MALANG, 29-30 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui keberhasilan tiga perwakilannya menembus babak final ajang Dosen dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi Universitas Brawijaya. Capaian ini menjadi bukti bahwa budaya profesionalisme, inovasi, dan kualitas pelayanan yang terus dikembangkan di lingkungan FIA UB mampu melahirkan insan akademik yang berdaya saing hingga tingkat universitas.
Tiga finalis FIA UB berasal dari kategori yang berbeda, yaitu Suwandi dan Wahyu Rudiansyah pada kategori Tenaga Kependidikan Bidang Keamanan dan Kerumahtanggaan, Aris Dinasty Wardana pada kategori Tenaga Kependidikan Bidang Keuangan, Umum, dan Aset, serta Dr. Alfi Haris Wanto SAP., M.AP., MMG., pada kategori Dosen sebagai Kepala Program Studi Berprestasi.
Babak final dilaksanakan melalui sesi presentasi inovasi dan wawancara bersama dewan juri. Tahap penilaian untuk kategori tenaga kependidikan berlangsung pada Rabu, sedangkan kategori dosen dilaksanakan pada Kamis. Dalam sesi tersebut, para finalis memaparkan inovasi, capaian kinerja, serta kontribusi yang telah diimplementasikan di unit kerja masing-masing sebagai bagian dari penilaian komprehensif untuk menentukan penerima penghargaan Diktendik Berprestasi Universitas Brawijaya.
E-Ticketing Digital Permudah Akses Layanan Administrasi
Pada kategori layanan administrasi, Wahyu memperkenalkan inovasi E-Ticketing Digital, sebuah sistem antrean daring yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan di Unit Layanan Terpadu (ULT) FIA UB. Melalui sistem ini, mahasiswa dapat mengambil nomor antrean secara online sebelum datang ke fakultas sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat dan pelayanan berlangsung lebih tertata.

Selain mengurangi antrean di loket, sistem ini juga membantu mengidentifikasi kebutuhan layanan pengguna sejak awal sehingga mereka dapat langsung diarahkan ke unit yang tepat. Dalam sesi wawancara, Wahyu menjelaskan bahwa pengembangan sistem tetap memperhatikan aspek keamanan data dengan memanfaatkan platform yang terintegrasi dalam ekosistem Universitas Brawijaya. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Inovasi Tata Kelola Fasilitas Dorong Layanan yang Lebih Efektif
Pada kategori Keamanan dan Kerumahtanggaan, Suwandi mempresentasikan inovasi yang berfokus pada penguatan tata kelola fasilitas dan keamanan lingkungan fakultas. Inovasi tersebut menitikberatkan pada pengelolaan penggunaan ruang melalui monitoring dan pengecekan secara berkala sehingga pemanfaatan sarana prasarana menjadi lebih tertata, efektif, dan siap mendukung berbagai aktivitas akademik.

Dalam sesi wawancara, dewan juri menggali aspek keberlanjutan inovasi, termasuk perbedaan kondisi sebelum dan sesudah penerapan sistem. Suwandi menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan bukan menggantikan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ada, melainkan memperkuat implementasinya melalui monitoring rutin terhadap penggunaan fasilitas. Ia juga memperkenalkan gagasan pengembangan sistem keamanan berbasis digital melalui konsep smart key yang berpotensi meningkatkan keamanan akses gedung sekaligus mendukung transformasi digital layanan di masa mendatang.
ASIAP Perkuat Sistem Aspirasi dan Pengaduan Terintegrasi
Pada kategori Keuangan, Umum, dan Aset, Aris Dinasty mempresentasikan inovasi ASIAP (Aspirasi dan Pengaduan) sebagai sistem layanan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan FIA UB. Sistem ini dikembangkan untuk mengintegrasikan pengelolaan aspirasi dan pengaduan sivitas akademika dengan platform UB Care sehingga proses penerimaan, verifikasi, hingga penyelesaian aduan dapat dilakukan secara lebih cepat dan transparan.

Melalui ASIAP, mahasiswa, wali mahasiswa, maupun alumni dapat menyampaikan aspirasi dan pengaduan dengan lebih mudah. Dalam presentasinya, Aris menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir sebagai bagian dari penguatan pembangunan Zona Integritas, khususnya pada aspek peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepemimpinan Strategis Jaga Daya Saing Program Studi Pascasarjana
Pada kategori Kepala Program Studi Berprestasi, Dr. Alfi Haris Wanto, S.AP., M.AP., MMG. mengikuti sesi wawancara yang berfokus pada kepemimpinan akademik dan strategi pengembangan program studi. Salah satu pertanyaan yang diajukan dewan juri adalah bagaimana mempertahankan Program Studi Magister Administrasi Publik agar tetap menjadi pilihan calon mahasiswa pascasarjana di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Alfi menegaskan bahwa daya tarik sebuah program studi tidak hanya dibangun melalui promosi, tetapi juga dibuktikan melalui kualitas yang telah dicapai. Ia memaparkan bahwa Program Studi Magister Administrasi Publik FIA UB telah mengantongi Akreditasi Unggul dari BAN-PT serta Akreditasi Internasional AQAS, yang menjadi indikator pengakuan terhadap mutu penyelenggaraan pendidikan. Program studi ini juga aktif membangun kerja sama internasional dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan akademik dosen maupun mahasiswa.
Budaya Inovasi Perkuat Daya Saing SDM FIA UB
Keberhasilan empat perwakilan FIA UB melaju hingga babak final menunjukkan bahwa budaya inovasi telah tumbuh di berbagai lini, mulai dari pelayanan administrasi, pengelolaan fasilitas, tata kelola organisasi, hingga kepemimpinan akademik. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya FIA UB dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Lebih dari sekadar capaian individu, berbagai inovasi yang dihadirkan para finalis turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu layanan dan pengembangan sumber daya manusia, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui transformasi digital dalam sistem pelayanan dan pengelolaan institusi, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.









