Kita saat ini dapat melihat penekanan pada sisi teknis dan sosio teknis penanganan informasi dalam organisasi baik di sektor publik maupun bisnis. Konsep tata kelola informasi (information governance) hadir dan menjadi terlihat “baru” karena perubahan-perubahan yang disebabkan oleh penggunaan teknologi-teknologi masa kini, khususnya teknologi berbasis komputer atau teknologi digital.
Tata kelola informasi adalah orkestrasi manusia, proses dan teknologi dalam memungkinkan organisasi untuk memanfaatkan data, informasi hingga pengetahuan sebagai aset organisasi. Tata kelola informasi membantu kepatuhan hukum, transparansi, dan penciptaan nilai suatu organisasi.
Tata kelola informasi yang baik dapat memitigasi krisis pengelolaan informasi dengan menilai risiko, memahami kesenjangan dan membuat perencanaan terbaik terkait pengelolaan informasi dalam organisasi.
Kompetensi dan profesionalisme akan amat berperan dalam proses transfomasi dan reformasi yang menjadi penggerak utama dari penerapan tata kelola informasi di organisasi. Persoalan inilah yang mendapat perhatian Program Studi Ilmu Perpustakaan FIA UB.
The 3 in 1 Program tahun 2019 ini menegaskan akan kekhasan fokus kajian dan luaran di Program Studi Ilmu Perpustakaan di bawah Jurusan Administrasi Publik FIA UB yaitu tata kelola informasi, membedakannya dengan program studi yang sejenis di Indonesia.
Para lulusan Program Studi Ilmu Perpustakaan FIA UB didorong menjadi pionir dalam berbagai proses transfomasi maupun reformasi. Para lulusan diharapkan dapat menyumbang kepada upaya mendeskripsikan potensi dan langkah bersama pemangku kepentingan majemuk (multi-stakeholder) di setiap lembaga informasi yang sinergis serta konstruktif dalam koridor tata kelola informasi Indonesia yang transparan, akuntabel dan profesional.