{"id":4109,"date":"2015-08-24T11:30:58","date_gmt":"2015-08-24T04:30:58","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/?p=4109"},"modified":"2015-08-24T12:33:25","modified_gmt":"2015-08-24T05:33:25","slug":"fia-ub-pimpin-diskusi-rancangan-peraturan-menteri-tentang-pembangunan-kawasan-perdesaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/blog\/berita\/fia-ub-pimpin-diskusi-rancangan-peraturan-menteri-tentang-pembangunan-kawasan-perdesaan.html","title":{"rendered":"FIA UB Pimpin Diskusi Rancangan Peraturan Menteri tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan"},"content":{"rendered":"<p>Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) menggandeng Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) untuk menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang \u201cSosialisasi dan Koordinasi Rancangan Pedoman Pembangunan Kawasan Perdesaan di Wilayah I (Sumatra)\u201d. Puluhan peserta yang terdiri dari pejabat dari kementerian, perwakilan pemerintah daerah di kawasan Sumatra, perwakilan dari beberapa perguruan tinggi lokal, dan tim dari FIA UB nampak mengikuti acara yang berlangsung selama dua hari sejak Minggu (23\/8). Acara yang bertempat di Hotel Garuda Plaza Medan itu bertujuan untuk melakukan finalisasi terhadap rancangan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan. Diharapkan tujuan pembangunan kawasan perdesaan dapat mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana, program, dan kegiatan sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di wilayah perdesaan.<\/p>\n<p>Staf Ahli Menteri bidang Kerjasama antar Lembaga Dr. Lili Romli, M.Si menjelaskan pentingnya acara ini. Menurutnya, luaran dari acara FGD ini nantinya akan menjadi acuan pemerintah daerah dan kementerian\/lembaga dalam menyusun turunan regulasinya serta dalam menetapkan program atau kegiatan di kawasan perdesaan. Kawasan perdesaan, tambah Romli, adalah pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga rancangan peraturan yang dibuat harus tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing kawasan perdesaan. \u201cUntuk itu saya berharap acara ini dapat menghasilkan masukan yang berkualitas dan tidak hanya bersifat formalitas,\u201d ujar Romli.<\/p>\n<div id=\"attachment_4110\" style=\"width: 755px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FGD-Medan.jpg\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-4110\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-4110\" src=\"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FGD-Medan-1024x770.jpg\" alt=\"Dr Wilopo (kiri) selaku Koordinator FGD dan Dr Lili Romli (kanan)\" width=\"745\" height=\"560\" srcset=\"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FGD-Medan-1024x770.jpg 1024w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FGD-Medan-300x226.jpg 300w, https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-content\/uploads\/2015\/08\/FGD-Medan.jpg 1379w\" sizes=\"(max-width: 745px) 100vw, 745px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4110\" class=\"wp-caption-text\">Dr Wilopo (kiri) selaku Koordinator FGD dan Dr Lili Romli (kanan)<\/p><\/div>\n<p>Sementara itu, Direktur Ekonomi Kawasan Perdesaan Drs. H. Mukhlis, M.Si menyebutkan tanggungjawab pihaknya dalam mewujudkan visi Nawacita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo, yakni komitmen pemerintah untuk mengawal implementasi UU Desa secara sistematis, konsisten, dan berkelanjutan untuk mencapai desa yang maju, kuat, mandiri, dan demokratis. \u201cPeraturan Menteri ini sangat vital perannya sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita membangun desa dan desa membangun sesuai instruksi presiden,\u201d ujar Mukhlis. (ALA\/NUH\/FIA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) menggandeng Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) untuk menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang \u201cSosialisasi dan Koordinasi Rancangan Pedoman Pembangunan Kawasan Perdesaan di Wilayah I (Sumatra)\u201d. Puluhan peserta yang terdiri dari&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[38,64],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4109"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4109"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4109\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}