{"id":1536,"date":"2015-02-14T14:54:20","date_gmt":"2015-02-14T14:54:20","guid":{"rendered":"http:\/\/rsc.ub.ac.id\/?p=1536"},"modified":"2015-02-14T14:54:20","modified_gmt":"2015-02-14T14:54:20","slug":"review-pemfasilitasan-diskusi-8-oktober-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/resume-diskusi\/review-pemfasilitasan-diskusi-8-oktober-2014.html","title":{"rendered":"Review Pemfasilitasan Diskusi (8 Oktober 2014)"},"content":{"rendered":"<p>Tema\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Globalisasi<\/p>\n<p>Penyaji\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : &#8211;<\/p>\n<p><strong>Pengantar\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/strong><\/p>\n<p>Bulan \u2013 bulan terakhir ini, lebih dari sejuta orang yang kebanyakan orang muda menggelar aksi protes menentang sebuah tata ekonomi baru yang disebut GLOBALISASI, salah satu gerakan protes terbesar sejak tahun 1960-an, belum pernah terjadi sebelumnya massa yang begitu besar bergerak memperjuangkan kemakmuran dan memberantas kemiskinan, bahkan belum pernah sebelumnya ada jurang pemisah yang begitu lebar dan ketimpangan yang begitu meluas diantara yang kaya dan miskin. Inilah globallisasi yang sebenarnya. Saat ini, sekelompok kecil orang-orang yang berkuasa ternyata lebih kaya dibandingkan dengan keseluruhan jumlah penduduk di benua Afrika, hanya dengan 200 perusahaan, seperempat kegiatan ekonomi dunia sudah dapat dikuasai.<\/p>\n<p>Luput dari mata pembeli di jalan-jalan besar di negara maju, merek-merek barang terkenal mulai dari sepatu olahraga hingga pakaian bayi, hampir seluruhnya dibuat ni negara-negara yang sangat miskin, dengan upah buruh yang sangat rendah , nyaris seperti budak. Desa global seperti inikah yang disebut-sebut sebgai mas depan umat manusia? Ataukah ini semata-mata adalah cara lama yang dulunya dilakukan pada jaman raja-raja dan sekarang diteruskan oleh perusahaan-perusahaan multinasional dengan berbagai lembaga keuangan dan pemerintah sebagai penopangnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Resume<\/em><\/strong><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :<\/strong><\/p>\n<p>Hey arek-arek RSC, ini ada ringkasan diskusi tentang \u201cGlobalisasi\u201d dgn pengantar Mas Rifky \u201912 dan Mas Ikhwanus \u201912. Selamat Membaca HOHO \ud83d\ude00<\/p>\n<p>Tujuan utama globalisasi adalah mempersatukan masyarakat dunia untuk membangun kehidupan yang layak, sejahtera, dll. Globalisasi tumbuh dinegara berkembang dengan mengatas namakan \u201cmemberantas kemiskinan\u201d,\u00a0 Dengan cara negara maju\u00a0 memberikan ilmu,\u00a0 teknologi dan lapangan pekerjaan\u00a0 sedangkan\u00a0 negara berkembang memberikan SDAnya. Perusahaan\u00a0 perusahaan asing yang memiliki modal besar\u00a0 menyasar negara berkembang selain dikarenakan SDA yg melimpah, mereka juga menyasar SDM negara berkembang karena mereka bisa mendapatkan tenaga kerja yang murah. Dengan bahan produksi yang melimpah dan tenaga kerja yang murah, perusahaan \u2013 perusahaan besar akan meraih untung yang\u00a0 banyak, dan\u00a0 nantinya hasil-hasil dari produksi tersebut akan dipasarkan kembali ke negara berkembang dengan\u00a0 bentuk barang\u00a0 jadi namun dengan harga Internasional\/Tinggi.<\/p>\n<p>Mereka (perusahaan asing) hampir selalu megekploitasi SDA dan SDM negara dimana perusahaan itu berdiri. Tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan &amp; kesejahteraan pekerjanya. Kejadian tersebut bukan tanpa pengawasan dari pemerintah, melainkan pemerintah juga turut andil membela pihak\u00a0 perusahaan asing, tentuya dengan segala iming-iming yang ditawarkan investor asing kepada pemerintah setempat agar perusahannya dapat dibangun, berkembang, dan bertahan.<\/p>\n<p>Dibalik segala sisi negatif yag ditimbulkan dari globalisasi, ada juga sisi positif dari globalisasi bagi negra berkembang asalkan negara tersebut bisa memanfaatkannya, seperti dapat mengadopsi teknologi dari luar. Negara yang berhasil memanfaatkan Globalisasi adalah Tiongkok, seperti yang kita ketahui Tiongkok sekarang adalah salah satu\u00a0 negara maju dan paling berpengaruh didunia, bahkan ada yang bilang mengalahkan Amerika, padahal dulunya Tiongkok sama seperti kita, yaitu\u00a0 menjadi negara sasaran dari Globalisasi karena mempunyai tenaga kerja yang murah, tapi mereka dapat memanfaatkan Globalisasi dengan baik, sehingga mereka benar benar mendapatkan keuntungan dari Globalisasi.<\/p>\n<p>Ada dampak positif dan\u00a0 negatif dari Globalisasi, kita harus sanggup mengikuti asrus Globalisasi, karena jika harus melawan arus Globalisasi itu akan sulit. Salah satu produk dari Globalisasi yang akan dihadapi Indonesia adalah MEA yang akan dihadapi dalam waktu dekat ini. Jadi lebih baik kita MEMPERSIAPKAN DIRI dan MENCARI PELUANG YANG ADA dari Globalisasi (Seperti Tiongkok) dari pada sibuk untuk menolak Globallisasi. Semoga Bermanfaat \ud83d\ude00<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tema\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Globalisasi Penyaji\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : &#8211; Pengantar\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Bulan \u2013 bulan terakhir ini, lebih dari sejuta orang yang kebanyakan orang muda menggelar aksi protes menentang sebuah tata ekonomi baru yang disebut GLOBALISASI, salah satu gerakan protes terbesar sejak tahun 1960-an, belum pernah terjadi sebelumnya massa yang begitu besar bergerak memperjuangkan kemakmuran dan memberantas kemiskinan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":86,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[34],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1536"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/users\/86"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1536"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1536\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/rsc\/de\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}