Workshop RPS FIA UB Perkuat Kurikulum Perpajakan Berbasis OBE

Share to:

MALANG, 28 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia profesional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Program Studi Perpajakan Tahun 2026–2030 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung B FIA UB. Kegiatan ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) berjalan secara konsisten hingga level perencanaan pembelajaran di setiap mata kuliah.

Workshop dihadiri oleh pimpinan departemen, pengelola Program Studi Perpajakan, dosen, serta perwakilan laboratorium di lingkungan FIA UB. Agenda difokuskan pada penyusunan RPS yang selaras dengan pendekatan Case-Based Learning (CBL) And Project-Based Learning (PjBL), sekaligus memperkuat integrasi laboratorium sebagai ruang pembelajaran berbasis praktik.

RPS sebagai Fondasi Pembelajaran Berorientasi Kompetensi

Ketua Departemen Bisnis FIA UB, Cacik Rut Damayanti S.Sos. M.Prof.Acc., DBA, CSRS., menegaskan bahwa penyusunan RPS bukan sekadar pemenuhan dokumen akademik, melainkan instrumen utama untuk memastikan proses pembelajaran menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesi.

“Sistem OBE di FIA UB telah berjalan selama tiga tahun. Mata kuliah yang dirancang menggunakan pendekatan case-based maupun project-based harus diimplementasikan secara konsisten. Integrasi laboratorium juga perlu direncanakan sejak penyusunan RPS agar menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan program studi dalam akreditasi dan meningkatkan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa RPS kini tidak hanya memuat capaian pembelajaran, tetapi juga merancang pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan persoalan nyata melalui analisis kasus, proyek kolaboratif, serta praktik berbasis laboratorium. Model ini memperkuat keterkaitan antara teori, praktik, dan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang lebih aplikatif.

Kolaborasi Laboratorium Hadirkan Pembelajaran yang Lebih Kontekstual

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan peran laboratorium dalam mendukung implementasi pembelajaran. Program Studi Perpajakan merancang keterlibatan berbagai laboratorium, seperti Tax Center, Galeri Investasi, Laboratorium Sistem Informasi Manajemen (SIM), hingga Laboratorium Accounting, pada sejumlah mata kuliah sesuai karakteristik kompetensinya.

IMG
sesi diskusi RPS

Ketua Program Studi Perpajakan, Astri Warih Anjarwi SE., MSA., Ak., menyampaikan bahwa penyempurnaan kurikulum diarahkan pada penyesuaian mata kuliah yang mendukung visi program studi, termasuk membuka ruang integrasi laboratorium dalam proses pembelajaran.

Kolaborasi lintas laboratorium juga membuka peluang penyusunan modul praktikum bersama, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis perangkat lunak, serta pelibatan mahasiswa sebagai tutor laboratorium setelah memperoleh pelatihan yang memadai. Strategi tersebut memperluas ekosistem pembelajaran sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menguasai keterampilan penggunaan teknologi yang dibutuhkan di bidang perpajakan dan analisis data.

Penguatan Social Marketing dan Literasi Digital dalam Kurikulum Perpajakan

Dalam sesi diskusi, Sekretaris Departemen Bisnis FIA UB, Agung, menekankan pentingnya mengintegrasikan unsur social marketing ke dalam mata kuliah wajib sebagai bagian dari mandat akreditasi internasional Accreditation Council for Business Schools and Programs (ACBSP). Konsep tersebut dinilai relevan untuk mengembangkan strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak melalui pendekatan perubahan perilaku masyarakat.

Berbagai usulan juga mengemuka untuk memperkuat pembelajaran berbasis teknologi, di antaranya pemanfaatan perangkat lunak analisis data seperti SPSS, SmartPLS, dan NVivo, serta pengembangan software perpajakan yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan praktikum. Pembelajaran berbasis digital tersebut semakin memperkaya kompetensi mahasiswa dalam analisis kebijakan, penelitian, hingga penyelesaian persoalan perpajakan berbasis data.

RPS Adaptif Menjawab Tantangan Pendidikan Tinggi Masa Depan

Workshop dipimpin oleh Dessanti pada sesi teknis penyusunan RPS dengan fokus pada penyusunan Sub-CPMK, materi perkuliahan setiap pertemuan, referensi, rubrik penilaian, serta rancangan tugas berbasis Case-Based Learning (CBL). Penyusunan dilakukan secara kolaboratif melalui dokumen bersama sehingga setiap mata kuliah memiliki standar pembelajaran yang selaras dengan kurikulum OBE.

IMG
Dessanti Putri Sekti Ari SE., MSA., Ak.

Perancangan RPS yang lebih terstruktur memperkuat kualitas proses pembelajaran, memperjelas keterkaitan antara capaian pembelajaran, metode pengajaran, penilaian, serta pengalaman belajar mahasiswa. Integrasi laboratorium, pendekatan berbasis kasus, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas bidang menjadi fondasi penting dalam membangun lulusan perpajakan yang adaptif terhadap dinamika regulasi, transformasi digital, dan kebutuhan industri.

Sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penguatan kurikulum melalui workshop ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Quality Education, khususnya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21. Kurikulum yang terus diperbarui menjadi landasan bagi lahirnya lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perpajakan dan tata kelola publik yang berkelanjutan.

Latest news

Other Articles

Get the latest information from the Faculty of Administrative Sciences, Brawijaya University