{"id":268,"date":"2014-11-21T13:20:59","date_gmt":"2014-11-21T06:20:59","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/?p=268"},"modified":"2014-11-21T13:20:59","modified_gmt":"2014-11-21T06:20:59","slug":"memulai-karir-kewirausahaan-dengan-gaji-umr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/entrepreneur-news\/memulai-karir-kewirausahaan-dengan-gaji-umr.html","title":{"rendered":"Memulai Karir Kewirausahaan Dengan Gaji UMR"},"content":{"rendered":"<p>Ryano Panjaitan awalnya ingin berbisnis sendiri. Niat itu diutarakan pada kedua pamannya, selepas merampungkan kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo. \u201cSaya bilang ke mereka, bagi mainan dong,\u201d tutur Ryano. Ketika menjelaskan uneg-unegnya lebih lanjut, Ryano justru ditawari untuk gabung ke Agung Concern.<\/p>\n<p>Ryano (utama)<\/p>\n<p>Butuh waktu seminggu untuk mengiyakan tawaran tersebut. Tahun 2009, ia masuk perusahaan. Posisinya management trainee. Ia masuk ke Car Logistic, salah satu departemen bisnis perusahaan tersebut. Departemen itu mengurusi bisnis angkutan car carrier, box, dan trailer. \u201cSaya diperlakukan sama seperti karyawan lainnya. Gaji juga UMR,\u201d ujarnya kepada Sigit A.Nugroho dari SWA Online.<\/p>\n<p>Melalui cara itu, Ryano diberi kesempatan mengetahui setiap bisnis proses dari usaha kendaraan pengangkut mobil milik Agung Concern. Bahkan dirinya sering mengikuti perjalanan car carrier di Sumatera. \u201cPerjalanan itu kan berhari-hari. Saya jadi tahu persis operasional dan bagaimana kerjanya sopir,\u201d tutur pria kelahiran 13 Maret 1982 ini.<\/p>\n<p>Dari turun lapangan itu, Ryano menemui banyak inefisiensi. Banyak biaya terbuang percuma. \u201cWaktu itu kita lebih banyak pakai vendor, armadanya sewa. Nah, saya usul kenapa tidak dikelola sendiri,\u201d ujar dia kepada dua seniornya. Bukti Panjaitan dan Ilham Panjaitan. Usulnya soal pembelian 7 armada car carrier disetujui. Tentu setelah dia paparkan visibilitas bisnis.<\/p>\n<p>Benar saja, bisnis yang dikembangkan Ryano maju pesat. Tahun 2012, departemen bisnis tersebut di spin off menjadi entitas perusahaan sendiri. \u201cJuni 2012 berdiri Agung Car Trans dengan 31 unit car carrier,\u201d ujarnya. Konsumen juga bertambah. Dari semula hanya mendistribusikan mobil Toyota untuk Agung Toyota\u2014 perusahaan satu group, melebar ke semua merek kendaraan. Rutenya, Bali, Jawa, Sumatera. Keberhasilan tersebut mengantarkan Ryano pada posisi Direktur di Agung Car Trans.<\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan tahun 2012-2013 mencapai 30%. Dan, tahun ini diproyeksikan tumbuh sampai 70%,\u201d tuturnya tanpa mau merinci angka penjualan. Sementara, jumlah armadanya kini tercatat sebanyak 107 unit.<\/p>\n<p>Ryano<\/p>\n<p>Tak puas sampai di situ, Ryano juga melebarkan bisnis pengangkutannya. Agung Concern mendirikan anak usaha, yakni Agung Line. Ryano membeli kapal roro (roll on roll off) NV Ostina pada tahun 2013. Kapal itu punya kapasitas angkut 650 unit mobil dengan daerah operasi Jakarta, Tanjung Pinang, Pekan Baru. \u201cSaat ini kontribusi Agung Line dan Agung Car Trans masih kecil terhadap grup. Tapi sejauh ini masih on the right track dan terus tumbuh,\u201d tuturnya. Tidak itu saja, Ryano juga mengaplikasikan sistem IT. Dari tracking operasional, finance, hingga HRD sudah terdigitalisasi dan internet base.<\/p>\n<p>Keberhasilan Ryano menjalankan bisnis tidak bisa dilepaskan dari para mentornya di Agung Concern. Sejak awal gabung, dia dimentori langsung oleh beberapa BOD. \u201cSeperti CFO (Nurjaya Andi) dan COO (Samuel Siahaan) serta dua paman saya,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p>Tentu, selama mentoring ini dia diperlakukan sebagai profesional. Bahkan, dirinya sempat mendapat ultimatum dari salah satu mentornya. \u201cPak Samuel pernah bilang, \u2018Ryano kalau kamu berprestasi, tak ada siapa pun bisa halangi kamu. Tapi kalau kamu bikin kesalahan fatal, saya akan pecat kamu\u2019\u201d kenangnya. Padahal, sang mentor sama sekali bukan anggota keluarga pemilik Agung Concern. \u201cBiar perusahaan keluarga, tetap dikelola secara profesional,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, Agung Concern didirikan oleh Samuel Panjaitan (Alm) dan Ostina Emanuel Panjaitan tahun 1954 di Surabaya. Awal berdirinya perusahaan ini bergerak di importir mobil. Sekarang Agung Concern memiliki enam unit usaha: Agung Toyota, Agung Freight, Agung Warehouse, Agung Rent, Agung Cartrans, dan Agung Line. Dua pasangan ini memiliki lima anak, yakni Tanoa Panjaitan (alm), Bukti Panjaitan, Bakti Panjaitan (meninggal usia 1 tahun), Ilham Panjaitan, dan Todo Panjaitan.<\/p>\n<p>Saat ini, Bukti Panjaitan menduduki posisi Chairman Group dengan Ilham Panjaitan sebagai CEO Group. Sementara, Todo Panjaitan yang memilih jalur kesenian diberi posisi komisaris. Nah, Ryano adalah anak kedua dari Almarhum Tanoa Panjaitan.<\/p>\n<p>Ryano menuturkan, dari 7 BOC Agung Concern, hanya ada dua yang dari keluarga Panjaitan. Sisanya diisi para profesional. Saat ini posisi Ryano sebagai direktur Agung Line dan Agung Car Trans, posisinya satu layer di bawah BOC. Sementara, saat ini ada lima sepupu Ryano lainnya yang turut gabung. \u201cSemuanya dari staf. Meski keluarga, bisa dipecat oleh para profesional di sini kalau tidak berprestasi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Suatu kali Ryano pernah buang air selama tiga hari. Gara-garanya, dia salah ambil keputusan bisnis yang berakibat rugi miliaran rupiah. Saat itu dirinya sedang menjajaki bisnis kapal. Dia menyewa kapal pada salah satu perusahaan. \u201cRencananya kapal itu mau disewakan lagi ke klien. Eh, ternyata klien itu ngebatalin. Duit udah keluar, ordernya batal,\u201d kenangnya.<\/p>\n<p>Untuk menutupi kesalahan itu, Ryano mencari orderan ritel. \u201cYa tetap rugi, tapi tidak sebesar sebelumnya,\u201d kata dia. Kesalahan yang menurutnya fatal tersebut justru dianggap sebagai learning cost oleh pamannya. \u201cPak Ilham tidak marah, tapi menyemangati untuk terus belajar,\u201d jelas dia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ryano Panjaitan awalnya ingin berbisnis sendiri. Niat itu diutarakan pada kedua pamannya, selepas merampungkan kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo. \u201cSaya bilang ke mereka, bagi mainan dong,\u201d tutur Ryano. Ketika menjelaskan uneg-unegnya lebih lanjut, Ryano justru ditawari untuk gabung ke Agung Concern. Ryano (utama) Butuh waktu seminggu untuk mengiyakan tawaran tersebut. Tahun 2009, ia masuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[8],"tags":[13],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/268"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=268"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/268\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/lki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}