Poor – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN 03Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi yang berlangsung sejak awal Juli hingga awal September 2025. Sebanyak 4 orang dosen yaitu I Gede Eko Putra Sri Sentanu, Ph.D, Asti Amelia Novita, Ph.D, Endry Putra, M.I.Kom, dan Rispa Ngindana, MAP, berkolaborasi dengan 5 mahasiswa FIA yang dikoordinasi oleh Fauziah Nabil dari Program Studi Ilmu Perpustakaan FIA UB.

Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Tim Dari FIA UB Dengan Pihak Sekolah SDN 03 Torongrejo
Kegiatan diawali dengan survey lokasi pada tanggal 9 Juli 2025. Tim pengabdian melakukan diskusi awal dengan pihak sekolah, yaitu Bu Yonika, Bu Tiwi, dan Pak Heru, membahas kesiapan siswa, ruang kegiatan, dan kebutuhan logistik. Survey ini juga bertujuan untuk meninjau kondisi lingkungan sekolah dan menentukan titik-titik strategis untuk pemasangan rambu bencana.
Acara inti dilakukan pada tanggal 11 Juli 2025. Bertempat di ruang serbaguna SDN 03 Torongrejo, tim memberikan materi edukatif seputar empat jenis bencana: tanah longsor, kebakaran, banjir, dan gempa bumi. Kegiatan ini diikuti oleh 45 siswa dari kelas 4, 5, dan 6, dengan pendekatan yang fun dan interaktif.
Para siswa terlebih dahulu mengisi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, kemudian mengikuti sesi pemaparan materi yang dikemas secara visual dan menyenangkan, diakhiri dengan simulasi kebakaran dan gempa bumi sebagai bentuk latihan tanggap darurat. Setelah itu siswa mengisi post-test dan menerima snack serta minuman sehat sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama.

Gambar 2. Pemberian Materi Mengenai Edukasi dan Literasi Tanggap Bencana

Gambar 3. Siswa Melakukan Simulasi Menghadapi Bencana Gempa Bumi
Sebagai bentuk kontribusi nyata dan berkelanjutan, tim pengabdian menyerahkan sejumlah rambu-rambu bencana seperti jalur evakuasi, rambu titik kumpul, serta poster tanggap bencana yang dipasang di area sekolah pada tanggal 1 Agustus 2025. Pemasangan dilakukan setelah berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah untuk menentukan lokasi paling strategis dan mudah dijangkau siswa.

Gambar 4. Pemasangan Poster Edukasi Bencana di Lingkungan Sekolah

Gambar 5. Pemasangan Rambu Titik Kumpul Di Area Terbuka SDN 03 Torongrejo
Dengan diselenggarakannya pengabdian ini, diharapkan siswa memiliki pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana dan bagaimana cara bersikap saat bencana terjadi, serta lingkungan sekolah menjadi lebih siap dan sadar akan pentingnya mitigasi bencana.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan ini, program pengabdian masyarakat di SDN Torongrejo 3 juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan edukasi kebencanaan dan simulasi yang diberikan kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menjaga keselamatan diri. Materi dan praktik tanggap bencana di sekolah turut berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pendidikan tambahan di luar kurikulum formal. Pemasangan rambu evakuasi dan pelatihan menghadapi bencana secara langsung mendukung terciptanya sekolah yang aman dan tangguh sebagaimana diamanatkan dalam SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Selain itu, keterlibatan dosen, mahasiswa, serta guru dan pihak sekolah menunjukkan praktik nyata dari SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas pihak demi tercapainya tujuan bersama.
Hasil akhirnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berbasis edukasi dan literasi bencana, serta menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan. (EP)