FIA UB Gelar Student Mobility dengan Swinburne University

Bagikan Ke:

MALANG, 10 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Student Mobility and Business Consulting Project yang digelar Program Studi Administrasi Bisnis bersama Swinburne University of Technology. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FIA UB ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi berbasis pertukaran pengetahuan, pengalaman lintas budaya, serta pengembangan kompetensi bisnis berstandar global.

Kegiatan dihadiri oleh pimpinan Program Studi Administrasi Bisnis FIA UB, dosen, mahasiswa, serta akademisi dari Swinburne University of Technology. Selain menjadi ruang diskusi akademik, agenda ini juga menghadirkan pembelajaran langsung mengenai strategi pengembangan model bisnis yang relevan dengan dinamika industri internasional.

Kolaborasi Internasional yang Terus Berkembang

IMG
Cacik Rut Damayanti, S.Sos. M.Prof.Acc., DBA

Ketua Departemen Administrasi Bisnis, Cacik Rut Damayanti, S.Sos. M.Prof.Acc., DBA, membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan investasi akademik yang tidak hanya mempertemukan dua institusi, tetapi juga mempertemukan perspektif, budaya, dan pengalaman belajar dari berbagai negara.

“Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengetahuan dan budaya melalui program international mobility. Kami berharap kolaborasi yang telah memasuki penyelenggaraan kedua bersama Swinburne University ini terus berkembang menjadi riset kolaboratif maupun berbagai aktivitas akademik lainnya di Departemen Administrasi Bisnis,” ungkapnya.

IMG

Pada sesi berikutnya, Dr. Anni Rahimah, SAB., MAB., Ph.D., memperkenalkan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya kepada delegasi Swinburne University of Technology. Ia memaparkan berbagai capaian, program internasional, serta jaringan kemitraan yang telah dibangun FIA UB bersama institusi pendidikan, pemerintah, maupun dunia industri.

“FIA UB memiliki banyak mitra sehingga mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperoleh kesempatan mengembangkan keterampilan melalui berbagai program kolaboratif,” jelasnya.

Ekosistem kolaborasi tersebut memperluas ruang belajar mahasiswa melalui pengalaman internasional, penguatan kompetensi profesional, hingga interaksi langsung dengan akademisi dan praktisi dari berbagai negara. Pendekatan ini memperkaya proses pembelajaran sehingga lulusan memiliki kemampuan adaptif terhadap tantangan dunia kerja yang semakin global.

Business Model Canvas sebagai Fondasi Inovasi Bisnis

Sesi akademik dipandu oleh Viet Lee, Lecturer dari Swinburne University of Technology, yang membawakan materi mengenai Business Model Canvas (BMC) sebagai kerangka strategis dalam merancang model bisnis.

IMG
presentasi oleh Viet Lee

Menurut Viet Lee, Business Model Canvas menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan karena mampu menyederhanakan konsep bisnis ke dalam format visual yang mudah dipahami sekaligus mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi.

“Business Model Canvas membantu memvisualisasikan keseluruhan konsep bisnis sehingga proses pengembangan strategi menjadi lebih sistematis dan inovatif,” paparnya.

Dalam pemaparannya, Viet Lee mengulas secara komprehensif sembilan elemen utama Business Model Canvas, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, dan Cost Structure. Setiap komponen dijelaskan melalui pendekatan aplikatif yang memperlihatkan bagaimana sebuah ide bisnis dikembangkan menjadi model usaha yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Pendalaman terhadap Business Model Canvas memberikan perspektif bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan memahami pelanggan, membangun kemitraan strategis, serta menyusun sistem operasional yang saling terintegrasi.

Diskusi juga membahas strategi memilih saluran distribusi (distribution channel) yang efektif. Menurutnya, pemilihan kanal distribusi harus mempertimbangkan praktik yang dilakukan kompetitor sekaligus didasarkan pada pemahaman mengenai karakteristik dan kebiasaan pelanggan.

“Memahami siapa pelanggan dan bagaimana kebiasaan mereka merupakan langkah penting dalam menentukan saluran distribusi yang tepat,” jelas Viet Lee.

Pertukaran gagasan yang berlangsung sepanjang sesi memperlihatkan bagaimana teori bisnis dapat dikaji melalui pengalaman praktis dan perspektif internasional. Pendekatan tersebut memperkuat kemampuan analitis mahasiswa dalam merancang solusi bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus adaptif terhadap perubahan lingkungan usaha.

Kolaborasi antara FIA UB dan Swinburne University of Technology turut mempertegas peran perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya inovasi, jejaring internasional, dan pembelajaran lintas budaya. Semangat tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan berkualitas berbasis kolaborasi global, serta Tujuan 17 (Partnerships for the Goals) yang mendorong kemitraan internasional dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global.

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya