Jadi Pilot Project UB, FIA Gelar Rapat Kerja Implementasi Manajemen Risiko Melalui Aplikasi SEMAR 2026

MALANG, 28 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali menunjukkan komitmennya sebagai pelopor tata kelola kelembagaan yang adaptif dan terukur. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, FIA UB sukses menyelenggarakan Rapat Kerja bertajuk “Implementasi Manajemen Risiko Melalui Aplikasi SEMAR dan Penyelarasan Perjanjian Kinerja”.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola fakultas, sekaligus mengukuhkan posisi FIA UB sebagai ujung tombak penerapan sistem manajemen risiko digital di tingkat universitas.

Penguatan Tata Kelola Berbasis Risiko: FIA UB Sebagai Pilot Project

Di era disrupsi, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk memiliki mitigasi risiko yang matang agar target kinerja dapat tercapai secara maksimal. Penggunaan Aplikasi SEMAR (Sistem Manajemen Risiko) menjadi jawaban atas tantangan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola berbasis risiko di lingkungan fakultas, sekaligus menegaskan posisi FIA UB sebagai pilot project dalam penerapan sistem SEMAR di tingkat Universitas Brawijaya,” tegas perwakilan pimpinan fakultas dalam forum rapat kerja tersebut.

Penunjukan sebagai pilot project ini membuktikan kepercayaan universitas terhadap kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di lingkungan FIA UB dalam mengadopsi sistem tata kelola digital terintegrasi.

Integrasi Aplikasi SEMAR untuk Inovasi Kinerja dan Akurasi Data Akademik

Lebih dari sekadar pemenuhan sistem, pimpinan fakultas dalam forum tersebut menyoroti pentingnya pemahaman teknis dan konsistensi penggunaan Aplikasi SEMAR oleh seluruh unit kerja. Departemen dan program studi didorong untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

“Sistem ini harus diintegrasikan dengan upaya peningkatan kinerja melalui inovasi dan kolaborasi lintas unit. Selain itu, pembaruan data akademik turut menjadi perhatian utama kita bersama, karena data yang valid adalah fondasi dalam menghasilkan kebijakan yang akurat dan terukur,” lanjut arahan dari pimpinan fakultas.

Dengan pembaruan data akademik yang real-time dan terukur, fakultas dapat memetakan potensi risiko lebih dini, mulai dari risiko penurunan kualitas riset, keterlambatan kelulusan, hingga operasional administratif.

Langkah Nyata FIA UB Mewujudkan SDGs Melalui Tata Kelola Kelembagaan

Implementasi Aplikasi SEMAR dan manajemen risiko di FIA UB ini memiliki benang merah yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Transformasi tata kelola yang transparan, berbasis data akurat, dan mengedepankan mitigasi risiko merupakan implementasi langsung dari SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions). Dengan sistem yang akuntabel, FIA UB menjamin institusi berjalan dengan efektif dan berintegritas.

Selain itu, dorongan pimpinan fakultas agar departemen melahirkan inovasi dan kolaborasi dalam ekosistem SEMAR sangat selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, di mana fakultas membangun infrastruktur digital (Aplikasi SEMAR) yang tangguh untuk mendukung inovasi berkelanjutan di ranah pendidikan tinggi.

Penyelarasan kinerja yang terukur ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi mahasiswa, yang mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Bermutu.