Tax Center FIA UB Selenggarakan Coaching Offline Relawan Pajak RENJANI 2026, Bekali Teknis Coretax dan Etika Pelayanan

Share to:

Malang, 29 Januari 2026 – Tax Center Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) menyelenggarakan kegiatan Coaching Offline Relawan Pajak RENJANI 2026 pada Kamis (29/1) bertempat di Aula Gedung E Lantai 10 FIA UB. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai dan diikuti oleh relawan pajak RENJANI Tax Center FIA UB.

Kegiatan coaching ini bertujuan untuk membekali relawan pajak dengan pemahaman teknis pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan Orang Pribadi melalui sistem Coretax, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai manajemen RENJANI dan etika pelayanan dalam pendampingan wajib pajak. Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sambutan pembuka disampaikan oleh Ketua Tax Center FIA UB 2026, Ibu Astri Warih Anjarwi, S.E., MSA., Ak. Dalam sambutannya, beliau memberikan arahan singkat kepada peserta sekaligus membuka secara resmi kegiatan Coaching Offline Relawan Pajak.

Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III dengan topik Teknis Pelaporan SPT PPh Orang Pribadi Melalui Coretax. Pemateri menjelaskan langkah-langkah registrasi akun Coretax dan permintaan Sertifikat Elektronik, termasuk persiapan dokumen awal seperti NIK yang telah padan, alamat email aktif, dan nomor telepon seluler. Selain itu, dijelaskan pula prosedur bagi wajib pajak yang telah memiliki NPWP maupun yang belum terdaftar.

Pemateri juga mempraktikkan secara langsung tata cara akses Coretax dan tahapan pelaporan SPT, mulai dari pengisian periode dan jenis SPT, posting SPT untuk menarik data prepopulatif, pengisian pertanyaan dan lampiran, mekanisme restitusi untuk SPT lebih bayar, pengisian harta dan utang, hingga proses simpan konsep, bayar, dan lapor.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait kendala teknis yang sering ditemui di lapangan, seperti bukti potong PPh 21 yang tidak muncul, menu periode SPT yang tidak terdeteksi, hingga keterangan kurang bayar akibat kesalahan input. Seluruh pertanyaan dijawab secara teknis dan aplikatif oleh pemateri.

Untuk menjaga semangat peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking berupa permainan interaktif yang disertai pemberian hadiah. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Pengurus Tax Center FIA UB, Muhammad Irsyad Aufa Hartono, dengan topik Manajemen RENJANI dan Etika Pelayanan.

Dalam pemaparannya, dijelaskan pengelolaan kegiatan relawan melalui sistem RENJANI, termasuk penggunaan laman RENJANI untuk klaim poin, pelaporan kegiatan, serta jenis-jenis aktivitas relawan pajak beserta perolehan poinnya. Pemateri juga menekankan peran koordinator kelompok dalam memastikan keikutsertaan anggota, kelengkapan pelaporan, dan klaim poin kegiatan.

Selain manajemen RENJANI, materi etika pelayanan juga menjadi fokus pembahasan, meliputi sikap profesional, ketepatan waktu, penampilan rapi, komunikasi yang persuasif dan ramah, serta tanggung jawab dalam menjaga kerahasiaan data wajib pajak. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penanganan kendala (troubleshooting) yang kerap terjadi selama pendampingan, baik yang berkaitan dengan sistem maupun karakter wajib pajak.

Sesi tanya jawab kedua membuka ruang diskusi terkait etika pelayanan dan alur koordinasi relawan, yang kemudian ditutup dengan penyampaian resume kegiatan oleh perwakilan relawan pajak. Acara dilanjutkan dengan penyerahan vandel dan sertifikat kepada pemateri, sesi awarding peserta, foto bersama, serta penutupan oleh MC.

Melalui kegiatan Coaching Offline Relawan Pajak RENJANI 2026 ini, Tax Center FIA UB diharapkan dapat meningkatkan kompetensi relawan pajak, baik dari aspek teknis pelaporan perpajakan maupun kualitas pelayanan kepada wajib pajak. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas dan literasi perpajakan relawan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Pajak dalam mendukung pelayanan dan edukasi perpajakan kepada masyarakat.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University