuah institusi administrasi mampu menjadi pelopor dalam inovasi yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Dengan keterlibatan aktif para dekan dan seluruh penanggung jawab indikator, FIA UB terus bergerak maju menjadi kampus hijau yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian bumi