{"id":1977,"date":"2015-09-10T20:18:58","date_gmt":"2015-09-10T20:18:58","guid":{"rendered":"http:\/\/rsc.ub.ac.id\/?p=1977"},"modified":"2015-09-10T20:18:58","modified_gmt":"2015-09-10T20:18:58","slug":"resume-diskusi-paradigma-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/hasil-diskusi\/resume-diskusi-paradigma-penelitian.html","title":{"rendered":"Resume Diskusi &#8222;Paradigma Penelitian&#8220;"},"content":{"rendered":"<p>Selamat Malam Keluarga RSC ^^<br \/>\nBagi teman-teman yang kemarin tidak mengikuti Diskusi &#8222;Paradigma Penelitian&#8220; Berikut resumenya yaa&#8230;<br \/>\nSelamat Membaca,<br \/>\nPemateri : Arwin Anindyka dan Fika Idah Rahmawati<br \/>\nTanggal Pelaksanaan : 9 September 2015<br \/>\nAdanya paradigma penelitian dikarenakan adanya hukum kemajuan manusia (Auguste Comte).<br \/>\nMenurut Comte, perubahan masyarakat dari suatu tahap ke tahap selanjutnya, tidak terjadi secara tiba-tiba sehingga garis pemisah terlihat jelas. Tahap-tahap :<br \/>\n&#8211; Teologis : Manusia menafsirkan gejala sekelilingnya dengan kekuatan yang dikendalikan oleh Dewa atau Tuhan, untuk mencari pengetahuan absolut dari sifat hakiki kenyataan dan sebab-sebab pertama dan terakhir dari peristiwa sebagai hasil dari kehendak Tuhan.<br \/>\n&#8211; Metafisik (Abstrak) : Adanya kepercayaan atas hukum-hukum alam yang berasal dari akal manusia.<br \/>\n&#8211; Penjelasan Ilmiah : Pola pikir yang terus berkembang yang bersifat empiris apa yang terjadi dilingkungannya sehingga lahirnya paradigma positivisme dengan adanya data empiris.<br \/>\nFungsi paradigma penelitian : menentukan pendekatan yang sesuai untuk digunakan dalam melakukan penelitian atas sebuah permasalahan. Ketika melakukan penelitian maka peneliti akan melakukan penyelidikan atas suatu permasalahan, yang kemudian akan memunculkan paradigma peneliti (positivisme\/post positivisme). Melalui paradigma tersebut maka akan memunculkan pendekatan dan metodologi penelitian yang digunakan sebagai acuan atau alat bagi para peneliti untuk melakukan penelitian.<br \/>\nParadigma penelitian<br \/>\nParadigma penelitian muncul karena untuk mendapatkan data-data empiris. Paradigma penelitian terbagi menjadi dua, yaitu:<br \/>\n1. Positivisme<br \/>\nSuatu hal yang bersifat mutlak (bisa berupa angka). Positivisme digunakan untuk menguji teori (pendekatan kuantitatif \u2013 pendekatan deduktif), karena sangat mengedepankan data empiris.<br \/>\n2. Post Positivisme<br \/>\nPost Positivisme muncul pasca positivisme, karena adanya suatu masalah yang tidak ditemukan jawabannya dari positivisme sehingga menciptakan teori yang baru. Post positivisme digunakan untuk penelitian kualitatif &#8211; pendekatan induktif.<br \/>\nBerdasarkan sejarah, urutannya yang muncul pertama adalah positivisme kemudian post positivisme, lalu APA YANG SEBELUMNYA DI UJI??? Jawabannya adalah \u201cKetika seseorang dianggap ahli atau seorang ahli, semua hal yang dikatakan selalu dibenarkan\u201d dari kalimat ini dapat menjelaskan bahwa hal yang di uji sebelum positivisme dan post positivisme berasal dari preposisi\/pernyataan, yang diantaranya adalah pernyataan dari para ahli.<br \/>\n~ Sekian, terimakasih ~<br \/>\nSEMOGA BERMANFAAT ^^<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selamat Malam Keluarga RSC ^^ Bagi teman-teman yang kemarin tidak mengikuti Diskusi &#8222;Paradigma Penelitian&#8220; Berikut resumenya yaa&#8230; Selamat Membaca, Pemateri : Arwin Anindyka dan Fika Idah Rahmawati Tanggal Pelaksanaan : 9 September 2015 Adanya paradigma penelitian dikarenakan adanya hukum kemajuan manusia (Auguste Comte). Menurut Comte, perubahan masyarakat dari suatu tahap ke tahap selanjutnya, tidak terjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":86,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[10,12,43,29,34],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/users\/86"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1977"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}