MALANG (8/5) — Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya sukses menggelar agenda Adjunct Professor Business Model Class 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan pakar pemasaran internasional dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Assoc. Prof. Dr. Zuraidah Sulaiman, untuk membedah strategi bertajuk “e.

Dalam pemaparannya, Dr. Zuraidah memberikan pendalaman mengenai evolusi Business Model Canvas (BMC) yang kini harus diintegrasikan dengan prinsip keberlanjutan. Beliau menjelaskan secara detail setiap kategori dalam BMC, terutama pada aspek Distribution Channels yang harus mulai beralih ke jalur logistik rendah emisi dan pemanfaatan platform digital guna mengurangi jejak karbon. Selain itu, pada kategori Key Resources, perusahaan didorong untuk menggunakan energi terbarukan dan bahan baku ramah lingkungan sebagai upaya nyata dalam mendukung ekonomi sirkular yang menggantikan model linier “take-make-waste”
Dalam pemaparannya, Dr. Zuraidah menekankan bahwa strategi pengelolaan lingkungan saat ini telah berkembang pesat. Jika sebelumnya dunia usaha hanya mengenal prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kini saatnya beralih ke prinsip 9R dalam ekonomi sirkular yang lebih mendalam, mencakup Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Remanufacture, Repurpose, Recycle, hingga Recover. Prinsip ini bertujuan untuk mempertahankan nilai produk setinggi mungkin dalam sistem closed-loop, sehingga meminimalkan sampah yang terbuang ke alam.

Lebih lanjut, Dr. Zuraidah mendetailkan implementasi 9R tersebut ke dalam setiap kategori Business Model Canvas (BMC). Beliau menyoroti bahwa Distribution Channels (saluran distribusi) harus berevolusi menjadi lebih hijau, misalnya dengan mengoptimalkan logistik untuk menekan emisi atau menggunakan kanal digital guna mengurangi limbah fisik. Pada sisi Value Propositions, bisnis ditantang menciptakan produk yang mudah diperbaiki (Repair) atau dapat diproduksi ulang (Remanufacture). Perubahan ini pun berdampak pada Revenue Streams, di mana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dari layanan purna jual atau model bisnis berbasis langganan ketimbang sekadar penjualan satu kali.
Langkah Green Pivot ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjaga keseimbangan antara Planet, People, dan Profit. Dengan mengaudit model bisnis saat ini terhadap kriteria keberlanjutan, perusahaan tidak hanya berkontribusi pada kesehatan bumi tetapi juga meningkatkan daya saing jangka panjang.
Sebagai penutup, Dr. Zuraidah memberikan pesan kuat bagi mahasiswa Gen Z sebagai motor penggerak perubahan:
”Ekonomi hijau adalah transformasi yang mendefinisikan generasi Anda. Alat untuk melakukan perubahan besar ada di tangan Anda melalui langkah-langkah kecil yang disengaja. Jangan menunggu mandat kebijakan untuk memulai; tentukanlah bagaimana nilai diciptakan bagi manusia tanpa harus mengorbankan planet ini, karena waktu untuk bertindak adalah sekarang!”
Melalui kuliah Adjunct Professor ini, diharapkan mahasiswa mampu menyusun rencana aksi nyata, mulai dari melakukan audit model bisnis hingga menjalankan proyek pilot hijau yang inovatif di masa depan.