MALANG, (26/3) – Memiliki pengalaman studi di luar negeri kini menjadi impian banyak mahasiswa sebagai upaya meningkatkan daya saing global di era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Magister Administrasi Bisnis (MAB), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), secara resmi menghadirkan program double degree. Program ini memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar sekaligus, baik dari Universitas Brawijaya maupun dari universitas mitra terkemuka di luar negeri.
MAB FIA UB bekerja sama dengan Boston University di Amerika Serikat, yang menempati peringkat 79 dunia berdasarkan QS World University Ranking by Subject 2026 untuk bidang Business & Management Studies. Selain itu, MAB FIA UB juga bermitra dengan Massey University di Selandia Baru, yang berada pada peringkat 10 di kawasan Oceania menurut QS Global MBA Rankings 2026. Tidak hanya itu, program double degree juga tersedia melalui kerja sama dengan National Central University di Taiwan.

“Skema studinya dirancang sangat efektif, yaitu satu tahun di MAB UB dan satu tahun berikutnya di perguruan tinggi mitra di luar negeri. Fleksibilitas ini kami berikan agar mahasiswa dapat memilih kampus tujuan yang paling sesuai dengan target karier mereka saat mengambil program double degree di luar negeri,” ujar Dr. Fadillah Amin selaku Wakil Dekan bidang Akademik Fakultas Ilmu Administrasi.
Ketua Pusat Kerjasama Pendidikan Internasional Bergelar UB, Dadang Meru Utomo, Ph.D., menekankan bahwa manajemen program ini kini dikelola secara terpusat dan profesional demi menjaga reputasi universitas. Menurutnya, akses untuk mendapatkan double degree di luar negeri tidak hanya eksklusif bagi mahasiswa S2, tetapi juga terbuka bagi jenjang S1 hingga S3 melalui koordinasi UPT Global Partnership and Reputation.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang mengambil program double degree di luar negeri mendapatkan layanan administratif dan akademik terbaik, sehingga mereka bisa fokus menuntaskan studi dengan mitra internasional kami di kancah global,” tambah Dadang Meru Utomo.
Implementasi program double degree di luar negeri yang digagas oleh FIA UB bukan sekedar pencapaian akademik, melainkan bentuk komitmen nyata terhadap target pembangunan berkelanjutan dunia:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menjamin pemerataan akses pendidikan berstandar global. Melalui double degree di luar negeri, mahasiswa mendapatkan transfer pengetahuan kompetitif yang memperkecil kesenjangan kualitas SDM antarnegara
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Kolaborasi antara UB, pemerintah, dan mitra internasional dalam program double degree di luar negeri menunjukkan sinergi kuat dalam memperkuat kapasitas pendidikan nasional