MALANG (12/6) – Himpunan Mahasiswa Perpajakan (HIMAPAJAK) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan Internship Talk 2026 bertajuk “Building Pathways to Success: Exploring Internship Opportunities through Internship Talk” sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang magang dan kesiapan memasuki dunia kerja profesional. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meetings ini diikuti sekitar 130 mahasiswa Program Studi Perpajakan FIA UB dan menghadirkan narasumber dari berbagai sektor strategis, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan swasta, konsultan, hingga alumni untuk memberikan perspektif komprehensif mengenai dunia magang profesional.
Membuka Perspektif Mahasiswa terhadap Peluang Magang
Pada sesi pertama, mahasiswa memperoleh wawasan terkait peluang magang di lingkungan kementerian melalui pemaparan dari Widi Galih Anggara, S.E., M.S.M. dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Materi yang disampaikan mencakup ragam program magang, manfaat pengembangan kompetensi selama magang, hingga mekanisme pendaftaran melalui kanal resmi kementerian.

Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai langkah konkret untuk meningkatkan kesiapan mengikuti program magang kompetitif, seperti memperkuat keterampilan profesional, mempersiapkan dokumen pendukung, serta memahami budaya kerja di lingkungan pemerintahan.
Memahami Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
Pada sesi kedua, Rahil Tsalatsah, S.Pn. sebagai perwakilan dari MNC Tourism membahas kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, ekspektasi dan realita dunia magang, serta strategi beradaptasi dalam lingkungan kerja profesional. Dalam pemaparannya, Rahil menekankan pentingnya kesiapan diri dalam menghadapi dinamika dunia kerja.
“Ekspektasi dunia kerja sering kali berbeda dengan realita di lapangan, sehingga mahasiswa perlu memiliki kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.
Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai tantangan yang mungkin dihadapi selama menjalani magang, mulai dari pola komunikasi profesional, budaya kerja tim, pengelolaan waktu, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja yang dinamis. Perspektif ini memberikan kesiapan awal bagi mahasiswa untuk memahami situasi nyata dunia profesional sebelum memasuki program magang.
Mengenal Standar Rekrutmen Industri
Sesi ketiga dilanjutkan oleh Nanda Atsatalada dari GNV Consulting yang membahas proses rekrutmen magang di bidang konsultan pajak, kualifikasi yang dicari perusahaan, serta peluang pengembangan karier di sektor tersebut. Selanjutnya, Arsita Purnomo, S.Psi. dari Big4 Company Indonesia membagikan informasi mengenai tahapan seleksi magang, posisi yang tersedia, hingga strategi menghadapi proses rekrutmen di perusahaan berskala besar.

Paparan dari praktisi industri memperlihatkan secara langsung tantangan yang perlu dihadapi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja, seperti proses seleksi magang yang kompetitif, kebutuhan akan pengalaman organisasi maupun portofolio, kemampuan menghadapi wawancara, serta tuntutan bekerja secara profesional dalam tim. Melalui sesi ini, mahasiswa turut mengenali keterampilan yang perlu dipersiapkan sejak dini, termasuk kemampuan komunikasi, analisis, manajemen waktu, dan adaptasi terhadap budaya kerja perusahaan.
Alumni Bagikan Strategi Menyiapkan Karier
Sebagai sesi penutup, Harif Illahi, S.Pn., alumni Perpajakan FIA UB, membagikan pengalaman selama menjalani program magang serta strategi mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja. Dalam kesempatan tersebut, Harif menekankan pentingnya pengalaman magang sebagai langkah awal membangun kesiapan profesional.
“Magang menjadi kesempatan penting untuk memperoleh pengalaman kerja nyata, membangun portofolio, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia profesional,” ungkapnya.
Melalui Internship Talk 2026, mahasiswa FIA UB memperoleh akses langsung terhadap pengalaman praktis, standar kebutuhan industri, hingga strategi membangun kesiapan karier sebelum lulus. Pengalaman belajar berbasis praktik ini sekaligus mendukung tercapainya Pendidikan Berkualitas (SDG 4) melalui penguatan kompetensi mahasiswa serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) dengan mendorong kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja profesional.