{"id":965,"date":"2017-07-18T13:27:40","date_gmt":"2017-07-18T06:27:40","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/?p=965"},"modified":"2018-03-27T13:28:41","modified_gmt":"2018-03-27T06:28:41","slug":"sinopsis-perjalanan-el-hamda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/berita\/sinopsis-perjalanan-el-hamda.html","title":{"rendered":"Sinopsis PERJALANAN EL-HAMDA"},"content":{"rendered":"<p>El-Hamda, seorang remaja penuh ambisi dan cita-cita, memulai petualanganya sejak masuk Sekolah Menengah Pertama di Pesantren Al-Amin Malang. Ia yang berasal dari kota lain, awalnya terasa asing dengan segala sesuatu yang ada di Malang. Hal itu nampaknya tidak bertahan lama baginya. Setelah masuk pesantren, ia memiliki dua sahabat baru yaitu Razi dan Mahfud. Mereka bertiga bagaikan \u2018Three Muskeeters\u2019 di Pesantren Al-Amin.<br \/>\nKehidupan pesantren membuat El-Hamda belajar banyak hal.<\/p>\n<p>Ia belajar melakukan segala hal secara mandiri. Mulai dari mencuci sendiri, mengaji, sholat, membaca Al-Qur\u2019an dan masih banyak lagi. El-Hamda mulai nyaman hidup di pesantren karena ada sahabat-sahabatnya yang bagai \u2018setali tiga uang\u2019 dengannya. Mereka bertiga suka melakukan berbagai hal yang terkadang melanggar aturan pesantren. Hal tersebut buruk memang, hanya saja terasa menyenangkan bagi mereka bertiga.<\/p>\n<p>Persahabatan antara El-Hamda, Razi, dan Mahfud ternyata harus terpisah karena mereka berbeda tujuan SMA (Sekolah Menengah Atas). El-Hamda yang ayahnya tiba-tiba di PHK, terpaksa harus melanjutkan ke SMA negeri yang sangat ketat ujian masuknya. Razi memutuskan untuk lanjut ke MAN (Madrasah Aliyah Negeri), sedangkan Mahfud memilih ke Australia karena harus ikut ayahnya yang bekerja disana. Kehidupan penuh tawa di pesantren terpaksa harus berhenti karena mereka bertiga harus mencapai cita-cita masing-masing.<\/p>\n<p>Masa SMA El-Hamda ternyata tidak kalah menarik dengan kehidupannya di pesantren. Di SMA negeri, El-Hamda mempunyai sahabat baru bernama Robi. Robi dikenal aktif, cerdas, dan bahkan menjadi ketua kelas. El-Hamda dan Robi sudah saling mengenal satu sama lain sejak pendaftaran masuk SMA. Karena hubungan yang dekat itulah, mereka dipilih menjadi ketua kelas dan sekretaris kelas.<br \/>\nMasa-masa SMA El-Hamda mulai diisi oleh aktifitas belajar yang sangat padat. El-Hamda sangat berambisi untuk masuk Sastra Jepan Universitas Brawijaya karena ia sangat ingin ke Jepang untuk bertemu sahabat masa kecilnya, Opik.<\/p>\n<p>Perjuangan El-Hamda selaras dengan Robi, hanya saja Robi lebih berminat dengan Ilmu Perpustakaan Universitas Brawijaya. Mereka selalu belajar bersama-sama dan saling membantu satu sama lain. Dengan semangat yang luar biasa dan penuh perjuangan, mereka akhirnya diterima di Jurusan pilihan melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).<\/p>\n<p>Kehidupan kampus El-Hamda pun dimulai. El-Hamda mulai tumbuh dewasa dengan \u2018sepikul\u2019 impian yang ia bawa di pundaknya. Berat memang, akan tetapi hal itulah yang memang El-Hamda ingin raih. Ambisius, pekerja keras, pantang menyerah, dan giat beribadah, menjadi \u2018bumbu penyegar\u2019 dalam masa-masanya meraih impian. \u2018Bumbu utamanya\u2019 masih penulis simpan secara rapi dalam buku ini sehingga pembaca harus membacanya secara \u2018lebih\u2019. Hal inilah yang membedakan perjalanan El-Hamda terasa berbeda.<\/p>\n<p>Kehidupan kampusnya berjalan begitu cepat dengan beberapa prestasi yang El-Hamda raih. Di kampus, El-Hamda mempunyai sahabat baru yaitu Ari, Akbar, dan Robert. Mereka bertiga bagaikan \u2018Three Muskeeters season 2\u2019 bagi El-Hamda. Perjuangan dan persahabatan terasa sangat kental pada masa kuliah.<\/p>\n<p>Mimpi lain dari El-Hamda tercapai setelah ia lulus sarjana. Ia mendapatkan beasiswa penuh Sekolah S2 di Jepang. Ia masuk jurusan Teknik Mesin karena ia mulai tertarik untuk membuat kendaraan bermotor. Ia sangat ingin melakukannya karena ia ingin membuat mobil impian yang asli di produksi oleh orang Indonesia. Sebuah bentuk \u2018Swadesi\u2019 yang harusnya dapat diambil hikmahnya oleh pembaca yang sadar dan mau berubah. Benar-benar cerita yang menarik dan penuh harapan. Semoga harapan pembaca dapat lebih berkembang setelah membaca buku ini.<\/p>\n<p>Sinopsis dibuat oleh : MARISKA DUWI ARIFIN PUTRI<br \/>\nE-mail : mariskaarifin22@gmail.com<br \/>\nInstagram : mariskaarifin<\/p>\n<div class=\"_1dwg _1w_m _q7o\">\n<div>\n<div class=\"_3x-2\">\n<div>\n<div class=\"mtm\">\n<div>\n<div class=\"\">\n<div class=\"uiScaledImageContainer _517g\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"scaledImageFitWidth img\" src=\"https:\/\/scontent.fsub6-2.fna.fbcdn.net\/v\/t1.0-9\/20108634_459475127763023_217894989139521525_n.jpg?_nc_fx=fsub6-2&amp;_nc_cat=0&amp;oh=86a0ff6c2f9bda2de99b7743f8b77a93&amp;oe=5B36404C\" alt=\"Foto Fmrc Fia UB.\" width=\"211\" height=\"317\" \/><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<form id=\"u_0_1d\" class=\"commentable_item\" action=\"\/ajax\/ufi\/modify.php\" method=\"post\">\n<div class=\"_sa_ _gsd _fgm _5vsi _192z\">\n<div class=\"_37uu\">\n<div>\n<div class=\"_57w\">\n<div class=\"_3399 _a7s _20h6 _610i _610j _125r clearfix _zw3\">\n<div class=\"_524d\">\n<div class=\"_42nr _1mtp\">\n<div class=\"_khz _4sz1 _4rw5 _3wv2\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/form>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>El-Hamda, seorang remaja penuh ambisi dan cita-cita, memulai petualanganya sejak masuk Sekolah Menengah Pertama di Pesantren Al-Amin Malang. Ia yang berasal dari kota lain, awalnya terasa asing dengan segala sesuatu yang ada di Malang. Hal itu nampaknya tidak bertahan lama&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":64,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/965"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/64"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/965\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}