FIA UB Integrasikan Generative AI dalam Kuliah Tamu Internasional

Share to:

MALANG (9/5) — Program Studi S-1 Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat langkah internasionalisasi sekaligus merespons disrupsi teknologi secara bijak. Bertempat di Ruang Rapat B.2.1 Gedung B FIA UB, diselenggarakan workshop penguatan kapasitas digital bertajuk “AI Done Right: Ethical Use and Powerful Slide Creation with Generative AI”. Agenda strategis ini menghadirkan pakar internasional dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Shazwin Mat Taib, Ph.D., sebagai narasumber utama

suasana kuliah tamu bersama pakar internasional dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Shazwin Mat Taib, Ph.D.

Kegiatan diawali dengan sesi fact-checking kolaboratif untuk memetakan maturitas penggunaan Generative AI di lingkungan akademisi. Fokus utama workshop ini adalah melatih kemampuan transformasi data mentah menjadi visualisasi presentasi yang persuasif dan unggul, namun tetap menerapkan standar perlindungan data (data protection) yang ketat.

Seluruh materi dikemas ke dalam tiga modul komprehensif, yakni paradigma etis penggunaan AI, eksplorasi instrumentasi teknologi baik free maupun subscribed tools, serta refleksi kritis mengenai dampak kecerdasan buatan terhadap integritas intelektual.

Dalam pemaparannya, Dr. Shazwin Mat Taib menekankan bahwa kualitas luaran kecerdasan buatan sangat bergantung pada ketepatan instruksi yang diberikan oleh penggunanya. Keberhasilan pemanfaatan AI wajib ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu strategic prompting yang berorientasi pada dampak visual yang resonan, AI ethics & risk control melalui dokumentasi protokol yang disiplin, serta the human element sebagai checklist final. Manusia harus tetap memegang kendali penuh sebagai validator utama guna memitigasi risiko halusinasi AI, menghindari klaim berlebihan (overclaiming), dan menjaga otentisitas narasi teknis.

Selain memberikan strategi praktis, workshop ini memberikan peringatan keras terkait batasan penggunaan teknologi. Para akademisi diingatkan untuk menjaga keamanan data dengan tidak mengunggah detail proyek secara utuh demi melindungi hak kekayaan intelektual (IP Ownership). Di samping itu, praktik content dumping atau penggunaan data mentah tanpa filter estetika juga harus dihindari agar pembuktian empiris yang autentik tidak tereduksi.

Sesi materi kemudian diakhiri dengan teknik penyusunan struktur presentasi yang efektif melalui formula Hook, Status, Metrics, dan Outcomes.

Program kuliah tamu dengan menghadirkan jajaran pakar lintas negara ini merupakan bagian dari cetak biru pengembangan mutu berkelanjutan di tingkat program studi. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan fakultas yang berkomitmen untuk terus menghadirkan atmosfer akademik berskala global di lingkungan kampus.

“Kuliah tamu dosen asing merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan prodi untuk internasionalisasi. Target tahun ini ada lima dosen asing yang akan memberikan kuliah di prodi S-1 Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya,” ujar Sekretaris Prodi Administrasi Pendidikan, Dr. Abd. Qadir Muslim, S.Pd.I., M.Pd.

​Melalui penyelenggaraan agenda ini, FIA UB menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Integrasi teknologi AI yang beretika dalam ekosistem pembelajaran diharapkan dapat menciptakan inovasi akademik yang inklusif. Dengan demikian, prodi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya tangkas secara digital (digitally literate), melainkan juga teguh dalam menjaga marwah integritas ilmiah di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University