FIA UB Lepas Mahasiswa KKN-T Kampus Berdampak

Bagikan Ke:

MALANG, 3 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahun 2026 pada Jumat (3/7). Mengusung tema “Sinergi Tata Kelola Kampus, Kota, dan Desa untuk Memperkuat Dampak Pembangunan Berkelanjutan”, program ini menjadi implementasi nyata penguatan tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi lintas sektor yang berorientasi pada penyelesaian persoalan pembangunan di tingkat daerah.

Sebanyak 1.275 mahasiswa yang tergabung dalam 78 kelompok akan melaksanakan KKN-T pada 3–31 Juli 2026 dengan pendampingan lebih dari 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pelepasan dilakukan secara simbolis melalui pemakaian jas almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai penanda dimulainya pengabdian kepada masyarakat sekaligus representasi identitas akademik Universitas Brawijaya di tengah masyarakat.

KKN-T Berbasis Keilmuan Perkuat Solusi Pembangunan

IMG
Andhika Muttaqin, S.AP., M.AP

Ketua KKN-T, Andhika Muttaqin, S.AP., M.AP, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN-T tahun ini menghadirkan pendekatan yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setiap kelompok dirancang berdasarkan kesesuaian bidang keilmuan mahasiswa sehingga program kerja yang dijalankan memiliki relevansi yang lebih kuat terhadap kebutuhan pembangunan di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan program telah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), serta Pemerintah Kota Malang agar kegiatan mahasiswa selaras dengan kebutuhan masing-masing instansi.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KKN-T kali ini disusun sesuai dengan core keilmuan masing-masing program studi. Program yang dijalankan juga telah dikoordinasikan bersama OPD dan pemerintah daerah sehingga tidak lagi bertumpu pada satu tema yang kaku, tetapi dapat menyesuaikan kebutuhan dinas dan wilayah sasaran,” jelas Andhika.

Pendekatan tersebut memperkuat posisi mahasiswa sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan rekomendasi, inovasi, maupun pendampingan yang berbasis kompetensi akademik. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak hanya meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga memperluas kontribusi ilmu administrasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Andhika juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga komunikasi selama pelaksanaan kegiatan.

“Apabila terdapat kendala di lapangan, mahasiswa diharapkan selalu melakukan koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan maupun panitia KKN-T sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat,” pesannya.

FIA UB Wujudkan Kampus Berdampak Melalui Pengabdian

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FIA UB menegaskan bahwa desain KKN-T tahun ini merupakan implementasi dari arah kebijakan Kementerian yang mengusung semangat Kampus Berdampak. Oleh karena itu, setiap kelompok tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga kompetensi akademik yang dimiliki masing-masing program studi.

“KKN-T tahun ini mengusung tema yang selaras dengan bidang studi yang digeluti masing-masing program studi. Kami telah mendesain pelaksanaannya agar tetap inline dengan dinas pengampu. Hal ini sejalan dengan arahan kementerian melalui tagline Kampus Berdampak, sehingga pengabdian yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme selama berkegiatan dengan tetap mengenakan atribut resmi kampus sebagai identitas institusi sekaligus bagian dari mitigasi risiko di lapangan. FIA UB juga telah menyiapkan perlindungan berupa asuransi bagi seluruh peserta selama pelaksanaan KKN-T hingga satu bulan setelah kegiatan berakhir sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan dan keselamatan mahasiswa.

IMG
pemasangan jas almamater sebagai seremonial

Melalui model KKN-T berbasis kompetensi, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan dinamika tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Pengalaman tersebut memperkuat kemampuan analitis, kolaboratif, serta kepemimpinan dalam merancang solusi yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan institusi pemerintah.

Sejalan dengan tema yang diusung, pelaksanaan KKN-T FIA UB turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan tata kelola wilayah, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak.

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya