Malang, 13 Mei 2026 – Program Doktor Ilmu Administrasi (PDIA) Kampus Jakarta, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), kembali melahirkan doktor baru melalui pelaksanaan Ujian Akhir Disertasi mahasiswa atas nama Novita Riani, Program Doktor Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya angkatan 2023. Ujian disertasi tertutup yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 di Ruang A2.2 FIA UB tersebut mengangkat tema strategis mengenai perencanaan pembangunan desa berbasis data digital Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, dengan fokus kajian di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Novita Riani merupakan aparatur sipil negara dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam bidang tata kelola pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Rumah Tangga pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta aktif sebagai pelatih dan Master of Trainer (MoT) dalam berbagai program peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dan aparatur pemerintahan desa di bawah Kementerian Desa PDTT.

Sidang dipimpin oleh Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, M.Sc selaku pimpinan sidang, didampingi tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Abdullah Said, M.Si sebagai Promotor, Dr. Muhammad Rozikin, M.Si sebagai Co-Promotor 1, dan Wike, S.Sos., M.Si., DPA sebagai Co-Promotor 2. Ujian juga melibatkan penguji internal dan eksternal dari bidang administrasi publik, tata kelola pemerintahan, pembangunan desa, dan kebijakan publik.
Transformasi Digital Perencanaan Desa untuk Percepatan SDGs Desa
Transformasi digital dalam perencanaan pembangunan desa menjadi agenda penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data, khususnya melalui implementasi SDGs Desa dan e-government desa. Pemanfaatan data digital dinilai mampu meningkatkan akurasi perencanaan pembangunan, memperkuat pengambilan keputusan berbasis bukti, serta memastikan program desa lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.

Kajian pada 16 desa di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa sistem data SDGs Desa telah tersedia dan mulai digunakan dalam proses perencanaan, namun integrasinya ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) masih bersifat parsial. Kondisi ini mengindikasikan bahwa transformasi digital desa masih berada pada tahap transisi menuju sistem perencanaan berbasis data yang sepenuhnya terintegrasi.
“Data SDGs Desa memiliki peran strategis dalam mengarahkan pembangunan desa yang lebih inklusif, terukur, dan berkelanjutan. Tantangan utamanya adalah memastikan data tersebut benar-benar menjadi dasar utama dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa,” ungkap Novita Riani dalam pemaparan disertasinya.
FIA UB Dorong Tata Kelola Desa Berbasis Data dan Kebijakan Inklusif
FIA UB menegaskan komitmennya dalam mendorong riset doktoral yang menghasilkan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan desa, transformasi digital sektor publik, dan implementasi SDGs Desa berbasis data. Pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) menjadi kunci dalam memperkuat kualitas kebijakan pembangunan di tingkat lokal.
Berdasarkan hasil sidang, Novita Riani dinyatakan lulus Ujian Disertasi Tertutup dan resmi menjadi Doktor ke-844 FIA UB. Capaian ini diharapkan memperkuat implementasi SDGs Desa berbasis data digital, khususnya dalam mendorong pembangunan desa yang lebih presisi, inklusif, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, kajian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, as well as SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan transformasi digital desa dan tata kelola pembangunan berbasis data.