Strategi FIA UB Hadapi Era Digital Melalui Penguatan Kurikulum Berbasis AI dan Sustainability

Bagikan Ke:

MALANG (13/4) – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat posisinya sebagai pionir pendidikan administrasi bisnis di Indonesia. Melalui Rapat Pleno Silabus dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digelar pada Senin, 13 April 2026, FIA UB resmi mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan prinsip keberlanjutan (sustainability) ke dalam kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis (PSAB).

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan lulusan FIA UB tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga tangkas dalam mengoperasikan alat-alat digital mutakhir yang relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Menuju Keunggulan Kompetitif: Green Business & AI

Dalam rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran dosen ini, Prof. Kusdi menekankan bahwa identitas lulusan PSAB ke depan akan sangat lekat dengan isu lingkungan dan teknologi.

“Semua mata kuliah harus mendukung terhadap keunikan keilmuan program studi yakni AI dan digitalisasi serta sustainability. Jadi ada green marketing, green IT, green finance, dan seterusnya,” tegas Prof. Kusdi dalam arahannya.

Beliau juga menambahkan bahwa nilai keberlanjutan harus meresap hingga ke sistem penilaian kinerja.

“Nilai yang dibangun adalah sustainabilitas, sehingga indikator kinerja harus masuk ke dalam indikator kinerja sustainabilitas,” imbuhnya.

Penajaman Praktikum dan Advanced Analytics

Transformasi digital juga terlihat jelas pada Kompartemen Bisnis Digital dan SIM. Pak Agung menjelaskan bahwa fokus pengajaran akan bergeser ke arah praktikum yang lebih intensif dengan alat bantu modern.

“Kalau di mata kuliah Riset Operasi Bisnis (ROB) sudah dilakukan secara manual, maka di mata kuliah Business Analytics dilanjutkan dengan praktik menggunakan tools Excel,” ujar Pak Agung mengenai pembaruan metode ajar tersebut.

Selain itu, mata kuliah baru seperti Financial Technology (Fintech) mulai diperkenalkan sebagai hasil dari masukan para pemangku kepentingan dalam stakeholder meeting sebelumnya.

Internasionalisasi dan Kualitas Bahan Ajar

Sejalan dengan visi menjadi fakultas berstandar internasional, Prof. Hamidah mendorong peningkatan kolaborasi global melalui program-program strategis.

“Program 3in1 diharapkan ada dosen asing, karena target fakultas harus ada minimal 35 dosen asing. Selain itu, diharapkan ada dosen yang memiliki waktu untuk menyusun buku referensi melalui insentif penulisan yang tersedia,” tutur Prof. Hamidah.

Rapat pleno ini menyepakati target penyusunan seluruh RPS baru dalam waktu satu minggu. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat branding FIA UB sebagai institusi pendidikan yang dinamis, adaptif, dan berwawasan masa depan dalam mencetak pemimpin bisnis yang sadar teknologi dan lingkungan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Dapatkan informasi terbaru dari Fakultas Ilmu Administrasi Univesitas Brawijaya