MALANG — Program Studi Ilmu Perpustakaan (PSIP) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) secara resmi memperkuat pijakan akademik di kancah internasional melalui kolaborasi riset strategis bersama Utrecht University, Belanda.

Kerja sama lintas benua ini mengusung misi besar dalam melakukan preservasi informasi sejarah dengan menitikberatkan pada kajian pangan lokal sebagai warisan budaya bangsa. Melalui sinergi ini, kedua institusi berupaya menggali kembali nilai-nilai historis yang tersimpan di Museum Tani Jawa Indonesia, yang dipandang sebagai pusat dokumentasi vital bagi memori kolektif masyarakat agraris.

Pelaksanaan penelitian ambisius ini dijadwalkan berlangsung intensif mulai Agustus hingga Desember 2025, melibatkan kolaborasi pakar lintas disiplin. Tim peneliti dari FIA UB yang terdiri dari Endry Putra, Farida Nurani, dan Rizki Fitria Dewi, akan bersinergi secara langsung dengan Dr. Grace Leksana dari Utrecht University.

Proses koordinasi dijalankan melalui pendekatan hybrid, memadukan diskusi daring berkala dengan pertemuan tatap muka yang krusial. Agenda pertemuan pertama akan dilangsungkan di Indonesia pada Oktober 2025, disusul dengan kunjungan balasan ke Belanda pada Februari 2026 guna memfinalisasi draf publikasi ilmiah internasional yang ditargetkan menembus jurnal bereputasi SCOPUS.
Salah satu peneliti utama menekankan pentingnya agenda ini dengan menyatakan bahwa,
“Kolaborasi ini bukan sekadar pertukaran data akademik, melainkan sebuah manifestasi strategis untuk mengangkat derajat kearifan lokal ke level global, di mana teknologi preservasi informasi modern digunakan untuk melindungi memori kolektif kita tentang pangan tradisional.”
Lebih dari sekadar pencapaian akademik, inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mendukung target global Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi riset ini selaras dengan pencapaian SDG 2 dalam memperkuat pengetahuan pangan lokal untuk pengentasan kelaparan, SDG 4 dalam menyediakan kualitas pendidikan berbasis riset museum, serta SDG 11 yang berfokus pada pelestarian warisan budaya dunia.
Melalui kolaborasi ini, FIA UB menegaskan komitmennya untuk tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga memastikan bahwa sejarah lokal Indonesia mendapatkan tempat terhormat dalam diskursus ilmiah internasional.