{"id":937,"date":"2017-08-26T09:14:43","date_gmt":"2017-08-26T02:14:43","guid":{"rendered":"http:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/?p=937"},"modified":"2018-03-23T09:15:42","modified_gmt":"2018-03-23T02:15:42","slug":"refleksi-kita-semua-pusta-kawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/berita\/refleksi-kita-semua-pusta-kawan.html","title":{"rendered":"Refleksi kita semua (pusta) kawan"},"content":{"rendered":"<div class=\"_1dwg _1w_m _q7o\">\n<div>\n<div id=\"js_x\" class=\"_5pbx userContent _3576\">\n<p>&#8220;Apa yang membuat perpustakaan menarik dikunjungi usernya? Buku-buku? Bagaimana jika saya pembaca awam yang tak tahu banyak soal buku? Bagaimana jika saya tak tahu buku apa yang harus dibaca untuk mempelajari subjek tertentu?<\/p>\n<p>User kami pernah mengajukan contoh pertanyaan di atas kepada kami di FMRC. Maka kami berusaha menghindari menyajikan jawaban yang bersifat tipikal seperti contoh di bawah ini, yang mohon maaf kita pustakawan saat ini banyak yang lupa, akibat lebih fokus kepada rutinitas pekerjaan teknis administratif.<\/p>\n<p>&#8220;Mending langsung ketik aja di komputer, cari-cari sendiri aja Mas \/ Mbak.&#8221;<\/p>\n<p>Jika seorang user yang notabene adalah penggemar kuliner, misalnya, tak memperoleh informasi yang cukup soal keberadaan literatur sejarah kuliner Nusantara atau ia tak mendapat perbincangan menarik soal buku-buku kuliner maka muskil ada ketak-ketik di komputer perpustakaan, user tersebut akan langsung balik kanan entah pergi ke bioskop atau ke mall atau melakukan hal lain yang lebih menyenangkan.&#8221;<\/p>\n<p>Hal di atas menunjukkan bahwa perangkat komputer untuk temu-kembali-informasi justru sering jadi alasan pustakawan untuk menghindari interaksi antarmanusia, kemudian mengalihkannya ke hubungan manusia dengan mesin (user-komputer). Hal itu disebut &#8220;tipikal&#8221;, artinya cukup jamak dipraktikkan sehingga jadi kebiasaan.<\/p>\n<p>Kami di FMRC menemukan user beberapa kali mengalami pengalaman yang mirip seperti itu. Kami berkesimpulan ketika mereka berkunjung ke FMRC, obrolan antara user dengan pustakawan \/ staf perpustakaan lah yang malah harus lebih intensif, hal ini mempertajam bahwa tidak gampang mengelola lembaga informasi dan pengetahuan yang disebut perpustakaan, selain harus punya latar belakang pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi (D3,S1,S2,S3), bukan pegawai hasil kursus! Apalagi pegawai buangan!<\/p>\n<p>Sekali lagi bahwa sistem temu-kembali-informasi berikut administrasi itu penting, tak dapat dimungkiri. Namun justru keliru bila perangkat itu jadi alasan pustakawan mangkir dari relasi yang manusiawi. Maka sejatinya perpustakaan itu adalah pustakawannya.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"_3x-2\">\n<div>\n<div class=\"mtm\">\n<div>\n<div class=\"\">\n<div class=\"_46-h _517g\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"_46-i img aligncenter\" src=\"https:\/\/scontent.fsub6-2.fna.fbcdn.net\/v\/t1.0-0\/p480x480\/21150323_475944452782757_7641943909264151158_n.jpg?_nc_fx=fsub6-2&amp;_nc_cat=0&amp;oh=f81cdf95f8b0f926a0a3674533fd1d31&amp;oe=5B481BA6\" alt=\"Foto Fmrc Fia UB.\" width=\"480\" height=\"480\" \/><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<form id=\"u_0_1d\" class=\"commentable_item\" action=\"\/ajax\/ufi\/modify.php\" method=\"post\">\n<div class=\"_sa_ _gsd _fgm _5vsi _192z\">\n<div class=\"_37uu\">\n<div>\n<div class=\"_57w\">\n<div class=\"_3399 _a7s _20h6 _610i _610j _125r clearfix _zw3\">\n<div class=\"_524d\">\n<div class=\"_42nr _1mtp\">\n<div class=\"_khz _4sz1 _4rw5 _3wv2\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/form>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Apa yang membuat perpustakaan menarik dikunjungi usernya? Buku-buku? Bagaimana jika saya pembaca awam yang tak tahu banyak soal buku? Bagaimana jika saya tak tahu buku apa yang harus dibaca untuk mempelajari subjek tertentu? User kami pernah mengajukan contoh pertanyaan di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":64,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/937"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/64"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=937"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/937\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ub.ac.id\/lama\/fmrc\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}