Workforce for a Greener, Smarter Future: Prodi S1 Administrasi Bisnis FIA UB Perkuat Kurikulum Berorientasi AI dan Sustainability

Share to:

Malang, 02 Januari 2026 — Program Studi S1 Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Workforce for a Greener, Smarter Future: Kebutuhan Kompetensi Berorientasi AI & Sustainability” sebagai langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika dunia kerja masa kini dan masa depan. Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur akademisi, praktisi industri, pengguna lulusan, serta alumni sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan kurikulum.

Ketua Program Studi S1 Administrasi Bisnis FIA UB, Dr. Anni Rahimah, S.AB., M.AB., Ph.D, dalam pemaparannya menegaskan bahwa transformasi dunia kerja saat ini bergerak ke arah Digital & Creative Economy, AI & Tech-Driven Economy, Green, Blue Circular & Sustainability Economy, as well as Care & People-Centered Economy. Data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan peminatan pekerjaan sebesar 2,4 kali lipat bagi individu yang memiliki keterampilan AI, serta 69% pemimpin di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut kandidat tanpa kompetensi AI. Selain itu, sekitar 70% kebutuhan keterampilan kerja akan terdorong oleh integrasi AI, sementara 38% perusahaan tetap mencari kandidat dengan human skills yang kuat.

Menanggapi hal tersebut, Program Studi S1 Administrasi Bisnis FIA UB menegaskan perannya dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang terukur, mengintegrasikan human skills secara sistematis dalam pembelajaran, serta menjadi jembatan yang kuat antara dunia akademik dan industri. Visi keilmuan Prodi berlandaskan pada corporate governance, kewirausahaan, dan proses administrasi untuk mencetak pemimpin, entrepreneur, dan profesional yang beretika serta berorientasi pada keberlanjutan. Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga dinilai sebagai investasi strategis, mengingat bisnis yang menerapkan ESG berpotensi memperoleh keuntungan hingga hampir 33% dibandingkan yang tidak menerapkannya.

Berdasarkan hasil survei alumni dan pengguna lulusan, diketahui bahwa 27% lulusan telah bekerja sebelum lulus, 24% memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan, sementara sisanya terserap dalam rentang waktu hingga lebih dari satu tahun. Data ini menunjukkan bahwa lulusan Prodi Administrasi Bisnis FIA UB memiliki kesiapan yang baik, namun tetap perlu penguatan kompetensi agar semakin relevan dengan kebutuhan industri. Saat ini, Prodi juga tengah mengembangkan program Double Degree sebagai bagian dari penguatan daya saing lulusan.

   

Diskusi FGD menghasilkan berbagai masukan strategis dari para pemangku kepentingan. Tren utama yang disoroti meliputi Governance, Risk, and Compliance (GRC), digitalisasi, AI, dan sustainability. Sejumlah narasumber menekankan pentingnya penguatan mata kuliah berbasis analitik bisnis, predictive analytics, keuangan bisnis, sertifikasi profesional, komunikasi profesional, hingga penguatan integritas dan etika kerja. Model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), simulasi dunia kerja, kolaborasi dengan alumni dan industri, serta penguatan pengalaman magang dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan antara dunia kampus dan dunia kerja.

Dari segmen alumni, tantangan utama yang dihadapi saat transisi ke dunia kerja meliputi rendahnya kemampuan problem solving, adaptasi terhadap kompleksitas organisasi, serta kebutuhan keterampilan AI praktis seperti prompting. Alumni juga menekankan pentingnya inovasi, design thinking, dan pemahaman sustainability sebagai kompetensi kunci di dunia kerja saat ini.

Sebagai tindak lanjut, FGD ini merekomendasikan penguatan kurikulum melalui penambahan mata kuliah Business Analytic or Predictive Analytic sebagai lanjutan dari AI for Business, serta pengembangan mata kuliah berbasis kompetensi dengan porsi 60–70% pada mata kuliah tematik bisnis. Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Administrasi Bisnis FIA UB berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi dunia bisnis dan masyarakat secara berkelanjutan.

Activity Focus Group Discussions ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya penguatan kurikulum yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja. Integrasi kompetensi AI, literasi digital, human skills, dan pembelajaran berbasis proyek mencerminkan komitmen Program Studi S1 Administrasi Bisnis FIA UB dalam menyediakan pendidikan tinggi yang bermutu, berorientasi masa depan, serta mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi secara global.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University