MALANG (20/4) – Implementasi sistem perpajakan terbaru, Coretax, membawa tantangan besar bagi wajib pajak yang masih awam dengan otomatisasi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Prodi Perpajakan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kini hadir sebagai solusi jembatan teknis. Bukan sekadar bantuan biasa, pendampingan ini merupakan hasil dari pembekalan ilmu mendalam dan kerja sama resmi antara FIA UB dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Integrasi antara kompetensi akademik dan sinergi instansi ini memastikan masyarakat mendapatkan panduan yang akurat, aman, dan kredibel di tengah perubahan sistem pajak nasional.
Kompetensi Teruji: Mahasiswa FIA UB Siap Hadapi Kompleksitas Coretax
Problem masyarakat yang gagap terhadap fitur digital pajak terbaru dijawab dengan kesiapan SDM dari FIA UB. Mahasiswa perpajakan telah dibekali kurikulum yang relevan dengan perkembangan digitalisasi pajak nasional. Ketua Prodi Perpajakan FIA UB, Ibu Dr. Astri Warih Anjarwi, menyatakan bahwa mahasiswa sudah mulai mengaplikasikan Dummy Coretax dalam mata kuliah praktikum.

“Kami membiasakan mahasiswa bekerja dengan data dan memahami bagaimana sistem perpajakan beroperasi secara nyata. Mahasiswa diarahkan pada study case dan simulasi kondisi nyata supaya lebih siap menghadapi implementasi di lapangan,” ungkap Ibu Astri.
Kemampuan teknis ini menjadi solusi bagi wajib pajak untuk meminimalisir kesalahan pelaporan di era digital.
Kemitraan Strategis: Sinergi Resmi FIA UB dan DJP

Pendampingan yang diberikan mahasiswa FIA UB merupakan bagian dari kerja sama formal dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Melalui program Relawan Pajak, mahasiswa menjadi perpanjangan tangan resmi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas.
“Program Relawan Pajak merupakan bentuk kerja sama antara DJP dengan FIA khususnya Prodi Perpajakan. Ini mendorong mahasiswa belajar langsung menghadapi wajib pajak dan membantu masyarakat dalam proses pelaporan,” jelas Ibu Astri.
Kerja sama ini mencerminkan SDGs Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang mempercepat adaptasi teknologi perpajakan melalui kolaborasi akademisi dan pemerintah.
Perluasan Akses Pendampingan di Titik Strategis Kota Malang
Untuk memastikan tidak ada wajib pajak yang tertinggal dalam transisi digital ini, FIA UB telah menyebarkan mahasiswa Relawan Pajak ke berbagai titik layanan yang berada di bawah naungan Kanwil DJP Jatim. Layanan asistensi ini hadir secara inklusif melalui Pojok Pajak di berbagai pusat perbelanjaan (mall) di Kota Malang, guna memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk melaporkan pajak sambil beraktivitas.

Selain di pusat perbelanjaan, mahasiswa juga ditempatkan secara resmi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wilayah Malang untuk memberikan asistensi teknis langsung kepada masyarakat yang menemui kendala pada sistem digital. Aksi jemput bola juga dilakukan secara berkala di ruang publik, termasuk kegiatan Car Free Day, untuk memperluas jangkauan edukasi perpajakan. Sinergi ini diperkuat melalui program Magang MBKM (Renjani), di mana mahasiswa secara profesional memberikan dukungan operasional sistem langsung di kantor-kantor pajak, memastikan setiap proses administrasi Coretax berjalan lancar bagi masyarakat.
Solusi Nyata Bagi Wajib Pajak
Dengan pendampingan mahasiswa FIA UB, masyarakat mendapatkan solusi atas fitur-fitur baru yang kompleks. Mahasiswa membantu menjelaskan hal-hal teknis dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat luas. Branding FIA UB sebagai pelopor pendidikan perpajakan digital kian kuat dengan hadirnya mahasiswa sebagai problem solver yang memastikan transisi menuju era Coretax berjalan lancar dan inklusif.